Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 72
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Dasar hukum fikih · Bait 72 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أما الصحيح
adapun yang sah
في العبادات
dalam ibadah-ibadah
فما وافق شرع الله
ialah yang sesuai dengan syariat Allah
فيما حكما
dalam apa yang ditetapkan-Nya
Terjemahan bait 72

Adapun sah dalam ibadah ialah apa yang sesuai dengan syariat Allah dalam ketentuan yang ditetapkan-Nya.

Syarah · keterangan lengkap

Sah berarti sesuai ketentuan

Ibadah dinilai sah apabila memenuhi hal-hal yang disyaratkan dan tidak terkena pembatal yang berlaku. Penilaiannya memerlukan pengetahuan rukun dan syarat, bukan sekadar perasaan nyaman setelah melakukan. Dalam salat, misalnya, bersuci dan masuk waktu mempunyai kedudukan yang berbeda dari bacaan atau gerakan yang sunah.

Sah bukan sama dengan sempurna

Ibadah dapat sah walaupun sebagian sunah ditinggalkan. Sebaliknya, banyaknya tambahan amalan tidak memperbaiki ketiadaan rukun yang wajib. Pembedaan ini membantu pelajar tidak mudah menyalahkan dirinya maupun orang lain. Jika lupa salah satu anjuran, ia memeriksa ketentuannya, bukan langsung memastikan semua ibadah batal.

Sah dan pahala perlu dibedakan

Penilaian sah adalah pembahasan hukum lahir, sedangkan penerimaan dan jumlah pahala merupakan urusan lebih luas. Dalam beberapa keadaan khusus, istilah sah juga dapat disertai kewajiban mengulang atau mengqada menurut rincian mazhab; karena itu, definisi tidak diganti begitu saja menjadi “pasti tidak perlu mengulang dalam keadaan apa pun”. Contoh pembelajaran yang baik ialah memeriksa satu ibadah secara berurutan: syarat sebelum mulai, rukun saat berlangsung, lalu kemungkinan pembatal. Penilaian dilakukan dengan ilmu dan keyakinan yang wajar, tanpa mengikuti waswas yang tidak berdasar.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 5. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أما الصحيح في العبادات فما

أما memberi perincian; الصحيح pokok yang didefinisikan dan في العبادات membatasi bidangnya. ف menghubungkan jawaban; ما isim maushul sebagai inti khabar yang dilanjutkan pada penggal berikut.

وافق شرع الله فيما حكما

وافقَ fi‘il madhi sebagai shilah ما; شرعَ objek dan اللهِ mudhaf ilaih. فيما حكم melengkapi ukuran kesesuaian; alif akhir حكما merupakan pelepas rima.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

العبادات

Akar
ع ب د
Pola / bentuk
Jamak muannats salim

Jamak dari عبادة. Batas istilah ibadah di sini dipakai dalam pembandingan dengan muamalah pada bait 73.

وافق

Akar
و ف ق
Pola / bentuk
فَاعَلَ

Fi‘il madhi bentuk III, bermakna sesuai atau sejalan dalam konteks ini.

Hubungan bait

Setelah lima kategori tuntutan, bait 72–74 membahas sah dan batal. Bait ini khusus ibadah, sedangkan bait 73 membahas akibat hukum dalam muamalah.

Intisari & faedah
  1. Sahnya ibadah dinilai melalui kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Sah secara fikih dan sempurna pahala merupakan pembahasan yang berbeda.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar melakukan wudu dengan rukun dan syarat yang terpenuhi, meskipun belum melakukan seluruh sunahnya.

Cara memahami

Wudunya dinilai menurut ketentuan sah, sementara kesempurnaan adab dan pahala dapat ditingkatkan.

Batas penerapan

Meninggalkan rukun tidak diperlakukan sama dengan meninggalkan sunah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 1718b

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Inti makna

Amal yang tidak sesuai dengan tuntunan agama tertolak.

Kaitan dengan bait

Hadis tentang amal yang tidak sesuai tuntunan mendasari penilaian kesesuaian ibadah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa tidak cukup menilai ibadah dari niat baik saja?

Lihat pembahasan jawaban

Karena sahnya juga memerlukan kesesuaian rukun, syarat, dan ketentuan pelaksanaan dengan tuntunan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أما الصحيح

adapun yang sah

في العبادات

dalam ibadah-ibadah

فما وافق شرع الله

ialah yang sesuai dengan syariat Allah

فيما حكما

dalam apa yang ditetapkan-Nya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أما الصحيحُ في العِبَاداتِ فما

Buka penggal 2

وافَقَ شَرْعَ اللهِ فيمَا حَكَمَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 72 — Sah dalam ibadahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan