Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 7
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mukadimah dan adab ilmu · Bait 7 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
فاعمل
maka beramallah
ولو بالعشر
walaupun dengan sepersepuluh
كالزكاة
seperti zakat
تخرج
engkau keluar
بنور العلم
dengan cahaya ilmu
من ظلمات
dari berbagai kegelapan
Terjemahan bait 7

Maka beramallah, walaupun dengan sepersepuluh, seperti zakat; engkau akan keluar dari kegelapan dengan cahaya ilmu.

Syarah · keterangan lengkap

Bukan keringanan meninggalkan kewajiban

Bait ini mendorong pelajar agar tidak berhenti pada pengetahuan. Dalam penjelasan syarah, anjuran melakukan sebagian amal diarahkan pada banyaknya amalan sunah yang dipelajari. Kewajiban yang sudah berlaku atas seseorang tetap harus ditunaikan seluruhnya sesuai kemampuan dan ketentuan syariat. Karena itu, bait ini tidak boleh diartikan cukup mengerjakan satu dari sepuluh salat wajib atau meninggalkan sebagian kewajiban dengan sengaja.

Perumpamaan zakat

Kata sepersepuluh dan perbandingan dengan zakat mengingatkan pada ukuran sepersepuluh dalam zakat hasil pertanian dengan kondisi tertentu. Pengarang memakai perbandingan untuk mendorong permulaan amal, bukan menyatakan semua jenis zakat memiliki tarif sepuluh persen. Rincian zakat mempunyai syarat dan ukuran tersendiri yang tidak sedang dibahas pada bait ini.

Contoh pengamalan bertahap

Sesudah menunaikan kewajiban, pelajar dapat memilih amalan sunah yang mampu dijaga: membaca Al-Qur’an secara rutin, memberi salam, atau salat sunah tertentu. Ketika sudah istiqamah, ia dapat menambahnya. Cahaya ilmu berarti petunjuk untuk membedakan tindakan benar dan keliru, sedangkan kegelapan menunjuk kebodohan dan kebiasaan buruk. Ukuran kemajuan bukan banyaknya daftar amalan yang diketahui, melainkan bertambahnya ketaatan yang benar dan berkelanjutan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 6. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

فاعمل ولو بالعشر كالزكاة

ف menghubungkan konsekuensi; اعملْ fi‘il amr dengan pelaku أنت yang tersirat. ولو bermakna sekalipun; unsur kerja sesudahnya dipahami dari konteks. بالعشر dan كالزكاة adalah jar-majrur yang menerangkan perumpamaan kadar amal.

تخرج بنور العلم من ظلمات

تخرجْ merupakan jawab permintaan: beramallah, niscaya engkau keluar; karena itu dijazmkan. Pelakunya أنت. بنور jar-majrur, العلم mudhaf ilaih, dan من ظلمات menerangkan keadaan yang ditinggalkan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

اعمل

Akar
ع م ل
Pola / bentuk
اِفْعَلْ

Fi‘il amr dari عَمِلَ يَعْمَلُ, ditujukan kepada satu orang sebagai sapaan umum bagi pembaca.

ظلمات

Akar
ظ ل م
Pola / bentuk
Jamak muannats salim

Jamak dari ظُلْمَة. Di sini merupakan perumpamaan kebingungan dan ketidaktahuan.

Hubungan bait

Ini kelanjutan tuntutan amal pada bait 6. Peringatan pada bait 8 menjelaskan akibat jika ilmu sama sekali tidak diamalkan.

Intisari & faedah
  1. Mulai mengamalkan ilmu melalui langkah nyata yang mampu dilakukan.
  2. Perumpamaan sepersepuluh tidak mengubah kewajiban menjadi boleh dikerjakan sebagian saja.
Contoh penerapan

Keadaan

Pembaca baru mampu rutin mengulang satu pelajaran sunah setiap hari.

Cara memahami

Ia memulainya sambil tetap menunaikan seluruh kewajiban yang telah dibebankan kepadanya.

Batas penerapan

Bait ini tidak membolehkan salat hanya sepersepuluh dari jumlah wajib.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS At-Taghaabun 64:16

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ وَٱسْمَعُوا۟ وَأَطِيعُوا۟ وَأَنفِقُوا۟ خَيْرًۭا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Inti makna

Perintah bertakwa menurut kemampuan, mendengar, taat, dan berinfak; orang yang dijaga dari kekikiran beroleh keberuntungan.

Kaitan dengan bait

Penguat beramal menurut kemampuan. Kemampuan dinilai bersama ketentuan tiap kewajiban, bukan alasan mengurangi kewajiban semaunya.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa تخرج dapat dibaca dengan akhir sukun?

Lihat pembahasan jawaban

Karena menjadi jawab dari perintah اعمل: bila engkau beramal, engkau keluar dengan cahaya ilmu.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

فاعمل

maka beramallah

ولو بالعشر

walaupun dengan sepersepuluh

كالزكاة

seperti zakat

تخرج

engkau keluar

بنور العلم

dengan cahaya ilmu

من ظلمات

dari berbagai kegelapan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

فاعمل ولو بالعُشْر كالزكاة

Buka penggal 2

تَخرُج بنور العلمِ من ظُلْمات

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 7 — Memulai amal dari yang mampu dikerjakanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan