Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 70
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Dasar hukum fikih · Bait 70 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وخص ما يباح
dan yang dibolehkan dikhususkan
باستواء الفعل والترك
dengan kesetaraan melakukan dan meninggalkan
على السواء
pada kedudukan yang sama
Terjemahan bait 70

Yang dibolehkan dikhususkan dengan kesetaraan antara melakukan dan meninggalkan, pada kedudukan yang sama.

Syarah · keterangan lengkap

Hukum asalnya berupa pilihan

Mubah adalah perbuatan yang pada dirinya tidak dituntut dilakukan atau ditinggalkan. Contohnya memilih jenis makanan halal atau warna pakaian yang dibolehkan. Selama tidak ada faktor lain, seseorang tidak berdosa hanya karena memilih salah satu pilihan yang sah.

Dilihat dari perbuatan itu sendiri

Kesetaraan berlaku ketika perbuatan dilihat dari asal hukumnya, tanpa tambahan niat, keadaan, atau akibat. Makan dapat menjadi wajib untuk mempertahankan hidup, bernilai ibadah bila diniatkan memperkuat ketaatan, atau terlarang bila objek dan caranya haram. Maka istilah mubah tidak berarti suatu perbuatan mustahil berubah hukum dalam semua kondisi.

Ruang yang tidak perlu diberatkan

Pelajar tidak perlu menganggap setiap pilihan sehari-hari harus dicari larangannya sampai tidak dapat hidup dengan wajar. Syariat memberikan ruang bagi kebiasaan yang baik dan kebutuhan manusia. Pada saat yang sama, pilihan itu dijaga agar tidak melalaikan kewajiban atau melanggar hak. Misalnya, hiburan yang dibolehkan dapat dinikmati dalam batasnya, tetapi perlu dihentikan ketika waktunya menyebabkan salat wajib terlewat. Bait berikut menunjukkan bagaimana niat yang benar memberi nilai pada kegiatan biasa.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 22. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وخص ما يباح باستواء

خُصَّ fi‘il madhi pasif. ما maushul sebagai na’ib fa‘il; يباح shilahnya. باستواء menerangkan ciri yang dikhususkan bagi mubah: kesetaraan pilihan pada asal hukumnya.

الفعل والترك على السواء

الفعلِ mudhaf ilaih dari استواء; التركِ dihubungkan kepadanya. على السواء menegaskan kesetaraan tersebut, bukan berarti semua akibat dan niat dalam tiap keadaan selalu sama.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يباح

Akar
ب و ح
Pola / bentuk
يُفْعَلُ setelah i‘lal

Mudhari‘ pasif dari أباح, dibolehkan. Bentuk aktifnya يُبيحُ: membolehkan.

استواء

Akar
س و ي
Pola / bentuk
اِفْتِعَال setelah i‘lal

Masdar dari استوى. Huruf س adalah huruf akar, sehingga bentuk ini jangan otomatis dianggap استفعل hanya karena diawali استـ.

Hubungan bait

Ini kategori terakhir dari lima penilaian tuntutan perbuatan. Bait 71 segera menunjukkan bagaimana niat dapat memberi nilai pada aktivitas yang asalnya mubah.

Intisari & faedah
  1. Mubah memberi ruang pilihan pada asal hukumnya.
  2. Niat dan keadaan dapat memberi penilaian tambahan pada suatu kebiasaan.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar memilih makanan halal yang disukainya tanpa unsur lain.

Cara memahami

Pilihan itu pada asalnya berada dalam ruang mubah.

Batas penerapan

Jika melanggar hak, berbahaya, atau diarahkan kepada tujuan tertentu, penilaian tambahannya perlu diperiksa.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Baqara 2:168

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًۭا طَيِّبًۭا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌ

Inti makna

Manusia diperintahkan memakan yang halal dan baik serta tidak mengikuti langkah setan.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut makan dari yang halal dan baik; penguat ruang kebolehan yang tetap memiliki batas.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa استواء tidak langsung dimasukkan ke pola استفعال?

Lihat pembahasan jawaban

Karena sin merupakan huruf akar س و ي; bentuknya berasal dari استوى pada pola افتعل yang mengalami i‘lal.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وخص ما يباح

dan yang dibolehkan dikhususkan

باستواء الفعل والترك

dengan kesetaraan melakukan dan meninggalkan

على السواء

pada kedudukan yang sama

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وخُصَّ ما يُبَاحُ باستِوَاءِ

Buka penggal 2

الفِعلِ والتَّركِ على السِّوَاءِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 70 — Mubah sebagai ruang pilihanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan