Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 58
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ilmu dan tanggung jawab belajar · Bait 58 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وعلم داء
dan pengetahuan tentang penyakit
للقلوب مفسد
yang merusak hati
كالعجب
seperti ujub
والكبر
dan kesombongan
وداء الحسد
dan penyakit dengki
Terjemahan bait 58

Dan ilmu tentang penyakit yang merusak hati, seperti ujub, kesombongan, dan penyakit dengki.

Syarah · keterangan lengkap

Mengapa masuk kewajiban belajar?

Perbuatan lahir dapat terlihat baik sementara batin dirusak oleh tujuan yang keliru. Karena itu, pengarang memasukkan pengetahuan tentang penyakit hati dalam kebutuhan agama. Yang diperlukan bukan sekadar menyebut nama penyakit, melainkan mengenali ciri, bahaya, dan cara memperbaikinya sesuai keadaan diri.

Membedakan tiga istilah

Ujub adalah mengagumi kelebihan diri dengan melupakan karunia Allah dan melihat diri seolah tidak memerlukan pertolongan-Nya. Kibr adalah kesombongan yang tampak dalam menolak kebenaran dan merendahkan orang. Hasad adalah keinginan agar nikmat orang lain hilang. Ini berbeda dari ghibthah: berharap memperoleh kebaikan serupa tanpa menghendaki hilangnya nikmat orang lain. Percaya diri untuk melakukan tugas tidak otomatis ujub; ukuran utamanya ialah sikap terhadap Allah, kebenaran, dan sesama.

Contoh serta perbaikan

Pelajar yang mendapat nilai tinggi bersyukur dan tetap menerima koreksi. Bila merasa terganggu oleh keberhasilan temannya, ia berlatih mendoakan kebaikan dan menilai usahanya sendiri. Bila menolak nasihat karena penegurnya lebih muda, ia memeriksa kesombongan. Perasaan yang muncul spontan lalu dilawan tidak disamakan dengan sikap yang sengaja dipelihara. Perbaikan hati dilakukan bertahap bersama amal nyata; menuduh semua emosi tidak nyaman sebagai dosa justru dapat mengaburkan tanggung jawab yang sebenarnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 20. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وعلم داء للقلوب مفسد

علمُ dihubungkan dengan ilmu wajib yang dibahas sebelumnya. داءٍ mudhaf ilaih dan مفسدٍ sifat bagi داء; للقلوب terkait dengan kerusakan yang disebabkan penyakit itu.

كالعجب والكبر وداء الحسد

ك huruf jar yang memberi contoh. العجب, الكبر, dan داء berada dalam rangkaian jar; الحسد mudhaf ilaih dari داء. Yang disebut adalah penyakit hati, bukan diagnosis tubuh.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مفسد

Akar
ف س د
Pola / bentuk
مُفْعِل

Isim fa‘il dari أفسد: yang merusak. Berbeda dari مُفْسَد, yang dirusak.

العجب

Akar
ع ج ب
Pola / bentuk
فُعْل

Dalam bacaan العُجْب, berarti kekaguman diri yang tercela; bukan semua rasa heran atau syukur atas kemampuan.

Hubungan bait

Setelah kewajiban ibadah dan pekerjaan, pengarang membahas kerusakan batin yang dapat mengganggu keduanya. Ini mengingatkan kembali pembinaan hati pada bait 14–17.

Intisari & faedah
  1. Ilmu tentang kesombongan, ujub, dan hasad membantu muhasabah.
  2. Mengakui nikmat Allah berbeda dari membanggakan diri untuk merendahkan orang lain.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar berhasil menghafal lalu merasa tidak perlu menerima koreksi.

Cara memahami

Ia mensyukuri kemampuannya dan tetap membuka diri untuk diperbaiki.

Batas penerapan

Kepercayaan diri yang sehat tidak otomatis ujub; periksa sikap terhadap karunia dan orang lain.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Ash-Shu'araa 26:89

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍۢ سَلِيمٍۢ

Inti makna

Keselamatan pada hari akhir terkait dengan datang kepada Allah membawa hati yang bersih.

Kaitan dengan bait

Ayat menekankan datang kepada Allah dengan hati yang selamat; penguat umum pentingnya memperbaiki batin.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa perbedaan مُفْسِد dan مُفْسَد?

Lihat pembahasan jawaban

مُفْسِد adalah yang merusak; مُفْسَد adalah yang dirusak. Vokal sebelum huruf akhir membedakan pelaku dan objek pada bentuk ini.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وعلم داء

dan pengetahuan tentang penyakit

للقلوب مفسد

yang merusak hati

كالعجب

seperti ujub

والكبر

dan kesombongan

وداء الحسد

dan penyakit dengki

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وعِلْمُ دَاءٍ للقلوبِ مُفْسِدِ

Buka penggal 2

كالعُجْبِ والكِبْرِ وداءِ الحَسَدِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 58 — Mengenal penyakit hatiNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan