Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 78
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Thaharah dan hukum air · Bait 78 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
بطاهر مخالط
oleh sesuatu yang suci dan bercampur
تغيرا
ia berubah
تغيرا
suatu perubahan
إطلاق الاسم غيرا
yang mengubah penyebutan nama [air] secara mutlak
Terjemahan bait 78

Yang berubah oleh sesuatu yang suci dan bercampur, dengan perubahan yang mengubah penyebutan nama air secara mutlak.

Syarah · keterangan lengkap

Melanjutkan larangan pada bait 77

Air dapat suci pada dirinya tetapi tidak lagi menyucikan hadas atau najis. Contohnya air yang telah menjadi teh atau kuah karena campuran yang dominan. Tidak ada kenajisan yang harus dituduhkan kepada teh; persoalannya ialah ia tidak lagi disebut air mutlak dalam pengertian untuk bersuci.

Mukhaliṭ dan kadar perubahan

Mukhaliṭ adalah campuran yang menyatu dengan air menurut penjelasan fikih, sehingga perubahan dikaitkan dengan zat yang masuk ke dalamnya. Yang membuat kehilangan sifat menyucikan ialah perubahan cukup besar sampai penyebutan air mutlak tidak berlaku. Campuran sangat sedikit yang tidak mengubah nama air tidak otomatis memberikan hukum yang sama. Penilaian harus memperhatikan keadaan sebenarnya, bukan hanya apakah pernah ada benda lain yang masuk.

Contoh praktis

Air bilasan yang sudah dominan sabunnya sampai disebut larutan sabun dibedakan dari air bersih yang terkena sedikit percikan sabun tanpa perubahan berarti. Agar mudah dan tidak ragu, gunakan air mutlak yang tersedia untuk wudu dan pencucian akhir najis. Bait 79 menjelaskan sifat yang berubah dan kemungkinan menghindari campuran, sedangkan bait 80 memberi pengecualian tertentu. Karena itu, jangan memakai bait ini sendirian untuk menyatakan semua air keruh atau berbau alamiah tidak dapat dipakai.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 26. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

بطاهر مخالط تغيرا

بطاهر menyambung air pada akhir bait 77. طاهر majrur dan مخالط sifatnya; تغيّرَ kata kerja yang menerangkan perubahan air karena bahan pencampur. Alif akhir adalah pelepas rima.

تغيرا إطلاق الاسم غيرا

تغيراً maf‘ul mutlaq yang menegaskan jenis perubahan. إطلاقَ objek dari غيّرَ yang didahulukan; الاسمِ mudhaf ilaih. Maksudnya perubahan yang mengubah penyebutan bebas sebagai air.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مخالط

Akar
خ ل ط
Pola / bentuk
مُفَاعِل

Isim fa‘il dari خالط: sesuatu yang bercampur, bukan sekadar berada di dekat air.

تغيرا

Akar
غ ي ر
Pola / bentuk
تَفَعُّل untuk تَغَيُّرًا

Sebagai masdar pada awal penggal kedua, berarti perubahan. Bedakan dari تَغَيَّرَ, kata kerja pada penggal pertama.

Hubungan bait

Bait 77 membuka pengecualian; bait ini menyebut bahan suci yang bercampur dan mengubah nama air. Bait 79 merinci sifat yang berubah dan keadaan campurannya.

Intisari & faedah
  1. Bahan pencampur dapat suci tetapi membuat air tidak lagi menyucikan.
  2. Ukuran utama yang disebut ialah perubahan yang menghilangkan sebutan air mutlak.
Contoh penerapan

Keadaan

Air dicampur teh hingga disebut air teh.

Cara memahami

Minuman itu tidak najis karena teh, tetapi bukan air mutlak untuk wudu.

Batas penerapan

Sedikit campuran yang tidak mengubah sebutan air mempunyai rincian berbeda.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Furqaan 25:48

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ طَهُورًۭا

Inti makna

Allah mengirim angin sebagai kabar gembira dan menurunkan air yang suci lagi menyucikan dari langit.

Kaitan dengan bait

Dalil umum air yang menyucikan; batas perubahan karena campuran merupakan perincian fikih Syafi‘i, bukan bunyi lengkap ayat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa beda suci dan menyucikan dalam contoh air teh?

Lihat pembahasan jawaban

Air teh dapat suci untuk diminum, tetapi tidak digunakan menggantikan air mutlak untuk mengangkat hadas.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

بطاهر مخالط

oleh sesuatu yang suci dan bercampur

تغيرا

ia berubah

تغيرا

suatu perubahan

إطلاق الاسم غيرا

yang mengubah penyebutan nama [air] secara mutlak

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

بطاهِرٍ مُخَالِطٍ تَغَيَّرَا

Buka penggal 2

تَغَيُّرَا إِطلاقَ الاِسم غَيَّرَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 78 — Air berubah karena campuran yang suciNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan