Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Thaharah dan hukum air · Bait 87 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وكل ما استعمل
- dan setiap air yang telah dipakai
- في تطهير فرض
- dalam penyucian wajib
- وقل
- dan jumlahnya sedikit
- ليس بالطهور
- bukan yang menyucikan
Terjemahan bait 87
Setiap air yang telah dipakai untuk penyucian wajib dan jumlahnya sedikit bukanlah air yang menyucikan.
Syarah · keterangan lengkap
Definisi yang lebih tepat
Air musta‘mal dalam pembahasan ini ialah air sedikit yang telah dipakai untuk bagian penyucian wajib lalu terpisah dari anggota atau tempat yang disucikan. Contoh mudahnya air yang menetes setelah basuhan wajib wudu, ketika tidak bercampur najis. Menurut mazhab Syafi‘i, air itu suci pada dirinya tetapi tidak dipakai lagi untuk mengangkat hadas atau menghilangkan najis dalam keadaan yang dijelaskan.
Tidak setiap bekas pemakaian
Air yang masih berada di gayung atau wadah tidak otomatis menjadi musta‘mal hanya karena sebagian telah dituangkan. Air yang dipakai membasuh untuk kesejukan atau basuhan tambahan yang sunah juga memiliki hukum berbeda. Air selama mengalir pada anggota dalam satu penyucian tidak dihukumi terputus kegunaannya pada setiap titik kulit; pembahasan terpisah dari anggota penting agar wudu tidak menjadi mustahil dilakukan.
Arti wajib pada definisi
Syarah menjelaskan fardu dalam konteks ini sebagai bagian penyucian yang diperlukan untuk mencapai maksudnya, bukan semata-mata apakah pelakunya berdosa bila tidak melakukannya. Ada rincian khusus pada orang yang belum mukalaf dan bentuk penyucian lain. Praktik sederhana yang aman ialah memakai air mutlak dari sumber atau wadah bersih, membiarkan air bekas mengalir terpisah, dan tidak menganggap percikan wudu sebagai najis. Jika air bekas terkena najis, hukum najisnya diperiksa tersendiri.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 29. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وكل ما استعمل في تطهير
كلُّ mubtada dan ما maushul sebagai mudhaf ilaih. استُعملَ fi‘il pasif sebagai shilah. في تطهير jar-majrur yang masih disambung فرض pada penggal kedua.
فرض وقل ليس بالطهور
فرضٍ mudhaf ilaih bagi تطهير. وقلّ menambahkan sifat jumlahnya sedikit. ليس بالطهور menjadi khabar rangkaian mubtada; ب menguatkan penafian, sehingga الطهور majrur lafaznya tetapi berkedudukan khabar ليس.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Istilah مستعمل sudah disebut pada bait 77; bait ini merinci penggunaan untuk penyucian wajib dan keadaan sedikit. Hubungan air bekas pencucian najis kembali muncul pada bait 99.
Intisari & faedah
- Air bekas basuhan wajib yang telah terpisah mempunyai ketentuan musta‘mal.
- Suci tetapi tidak menyucikan tidak sama dengan najis.
Contoh penerapan
Keadaan
Tetesan dari basuhan wajib wudu yang bersih terkumpul dalam jumlah sedikit.
Cara memahami
Menurut pembahasan ini, tetesan itu suci tetapi tidak dipakai kembali untuk mengangkat hadas.
Batas penerapan
Air yang masih di wadah tidak otomatis berubah menjadi musta‘mal hanya karena sebagian telah dituangkan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Maaida 5:6
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Inti makna
Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.
Kaitan dengan bait
Ayat memberi dasar bersuci untuk salat; klasifikasi air musta‘mal merupakan perincian fikih Syafi‘i, bukan istilah yang dinyatakan langsung dalam ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apakah air yang ليس بالطهور otomatis najis?
Lihat pembahasan jawaban
Tidak. Ia dapat suci pada dirinya tetapi tidak menyucikan menurut keadaan yang dijelaskan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وكل ما استعمل
dan setiap air yang telah dipakai
في تطهير فرض
dalam penyucian wajib
وقل
dan jumlahnya sedikit
ليس بالطهور
bukan yang menyucikan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وكُلُّ ما استُعمِلَ في تَطهيرِ
Buka penggal 2
فَرْضٍ وقَلَّ ليس بالطَّهُورِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 87 — Air musta‘mal yang sedikitNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.