Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Dasar hukum fikih · Bait 67 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ومنه
- dan di antaranya
- مسنون على الكفاية
- yang disunahkan secara kolektif
- كالبدء بالسلام
- seperti memulai salam
- من جماعة
- dari suatu kelompok
Terjemahan bait 67
Di antaranya ada sunah yang bersifat kolektif, seperti memulai salam dari suatu kelompok.
Syarah · keterangan lengkap
Pasangan dengan bait 65
Bait 65 menjelaskan menjawab salam, sedangkan bait ini menjelaskan memulainya. Bagi suatu kelompok yang bertemu orang lain, anjuran memulai salam dapat terlaksana melalui seorang anggota. Dengan demikian, ada kifayah pada perkara wajib dan ada kifayah pada perkara sunah; istilah kifayah menjelaskan cara tuntutan terpenuhi, bukan selalu menunjukkan derajat wajib.
Anjuran terwakili, pahala tetap terkait pelaku
Jika seorang anggota memulai salam dengan benar, kelompok telah menjalankan bentuk anjuran yang dimaksud. Ini tidak berarti setiap anggota otomatis mendapat pahala yang sama persis dengan orang yang mengucapkannya tanpa memperhitungkan niat dan amal. Penilaian pahala milik Allah. Yang diterangkan fikih ialah terpenuhinya anjuran dan hilangnya tuntutan kolektif untuk memulai.
Praktik yang baik
Saat sekelompok santri berkunjung, salah seorang dapat memberi salam dengan jelas dan sopan. Tidak harus semua mengucapkannya bersamaan hingga saling menutupi suara. Namun, bila beberapa mengucapkan dengan tertib, itu tidak menjadi masalah semata-mata karena jumlahnya. Tujuan pembelajaran adalah memahami adab perjumpaan dan jenis hukum. Salam bukan sekadar pembuka percakapan formal, melainkan doa kebaikan yang dijalankan dengan perhatian kepada orang yang disapa.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 22. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ومنه مسنون على الكفاية
منه khabar didahulukan; مسنونٌ mubtada diakhirkan. ه kembali kepada jenis amal sunah yang baru dijelaskan. على الكفاية menerangkan sifat kolektif anjuran itu.
كالبدء بالسلام من جماعة
ك memberi contoh dan membuat البدء majrur. بالسلام melengkapi البدء, dan من جماعة menunjukkan adanya kelompok yang memulai salam melalui sebagian anggotanya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait 65 membahas menjawab salam sebagai kewajiban kifayah; bait ini membahas memulainya sebagai anjuran kifayah. Perbandingan keduanya membantu membedakan tuntutan.
Intisari & faedah
- Memulai salam dianjurkan.
- Dalam kelompok, sebagian dapat mewakili pelaksanaan anjuran memulai salam sesuai rinciannya.
Contoh penerapan
Keadaan
Rombongan bertemu seorang teman dan salah satu anggota mengucapkan salam.
Cara memahami
Ia telah memulai salam atas nama kelompok dalam konteks yang dibicarakan.
Batas penerapan
Adab menjawab dan salam kepada individu tetap diperhatikan tersendiri.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih Muslim 54a
Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
Inti makna
Perintah menyebarkan salam di antara sesama, dalam konteks menumbuhkan kasih sayang dan keimanan.
Kaitan dengan bait
Hadis menganjurkan menyebarkan salam untuk menumbuhkan kasih sayang; sifat kifayah adalah perincian fikih terhadap praktik kelompok.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa beda pokok contoh pada bait 65 dan 67?
Lihat pembahasan jawaban
Bait 65 membahas menjawab salam, sedangkan bait 67 membahas memulai salam.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ومنه
dan di antaranya
مسنون على الكفاية
yang disunahkan secara kolektif
كالبدء بالسلام
seperti memulai salam
من جماعة
dari suatu kelompok
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ومِنهُ مَسنونٌ على الكِفَايةِ
Buka penggal 2
كالبَدْءِ بالسَّلامِ مِن جَمَاعَةِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 67 — Memulai salam sebagai sunah kifayahNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.