Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 8
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Mukadimah dan adab ilmu · Bait 8 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
فعالم
maka seorang berilmu
بعلمه
dengan ilmunya
لم يعملن
tidak mengamalkannya
معذب
diazab
من قبل
sebelum
عباد الوثن
para penyembah berhala
Terjemahan bait 8

Seorang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya diazab sebelum para penyembah berhala.

Syarah · keterangan lengkap

Tujuan teguran

Redaksi nazam sangat keras untuk menggugah orang yang mengetahui kewajiban tetapi sengaja mengabaikannya. Pengetahuan membuat alasan ketidaktahuan tidak lagi berlaku pada masalah yang telah dipahami. Yang dicela terutama adalah meninggalkan kewajiban atau melakukan larangan dengan sadar, bukan setiap kali seseorang belum mampu mengerjakan seluruh amalan sunah yang pernah dipelajarinya.

Memahami ungkapan ancaman

Pernyataan tentang urutan azab adalah bahasa ancaman dalam matan. Ia tidak boleh diubah menjadi putusan bahwa setiap orang berilmu yang berdosa pasti lebih buruk daripada semua penyembah berhala, atau bahwa kita mengetahui nasib akhir seseorang. Riwayat yang dikutip untuk mendukung urutan khusus ini tidak disajikan sebagai hadis sahih: catatan sumber menyebut penilaian munkar, bahkan penilaian palsu oleh sebagian ahli hadis. Prinsip tanggung jawab mengamalkan ilmu tetap mempunyai dasar yang kuat, antara lain teguran kepada orang yang menyuruh kebajikan tetapi melupakan dirinya dalam al-Baqarah ayat 44.

Respons yang tepat

Seorang pelajar sebaiknya menjadikan teguran ini untuk memeriksa diri, bukan merendahkan guru atau orang lain. Bila mengetahui kesalahan dalam praktik, langkahnya adalah bertobat, memperbaiki, dan meminta penjelasan apabila masih ragu. Ilmu tidak menuntut manusia menjadi tanpa salah, tetapi menuntut kesediaan menerima kebenaran dan bertanggung jawab. Pintu ampunan tidak tertutup hanya karena seseorang pernah gagal mengamalkan pelajaran.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 7. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

فعالم بعلمه لم يعملن

عالمٌ mubtada. بعلمه terkait dengan يعمل: mengamalkan ilmunya. لم menafikan serta menjazmkan fi‘il; bentuk يعملن memuat nun penegas dalam gaya nazam, bukan nun tanda jamak. Rangkaian negatif menerangkan عالم.

معذب من قبل عباد الوثن

معذبٌ khabar bagi عالم. من قبل keterangan urutan waktu; عبادِ mudhaf ilaih dari قبل, dan الوثنِ mudhaf ilaih dari عباد. Maksud susunannya ialah peringatan tentang beratnya tanggung jawab orang berilmu.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

عالم

Akar
ع ل م
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il dari عَلِمَ. Bedakan عالِم (orang berilmu) dengan عالَم (alam ciptaan) pada bait 24.

معذب

Akar
ع ذ ب
Pola / bentuk
مُفَعَّل

Isim maf‘ul dari عَذَّبَ: yang dikenai azab. Tasydid menunjukkan bentuk turunan فعّل.

Hubungan bait

Sesudah ajakan mengamalkan ilmu pada bait 7, pengarang memperingatkan orang berilmu yang mengabaikan amal. Bait 9 melengkapi sisi lainnya: amal pun memerlukan ilmu.

Intisari & faedah
  1. Semakin tahu suatu kewajiban, semakin besar tanggung jawab untuk menunaikannya.
  2. Peringatan nazam tidak digunakan untuk memastikan nasib akhir individu tertentu.
Contoh penerapan

Keadaan

Seorang pelajar tahu bahwa titipan harus dijaga, tetapi tetap menggunakannya tanpa izin.

Cara memahami

Ia perlu menghentikan perbuatan, mengembalikan hak, dan memperbaiki amalnya.

Batas penerapan

Ilmu yang dimiliki tidak menjadi alasan merasa pasti lebih selamat daripada orang lain.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Baqara 2:44

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

۞ أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Inti makna

Teguran bagi orang yang menyuruh orang lain berbuat baik tetapi melupakan dirinya sendiri, padahal membaca Kitab.

Kaitan dengan bait

Penguat teguran kepada orang yang menyuruh kebaikan tetapi melupakan dirinya. Ayat ini tidak menyebut urutan azab persis seperti redaksi bait.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa pasangan mubtada dan khabar utama pada bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

عالمٌ adalah mubtada dan معذبٌ adalah khabar. Bagian di antaranya menerangkan orang berilmu yang tidak beramal.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

فعالم

maka seorang berilmu

بعلمه

dengan ilmunya

لم يعملن

tidak mengamalkannya

معذب

diazab

من قبل

sebelum

عباد الوثن

para penyembah berhala

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

فعالمٌ بعلمِهِ لم يعمَلَنْ

Buka penggal 2

مُعَذَّبٌ من قبلِ عُبَّادِ الوَثَنْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 8 — Tanggung jawab orang yang berilmuNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan