Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Mukadimah dan adab ilmu · Bait 6 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- تكفي
- mencukupi
- مع التوفيق
- bersama taufik
- للمشتغل
- bagi orang yang menekuninya
- إن فهمت
- apabila ia dipahami
- وأتبعت بالعمل
- dan diikuti dengan pengamalan
Terjemahan bait 6
Ia mencukupi bagi orang yang menekuninya dengan taufik [Allah], apabila dipahami dan diikuti dengan amal.
Syarah · keterangan lengkap
Maksud mencukupi
Pengarang menjelaskan kecukupan kitab sebagai bekal dasar bagi pelajar sesuai tujuan penyusunannya. Ini tidak berarti menghafal Zubad menjadikan seseorang menguasai semua persoalan agama atau layak berfatwa tanpa belajar lebih jauh. Kecukupan itu terikat pada tingkat pelajar, bidang yang dibahas, dan kebutuhan memahami penjelasan ulama. Persoalan baru atau rumit tetap membutuhkan kajian yang lebih luas.
Taufik dan usaha
Taufik adalah pertolongan Allah yang mengantarkan hamba kepada ketaatan. Memohon taufik berjalan bersama usaha: hadir dalam pelajaran, membaca dengan cermat, bertanya, dan memperbaiki kesalahan. Mengandalkan kemampuan sendiri sampai sombong bertentangan dengan makna taufik; berhenti berusaha dengan alasan menunggu taufik juga bukan maksud bait.
Dipahami lalu diamalkan
Fuhimat mengarahkan pelajar memahami isi, sedangkan utbi‘at bil-‘amal meminta agar ilmu diikuti tindakan. Contohnya, belajar najis belum selesai hanya dengan menyebut tiga kategorinya. Pelajar perlu mengenali contoh, mengetahui cara menyucikan, dan menerapkannya tanpa berlebih-lebihan. Hafalan menyediakan pegangan, pemahaman menerangkan maksud, dan amal menghadirkan manfaatnya dalam kehidupan. Ketiganya tidak seharusnya dipisahkan menjadi tujuan yang saling menggantikan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 6. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
تكفي مع التوفيق للمشتغل
تكفي fi‘il mudhari‘; dhammah diperkirakan pada ya, dengan pelaku tersirat هي, yaitu nazam. مع التوفيق keterangan penyertaan; للمشتغل jar-majrur menerangkan orang yang menekuninya.
إن فهمت وأتبعت بالعمل
إن huruf syarat. فُهِمَتْ dan أُتْبِعَتْ adalah kata kerja pasif; ta menandai muannats, sedangkan na’ib fa‘il tersirat kembali kepada nazam. Keduanya berada pada rangkaian syarat; بالعمل melengkapi أتبعت. Jawab syarat dipahami dari تكفي yang mendahuluinya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait 5 menyebut manfaat nazam; bait ini membatasi cara mendapat manfaat itu. Bait 7 lalu mengubah pembahasan menjadi ajakan langsung untuk beramal.
Intisari & faedah
- Hafalan perlu disertai pemahaman dan tindakan.
- Taufik Allah dimohon sambil tetap bersungguh-sungguh belajar.
Contoh penerapan
Keadaan
Santri hafal rukun wudu tetapi belum mempraktikkannya dengan urut.
Cara memahami
Ia meminta guru menyimak praktiknya dan memperbaiki bagian yang keliru.
Batas penerapan
Mengulang lafaz saja belum membuktikan bahwa praktik sudah benar.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS As-Saff 61:2
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
Inti makna
Teguran kepada orang beriman agar tidak mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakan.
Kaitan dengan bait
Penguat agar ucapan selaras dengan perbuatan; menjelaskan pentingnya amal setelah belajar.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa dua syarat yang disebut setelah إن?
Lihat pembahasan jawaban
Nazam itu dipahami dan diikuti dengan amal, di samping taufik Allah yang disebut sebelumnya.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
تكفي
mencukupi
مع التوفيق
bersama taufik
للمشتغل
bagi orang yang menekuninya
إن فهمت
apabila ia dipahami
وأتبعت بالعمل
dan diikuti dengan pengamalan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
تكفِي مع التوفيق للمُشتَغِل
Buka penggal 2
إن فُهِمَت وأُتْبِعَت بالعمل
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 6 — Tiga unsur: taufik, pemahaman, dan amalNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.