Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 79
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Thaharah dan hukum air · Bait 79 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
في طعمه
pada rasanya
أو ريحه
atau baunya
أو لونه
atau warnanya
ويمكن استغناؤه
dan ia memungkinkan tidak memerlukannya / terhindar darinya
بصونه
dengan menjaganya
Terjemahan bait 79

Pada rasanya, baunya, atau warnanya, dan air itu memungkinkan terhindar dari campuran tersebut dengan dijaga.

Syarah · keterangan lengkap

Tiga sifat yang diperhatikan

Rangkaian bait 77–79 menerangkan air yang berubah karena campuran suci. Perubahan diperiksa pada rasa, bau, atau warna, dan cukup salah satunya bila kadar perubahan membuat nama air mutlak hilang. Suhu tidak disebut sebagai salah satu tiga sifat ini. Namun, perubahan sifat saja belum cukup untuk memutuskan tanpa mengetahui penyebab dan pengecualiannya.

Dapat dijaga dari campuran

Penggal kedua memberi batas penting: campuran yang dibicarakan ialah yang dapat dihindari dengan pemeliharaan biasa. Air yang berubah karena tempat aliran, endapan alamiah, atau hal yang sukar dihindari memiliki rincian pengecualian. Syariat tidak mengharuskan semua air alam memiliki warna serta bau identik dengan air kemasan baru.

Memeriksa tanpa membahayakan diri

Pembahasan rasa tidak berarti seseorang harus mencicipi air yang diduga tercemar. Pengetahuan dapat diperoleh dari ciri yang tampak dan informasi yang dapat dipercaya. Contohnya, air yang sengaja diberi sirup sampai menjadi minuman tidak dipakai untuk wudu, sedangkan air sumur dengan sifat alamiah tertentu perlu dinilai sesuai sebab perubahannya. Bila ada indikasi bahaya kesehatan, pertimbangan keselamatan juga berlaku; status fikih menyucikan tidak otomatis menjadi pernyataan bahwa air aman diminum.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 26. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

في طعمه أو ريحه أو لونه

في طعمه terkait dengan perubahan pada bait 78. طعم, ريح, dan لون berada dalam rangkaian jar melalui أو; seluruh ه kembali kepada air.

ويمكن استغناؤه بصونه

يمكنُ fi‘il mudhari‘; استغناؤه fa‘il yang diakhirkan. بصونه menerangkan cara air dapat terhindar dari bahan pencampur dengan penjagaan yang wajar.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

استغناؤه

Akar
غ ن ي
Pola / bentuk
اِسْتِفْعَال setelah i‘lal

Masdar dari استغنى, dapat tidak memerlukan atau tidak terkena hal tertentu dalam konteks air yang dijaga.

صونه

Akar
ص و ن
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar dari صان يصون: penjagaan. Kata ganti ه menunjuk air yang dijaga.

Hubungan bait

Melanjutkan bait 78: perubahan dinilai pada rasa, bau, atau warna, serta campuran yang dapat dihindari. Bait 80 memberi pengecualian agar rumusnya tidak diterapkan terlalu luas.

Intisari & faedah
  1. Rasa, bau, dan warna menjadi sifat yang diperhatikan.
  2. Pengecualian perubahan alami atau sulit dihindari dibahas sesudahnya.
Contoh penerapan

Keadaan

Air sengaja dicampur pewarna hingga tidak lagi disebut air biasa.

Cara memahami

Pelajar mengenali perubahan warna beserta perubahan sebutannya.

Batas penerapan

Tidak semua perubahan warna otomatis menghilangkan kesucian atau sifat menyucikan; sumber perubahan dan batasnya harus diketahui.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Furqaan 25:48

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ طَهُورًۭا

Inti makna

Allah mengirim angin sebagai kabar gembira dan menurunkan air yang suci lagi menyucikan dari langit.

Kaitan dengan bait

Penguat umum fungsi air untuk bersuci; rincian ketiga sifat dan campuran dirujuk kepada syarah fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Kepada apa semua ه pada طعمه، ريحه، لونه kembali?

Lihat pembahasan jawaban

Kepada air yang sedang dibahas pada bait 77–79.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

في طعمه

pada rasanya

أو ريحه

atau baunya

أو لونه

atau warnanya

ويمكن استغناؤه

dan ia memungkinkan tidak memerlukannya / terhindar darinya

بصونه

dengan menjaganya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

في طَعمِهِ أو ريحِهِ أو لَونِهِ

Buka penggal 2

ويُمكِنُ استِغنَاؤُهُ بِصَونِهِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 79 — Rasa, bau, warna, dan campuran yang dapat dihindariNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan