Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 84
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Thaharah dan hukum air · Bait 84 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أو قلتين
atau [ukuran] dua qullah
بالدمشقي هيه
dengan [rithl] Damaskus, ia adalah
ثمان أرطال
delapan rithl
أتت بعد ميه
yang datang sesudah seratus
Terjemahan bait 84

Atau dua qullah itu, dengan [ukuran rithl] Damaskus, adalah delapan rithl sesudah seratus.

Syarah · keterangan lengkap

Angka yang dimaksud

Delapan setelah seratus berarti sekitar seratus delapan rithl Damaskus dalam redaksi nazam. Ini adalah penyajian lain untuk jumlah air yang sama, bukan dua batas hukum yang saling bertentangan. Satu qullah secara asal merupakan wadah besar; dalam fikih ukuran dua qullah kemudian dijelaskan dengan takaran serta berat.

Mengapa hasilnya berbeda dari bait 83?

Rithl suatu wilayah tidak selalu sama dengan rithl wilayah lain. Hal ini mirip perbedaan satuan lokal: jumlah angkanya berubah karena ukuran per satuan berubah. Syarah mencatat pula rincian pecahan dan perbedaan dasar ukuran. Karena itu, angka nazam harus dipahami sebagai taksiran dalam tradisi ukur, tidak diterapkan seolah semua rithl adalah satu satuan universal yang persis sama.

Menggunakan ukuran dengan bertanggung jawab

Untuk keperluan belajar, pahami prinsipnya dahulu: air sedikit terkena najis memiliki hukum yang berbeda dari air banyak yang tidak berubah. Untuk mengukur bak, volume air yang benar-benar terisi lebih relevan daripada kapasitas maksimum bak kosong. Tinggi air dapat berubah setiap digunakan. Bila air tidak diketahui terkena najis, tidak perlu memaksakan pemeriksaan dua qullah untuk menimbulkan keraguan baru; air mutlak yang suci tetap dapat dipakai, meskipun jumlahnya sedikit.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 27. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أو قلتين بالدمشقي هيه

أو melanjutkan penjelasan takaran. بالدمشقي berarti dengan satuan rithl Damaskus. هي menunjuk ukuran yang dibahas; ه akhir pada هيه adalah ha sakt untuk berhenti/rima, bukan objek kata kerja.

ثمان أرطال أتت بعد ميه

ثمانُ khabar dalam penjelasan jumlah dan أرطالٍ mudhaf ilaih. أتتْ menerangkan datangnya delapan setelah seratus; بعدَ zharaf dan ميه bentuk nazam untuk مئة. Maknanya sekitar 108 rithl Damaskus.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

أرطال

Akar
ر ط ل
Pola / bentuk
أَفْعَال

Jamak taksir dari رطل. Nilai satu rithl tidak seragam untuk semua wilayah sejarah.

الدمشقي

Akar
—
Pola / bentuk
Isim nisbah

Menisbahkan satuan kepada Damaskus, sehingga tidak disamakan begitu saja dengan rithl Ramli.

Hubungan bait

Bait 83 dan 84 menerangkan dua sistem ukuran untuk pembahasan yang sama. Bait 85 menyelesaikan ketentuan air banyak yang berubah karena najis.

Intisari & faedah
  1. Perbedaan angka dapat berasal dari perbedaan besar satuan.
  2. Ukuran air yang dihitung adalah air yang benar-benar ada, bukan kapasitas maksimal wadah kosong.
Contoh penerapan

Keadaan

Dua catatan fikih memakai jumlah rithl yang berbeda untuk dua qullah.

Cara memahami

Pelajar memeriksa wilayah dan definisi rithlnya terlebih dahulu.

Batas penerapan

Perbedaan angka belum tentu berarti perbedaan batas hukum.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sunan Abu Dawud 63

Hadis; dinilai sahih oleh al-Albani pada sumber tertaut. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ

Inti makna

Apabila air mencapai dua qullah, air itu tidak menanggung najis, dengan rincian pemahaman fikihnya.

Kaitan dengan bait

Dasar istilah dua qullah. Perincian rithl Damaskus berasal dari tradisi pengukuran fikih dan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Berapa jumlah yang dinyatakan oleh ثمان أرطال أتت بعد ميه?

Lihat pembahasan jawaban

Delapan setelah seratus, yaitu sekitar 108 rithl Damaskus menurut redaksi matan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أو قلتين

atau [ukuran] dua qullah

بالدمشقي هيه

dengan [rithl] Damaskus, ia adalah

ثمان أرطال

delapan rithl

أتت بعد ميه

yang datang sesudah seratus

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أو قُلَّتَيْنِ بالدِّمَشقِيِّ هِيَهْ

Buka penggal 2

ثَمَانُ أَرطالٍ أَتَت بَعدَ مِيَهْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 84 — Ukuran Damaskus dan perbedaan satuanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan