Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 83
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Thaharah dan hukum air · Bait 83 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أو قلتين
atau [sebanyak] dua qullah
بالرطيل الرملي
dengan ukuran rithl Ramli
فوق ثمانين
di atas delapan puluh
قريب رطل
mendekati [tambahan] satu rithl
Terjemahan bait 83

Atau [air berjumlah] dua qullah, yang dengan rithl Ramli melebihi delapan puluh, mendekati tambahan satu rithl.

Syarah · keterangan lengkap

Kalimat hukum belum selesai

Kata atau menyambung pembahasan air yang tidak sah dipakai untuk bersuci: air sedikit yang terkena najis, atau air dua qullah dan lebih yang berubah karena najis. Syarat perubahan untuk air banyak disebut pada bait 85. Jika bait 83 dibaca sendirian, orang dapat salah mengira semua air dua qullah menjadi tidak boleh digunakan. Padahal yang menentukan pada air banyak ialah perubahan akibat najis.

Rithl bukan liter

Rithl merupakan satuan berat tradisional yang nilainya berbeda menurut wilayah. Rithl Ramli berkaitan dengan ukuran yang dikenal di Ramlah. Pengarang memberikan pendekatan jumlah untuk memudahkan pembaca sezamannya. Karena satuan serta dasar konversi berbeda, angka delapan puluh pada bait tidak boleh langsung dibaca delapan puluh liter.

Cara memahami untuk masa kini

Pengertian utama dua qullah ialah ambang air banyak dalam hukum air mazhab Syafi‘i. Konversi modern ke liter dapat berbeda menurut ukuran rithl atau hasta yang dipakai dalam perhitungan. Aplikasi mempertahankan satuan matan dan tidak mengklaim satu angka liter sebagai ukuran pasti yang disepakati. Untuk bak nyata yang berada dekat ambang, gunakan pedoman ukuran yang dijelaskan guru dengan dasar konversi yang jelas. Hindari menetapkan air sedikit atau banyak hanya dengan melihat bentuk wadah tanpa mengetahui volumenya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 27. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أو قلتين بالرطيل الرملي

أو menyambung alternatif pada pembahasan air, bukan memulai larangan terhadap seluruh air dua qullah. قلتين berada pada rangkaian yang mengandaikan air sebanyak dua qullah; بالرطيل jar-majrur dan الرملي sifat nisbah bagi satuan rithl.

فوق ثمانين قريب رطل

فوقَ zharaf ukuran dan ثمانين mudhaf ilaih majrur dengan ya. قريبَ رطل memberi pendekatan tambahan ukuran. Susunan menyatakan taksiran dalam rithl Ramli, bukan angka liter.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

قلتين

Akar
ق ل ل
Pola / bentuk
Mutsanna

Bentuk dua dari قلة. Akhiran ـين berkaitan dengan i‘rab, bukan angka dua puluh.

الرملي

Akar
—
Pola / bentuk
Isim nisbah

Menunjuk nisbah kepada Ramlah pada satuan rithl yang digunakan.

Hubungan bait

Pembahasan air dua qullah belum selesai pada bait ini: syarat berubah karena najis baru dinyatakan pada bait 85. Bait 84 menyebut ukuran wilayah lain.

Intisari & faedah
  1. Dua qullah adalah ambang pembahasan air banyak, bukan jenis air yang otomatis najis.
  2. Rithl Ramli dan liter adalah satuan berbeda.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar membaca angka delapan puluh lalu menetapkan bak 80 liter pasti dua qullah.

Cara memahami

Ia menelusuri satuan yang dipakai dan dasar konversi sebelum menyimpulkan.

Batas penerapan

Aplikasi tidak menjadikan taksiran rithl sebagai satu angka liter yang disepakati semua rujukan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sunan Abu Dawud 63

Hadis; dinilai sahih oleh al-Albani pada sumber tertaut. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ

Inti makna

Apabila air mencapai dua qullah, air itu tidak menanggung najis, dengan rincian pemahaman fikihnya.

Kaitan dengan bait

Hadis menyebut dua qullah; angka rithl Ramli pada bait adalah penjelasan ukuran oleh ahli fikih, bukan angka dalam hadis ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa kesalahan membaca bait 83 sendirian?

Lihat pembahasan jawaban

Dapat menimbulkan dugaan bahwa semua air dua qullah tidak dapat dipakai, padahal syarat perubahan oleh najis berlanjut pada bait 85.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أو قلتين

atau [sebanyak] dua qullah

بالرطيل الرملي

dengan ukuran rithl Ramli

فوق ثمانين

di atas delapan puluh

قريب رطل

mendekati [tambahan] satu rithl

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أو قُلَّتَيْنِ بالرُّطَيْلِ الرَّمْلِي

Buka penggal 2

فَوقَ ثَمَانين قَرِيبَ رِطْلِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 83 — Dua qullah dalam ukuran rithl RamliNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan