Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 71
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Dasar hukum fikih · Bait 71 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
لكن إذا نوى
tetapi apabila ia berniat
بأكله
dengan makannya
القوى
kekuatan
لطاعة الله
untuk menaati Allah
له ما قد نوى
baginya apa yang telah ia niatkan
Terjemahan bait 71

Tetapi apabila ia berniat dengan makannya untuk memperoleh kekuatan guna menaati Allah, baginya apa yang telah ia niatkan.

Syarah · keterangan lengkap

Melengkapi hukum mubah

Makan pada asalnya merupakan kebutuhan yang dibolehkan selama objek serta caranya halal. Apabila diniatkan agar tubuh kuat melakukan ketaatan, kegiatan itu memperoleh nilai tambahan. Pengarang memberi contoh bahwa ibadah tidak terbatas pada kegiatan yang tampak ritual; kehidupan sehari-hari dapat diarahkan untuk tujuan yang baik.

Niat tidak menghapus larangan

Yang berubah dengan niat baik ialah nilai kegiatan yang dibenarkan, bukan keharaman benda atau caranya. Makan dari hasil pencurian tidak menjadi halal karena ingin kuat untuk salat. Demikian pula berlebihan sampai merugikan diri atau mengabaikan hak tidak dibenarkan oleh niat yang diucapkan. Pembahasan ini harus dibaca bersama bait 21 dan 23.

Contoh lain yang sejalan

Tidur secukupnya agar dapat menunaikan kewajiban, bekerja jujur untuk menafkahi keluarga, dan menjaga kebersihan agar nyaman beribadah dapat mempunyai nilai ketaatan. Maksud itu tidak menuntut rumusan lafaz panjang setiap kali beraktivitas. Arah hati yang sadar sudah bermakna, selama perbuatan dijalankan dengan benar. Pelajar belajar melihat hubungan antara kegiatan biasa dan tujuan hidup, tanpa menjadikan klaim niat sebagai alasan untuk menghindari evaluasi terhadap cara serta akibat perbuatannya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 23. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لكن إذا نوى بأكله القوى

لكنْ mengalihkan perhatian kepada pengecualian keadaan. إذا zharaf yang mengandung syarat; نوى fi‘il madhi, القوى objek niat, dan بأكله menerangkan kegiatan makan yang dijadikan sarana memperoleh kekuatan.

لطاعة الله له ما قد نوى

لطاعة الله menerangkan tujuan kekuatan itu. له khabar didahulukan, ما maushul sebagai mubtada diakhirkan, dan قد نوى shilahnya. Jawaban syarat menjelaskan nilai niat bagi pelaku.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

نوى

Akar
ن و ي
Pola / bentuk
فَعَلَ setelah i‘lal

Fi‘il madhi naqish; alif akhirnya berasal dari huruf lemah pada akar.

طاعة

Akar
ط و ع
Pola / bentuk
Masdar

Menunjuk ketaatan. Frasa لطاعة الله memberi arah tujuan, bukan hanya menghasilkan tubuh yang kuat.

Hubungan bait

Bait 70 menyebut mubah pada asal hukumnya. Bait ini memberi contoh tambahan nilai melalui niat baik, lalu bait 72 beralih kepada pengertian sah.

Intisari & faedah
  1. Aktivitas mubah dapat bernilai ibadah karena tujuan yang benar.
  2. Niat baik tidak menghalalkan sarana yang haram.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar makan secukupnya agar kuat belajar dan menunaikan salat.

Cara memahami

Kebiasaan makan yang halal diarahkan kepada tujuan ketaatan.

Batas penerapan

Berlebihan atau mengambil makanan milik orang lain tidak dibenarkan dengan niat baik itu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Hadis menyebut setiap orang memperoleh sesuai niatnya, selaras dengan له ما قد نوى.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa yang memberi nilai tambahan pada makan dalam contoh bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

Niat memperoleh kekuatan untuk menaati Allah, dengan tetap menjaga kehalalan caranya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

لكن إذا نوى

tetapi apabila ia berniat

بأكله

dengan makannya

القوى

kekuatan

لطاعة الله

untuk menaati Allah

له ما قد نوى

baginya apa yang telah ia niatkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

لكِنْ إذا نَوَى بأكْلِهِ القُوَى

Buka penggal 2

لِطَاعَةِ اللهِ لَهُ مَا قد نَوَى

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 71 — Niat baik memberi nilai pada kebiasaanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan