Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 80
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Thaharah dan hukum air · Bait 80 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
واستثن تغييرا
dan kecualikan suatu perubahan
بعود صلب
oleh kayu yang keras
أو ورق
atau daun
أو طحلب
atau lumut air
أو ترب
atau tanah
Terjemahan bait 80

Kecualikan perubahan oleh kayu yang keras, daun, lumut air, atau tanah.

Syarah · keterangan lengkap

Mengapa ada pengecualian?

Tidak semua perubahan air menghilangkan sifat menyucikan. Syarah membedakan perubahan karena benda yang berdekatan tanpa menyatu secara dominan dan perubahan akibat hal alamiah yang sukar dihindari. Contoh kayu keras menerangkan mujawir: pengaruh bau dapat terjadi tanpa air berubah menjadi larutan lain yang tidak lagi disebut air.

Daun, lumut, dan tanah

Daun yang jatuh secara alamiah, lumut yang tumbuh di tempat air, serta tanah pada tempat atau lintasan air dapat menyebabkan perubahan yang dimaafkan menurut rinciannya. Ini berbeda dari sengaja mengolah air menjadi minuman daun atau campuran yang memiliki nama baru. Tanah yang membuat keruh juga dibedakan dari campuran sangat pekat yang sudah disebut lumpur, bukan air.

Penerapan yang tidak berlebihan

Air kolam tidak langsung dihukumi tak menyucikan hanya karena ada lumut pada pinggirnya. Air sungai keruh akibat tanah juga tidak otomatis najis. Perlu diketahui apakah yang masuk suci atau najis, apakah perubahan termasuk pengecualian, serta apakah masih disebut air. Bait memberi ruang menggunakan air alam dengan wajar, sambil tetap memperhatikan keamanan penggunaan. Jangan mencampur penilaian najis, kehilangan sifat menyucikan, dan bahaya kesehatan menjadi satu label, sebab masing-masing mempunyai dasar berbeda.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 26. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

واستثن تغييرا بعود صلب

استثنِ fi‘il amr; تغييراً objeknya. بعود jar-majrur dan صلب sifat bagi عود. Pengecualian berkaitan dengan kayu padat yang tidak bercampur larut sebagaimana pencampur pada bait 78.

أو ورق أو طحلب أو ترب

ورق, طحلب, dan ترب mengikuti عود melalui أو sehingga berada dalam keadaan jar. Daftar ini melanjutkan contoh perubahan yang dikecualikan dengan ketentuannya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تغييرا

Akar
غ ي ر
Pola / bentuk
تَفْعِيل

Masdar dari غيّر, mengubah; berbeda pola dengan تغيّرًا dari تغيّر pada bait 78.

صلب

Akar
ص ل ب
Pola / bentuk
فُعْل dalam صُلْب

Sifat yang menunjukkan keras/padat. Dalam contoh ini membantu membedakan mujawir dari pencampur yang larut.

Hubungan bait

Bait 78–79 memberi aturan campuran; bait 80 mencegah penerapan yang terlalu umum. Sesudah pengecualian bahan suci, bait 81 beralih kepada air yang terkena najis.

Intisari & faedah
  1. Perubahan karena faktor yang dikecualikan tidak otomatis menghilangkan sifat menyucikan.
  2. Jenis bahan dan cara keberadaannya di air perlu diperhatikan.
Contoh penerapan

Keadaan

Kolam berubah sedikit karena lumut yang tumbuh alami dan sulit dihindari.

Cara memahami

Perubahan ini dibaca dalam pengecualian yang dijelaskan syarah.

Batas penerapan

Jangan menyamakan lumut alami dengan sengaja mencampur bahan hingga cairan berubah menjadi minuman atau larutan lain.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Hajj 22:78

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍۢ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

Inti makna

Perintah berjuang di jalan Allah dan mengikuti agama yang tidak dimaksudkan untuk membawa kesempitan, disertai perintah salat, zakat, dan berpegang kepada-Nya.

Kaitan dengan bait

Penguat umum bahwa agama tidak bermaksud menimbulkan kesempitan; daftar pengecualian teknis tetap berdasarkan penjelasan fikih, bukan disimpulkan dari ayat ini saja.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa beda تغيير dan تغيّر dari sisi pola?

Lihat pembahasan jawaban

تغيير adalah masdar فعّل, sedangkan تغيّر adalah masdar تفعّل; keduanya berkaitan tetapi bentuknya berbeda.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

واستثن تغييرا

dan kecualikan suatu perubahan

بعود صلب

oleh kayu yang keras

أو ورق

atau daun

أو طحلب

atau lumut air

أو ترب

atau tanah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

واستَثْنِ تَغييراً بعُودٍ صُلْبِ

Buka penggal 2

أو وَرَقٍ أو طُحْلُبٍ أو تُرْبِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 80 — Perubahan yang tidak menghilangkan sifat menyucikanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan