Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 61
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ilmu dan tanggung jawab belajar · Bait 61 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
كأمر معروف
seperti memerintahkan yang makruf
ونهي المنكر
dan mencegah kemungkaran
وإن يظن
meskipun ia menduga
النهي لم يؤثر
pencegahan itu tidak berpengaruh
Terjemahan bait 61

Seperti memerintahkan yang makruf dan mencegah kemungkaran, meskipun ia menduga pencegahannya tidak akan berpengaruh.

Syarah · keterangan lengkap

Contoh kewajiban bersama

Makruf adalah kebaikan yang diakui syariat, sedangkan mungkar adalah pelanggaran yang harus dijauhi. Masyarakat memerlukan orang yang mengingatkan dan mencegah kerusakan. Tanggung jawab ini tidak selalu cukup dipikul dengan diam. Namun, penetapan apakah sesuatu benar-benar mungkar membutuhkan ilmu; perbedaan ijtihad yang diakui tidak boleh diperlakukan sama dengan pelanggaran yang jelas.

Dugaan tidak berhasil berbeda dari bahaya nyata

Pengarang menegaskan bahwa perkiraan nasihat tidak didengar tidak otomatis menggugurkan kewajiban. Tugas mengingatkan tidak sepenuhnya bergantung pada hasil yang dapat kita kendalikan. Akan tetapi, ini harus dibedakan dari tindakan yang menimbulkan kerusakan lebih besar, bahaya yang nyata, atau melampaui kewenangan. Syarat kemampuan, cara yang tepat, dan pertimbangan akibat tetap berlaku dalam pembahasan ulama.

Penerapan yang mendidik

Mulailah dengan memastikan fakta, memilih waktu dan bahasa yang baik, serta menghindari penghinaan. Bila melihat teman mengambil barang tanpa izin, sampaikan larangan dan bantu mengembalikan hak pemilik. Jangan merusak barang, mengancam, atau main hakim sendiri atas nama nasihat. Dalam keadaan yang membahayakan, gunakan saluran pertolongan atau pihak berwenang. Bait menanamkan kepedulian yang berilmu: tidak mudah menyerah hanya karena khawatir ditolak, tetapi juga tidak menjadikan semangat sebagai alasan mengabaikan keselamatan dan hak sesama.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 20. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

كأمر معروف ونهي المنكر

ك memberi contoh bagi fardu kifayah pada bait sebelumnya. أمرِ majrur dan معروفٍ mudhaf ilaih; نهيِ dihubungkan kepada أمر dan المنكرِ mudhaf ilaih.

وإن يظن النهي لم يؤثر

إن mengawali syarat. يظنَّ mudhari‘ majzum; pada fi‘il mudha‘af bentuk idgham dipertahankan dengan harakat yang sesuai. النهيَ objek pertama, kalimat لم يؤثر objek kedua. Jawab syarat dipahami dari tuntutan memberi nasihat yang telah dibicarakan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

معروف

Akar
ع ر ف
Pola / bentuk
مَفْعُول

Isim maf‘ul: yang dikenal sebagai kebaikan menurut tuntunan, bukan semata-mata kebiasaan apa pun.

المنكر

Akar
ن ك ر
Pola / bentuk
مُفْعَل

Isim maf‘ul dari أنكر, perkara yang diingkari menurut syariat.

Hubungan bait

Ini contoh kewajiban kolektif pada bait 59–60. Pembahasan persangkaan tidak berpengaruh tidak menghapus syarat ilmu, kemampuan, dan pertimbangan akibat yang diterangkan syarah.

Intisari & faedah
  1. Nasihat disampaikan berdasarkan ilmu dan dengan cara yang tepat.
  2. Dugaan tidak didengar tidak otomatis menggugurkan setiap bentuk nasihat.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar melihat kesalahan temannya dan menduga nasihat tidak langsung diterima.

Cara memahami

Ia memilih waktu dan bahasa yang baik serta menghindari mempermalukan.

Batas penerapan

Cara yang menimbulkan kerusakan lebih besar tidak dibenarkan hanya dengan mengutip satu bait ini.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Aal-i-Imraan 3:104

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌۭ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Inti makna

Perintah agar ada kelompok yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh yang makruf, dan mencegah yang mungkar.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut kelompok yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa النهي pada penggal kedua dapat menjadi objek يظن?

Lihat pembahasan jawaban

Karena يظن termasuk fi‘il yang dapat mempunyai dua objek; النهي objek pertama dan kalimat لم يؤثر melengkapi penilaiannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

كأمر معروف

seperti memerintahkan yang makruf

ونهي المنكر

dan mencegah kemungkaran

وإن يظن

meskipun ia menduga

النهي لم يؤثر

pencegahan itu tidak berpengaruh

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

كأَمرِ معروفٍ ونَهْيِ المُنْكَرِ

Buka penggal 2

واِن يَظُنَّ النَّهيَ لم يُؤَثِّرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 61 — Mengajak kepada kebaikan dengan ilmuNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan