Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 74
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Dasar hukum fikih · Bait 74 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والباطل الفاسد
dan batal, yakni fasid
للصحيح ضد
adalah lawan sah
وهو الذي
dan ialah sesuatu yang
بعض شروطه فقد
sebagian syaratnya tidak terpenuhi
Terjemahan bait 74

Batal, yaitu fasid, adalah lawan sah; itulah yang kehilangan sebagian syaratnya.

Syarah · keterangan lengkap

Hubungan istilah

Dalam penggunaan umum mazhab Syafi‘i, batil dan fasid memiliki makna yang sama, yakni tidak sah. Namun, terdapat pemakaian teknis tertentu yang perlu dibaca menurut babnya. Mazhab lain juga dapat membedakan batil dan fasid dalam transaksi. Karena itu, jangan membawa definisi dari satu kitab ke seluruh mazhab tanpa memeriksa penggunaannya.

Syarat yang hilang

Yang dimaksud syarat pada rumusan ringkas ini mencakup unsur yang diperlukan agar perbuatan berlaku menurut syariat. Kehilangan rukun atau adanya pembatal juga dapat menyebabkan tidak sah. Contohnya, salat tanpa bersuci padahal bersuci diwajibkan tidak memenuhi ketentuan; transaksi yang tidak memenuhi syarat esensialnya dapat tidak menghasilkan akibat yang diharapkan.

Kekurangan sunah tidak sama dengan kehilangan syarat

Pelajar harus mengenali tingkat setiap ketentuan. Meninggalkan anjuran tidak otomatis membatalkan ibadah. Sebaliknya, mengganti rukun dengan hal lain yang tidak disahkan tidak cukup dengan alasan maksudnya baik. Jika menemukan ibadah atau akad tidak sah, pelajari langkah perbaikannya: mengulang, mengganti, membetulkan akad, atau mengembalikan hak menurut kasusnya. Bait 75–76 kemudian mengingatkan bahwa keberadaan serta ketiadaan suatu syarat kadang dinilai secara hukum, tidak semata-mata secara fisik.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 23. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والباطل الفاسد للصحيح ضد

الباطلُ mubtada; الفاسد dapat dibaca sebagai penjelas/sebutan yang sepadan dalam konteks ini. ضدٌّ khabar, dan للصحيح menjelaskan lawannya.

وهو الذي بعض شروطه فقد

هو kembali kepada batal. الذي khabar berupa isim maushul; بعضُ mubtada dalam shilah dan شروطه mudhaf ilaih. فُقدَ kalimat pasif menjadi khabar bagi بعض: sebagian syaratnya tidak terpenuhi.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الباطل

Akar
ب ط ل
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il dari بطل. Dalam istilah yang dibahas menunjukkan tidak berlakunya perbuatan sebagaimana yang dituju.

شروط

Akar
ش ر ط
Pola / bentuk
فُعُول

Jamak taksir dari شرط, ketentuan yang diperlukan untuk keberlakuan suatu perbuatan.

Hubungan bait

Bait 72–73 membahas sah; bait ini memberi lawannya. Bait 75–76 mengingatkan adanya penilaian hukum yang tidak selalu sama dengan keadaan fisik yang tampak.

Intisari & faedah
  1. Batal dan fasid dipakai sepadan dalam kerangka umum mazhab Syafi‘i yang sedang dijelaskan.
  2. Tidak terpenuhinya syarat harus dipastikan, bukan hanya diduga.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang langsung menyatakan ibadah orang lain batal karena cara sunahnya berbeda.

Cara memahami

Pelajar memeriksa apakah yang berbeda benar-benar rukun atau syarat sah.

Batas penerapan

Perbedaan sunah atau pendapat fikih tidak otomatis membatalkan amal.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 1718b

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Inti makna

Amal yang tidak sesuai dengan tuntunan agama tertolak.

Kaitan dengan bait

Penguat penolakan amal yang tidak sesuai tuntunan; rincian syarat dan istilah batal ditetapkan dalam tiap bab.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah setiap kekurangan kesempurnaan berarti amal batal?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Batal berkaitan dengan ketentuan keberlakuan yang tidak terpenuhi; kekurangan sunah tidak otomatis membatalkan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والباطل الفاسد

dan batal, yakni fasid

للصحيح ضد

adalah lawan sah

وهو الذي

dan ialah sesuatu yang

بعض شروطه فقد

sebagian syaratnya tidak terpenuhi

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والباطِلُ الفاسِدُ للصحيحِ ضِدْ

Buka penggal 2

وَهْوُ الذي بَعضُ شُرُوطِهِ فُقِدْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 74 — Batal dan fasidNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan