Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Najis dan cara menyucikannya · Bait 88 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- المسكر المائع
- sesuatu yang memabukkan dalam bentuk cair
- والخنزير
- dan babi
- والكلب
- dan anjing
- مع فرعيهما
- beserta keturunan keduanya
- والسور
- dan sisa yang berasal dari mereka / sisa minumnya
Terjemahan bait 88
Cairan memabukkan, babi, dan anjing beserta keturunan keduanya serta sisa [yang berasal dari mereka] adalah najis.
Syarah · keterangan lengkap
Lingkup mazhab
Bait mengawali bab najis dalam mazhab Syafi‘i. Cairan memabukkan yang dimaksud ialah khamr dan yang masuk hukumnya. Anjing serta babi dipandang najis, termasuk keturunan yang dibahas ulama dari keduanya. Kata su’r lazim menunjuk sisa minuman setelah diminum hewan; pada syarah juga diterangkan bagian serta cairan yang berasal dari hewan najis tersebut.
Haram tidak selalu berarti najis
Sesuatu dapat haram karena merusak akal atau menimbulkan bahaya tetapi tidak otomatis najis secara zat. Karena itu, pengarang membatasi dengan kata cair. Istilah alkohol pada produk modern juga tidak boleh diputuskan hanya dari satu kata tanpa mengetahui zat, proses, dan rincian hukum yang relevan. Bait membahas kategori dasar, bukan menetapkan semua produk kimia memiliki satu hukum yang sama.
Perpindahan najis memerlukan keadaan yang memungkinkan
Menyentuh benda najis ketika kedua permukaan benar-benar kering tidak otomatis memindahkan najis. Jika ada kelembapan yang memindahkan zat, penilaian berbeda. Perlakuan fikih terhadap najis juga bukan izin menyiksa hewan. Anjing tetap makhluk yang tidak boleh dizalimi. Pelajar membedakan aturan bersuci dari sikap kasih sayang dan keselamatan, lalu mempelajari pencucian najis berat pada bait 95.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 29. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
المسكر المائع والخنزير
المسكرُ membuka rangkaian mubtada/daftar benda najis. المائعُ sifatnya, yang membatasi pembahasan pada zat memabukkan yang cair. الخنزير dihubungkan kepada daftar tersebut.
والكلب مع فرعيهما والسور
الكلب mengikuti rangkaian. مع فرعيهما menyertakan keturunan silang sesuai rincian; فرعي majrur dengan ya sebagai mutsanna yang nunnya hilang karena idhafah, dan هما mudhaf ilaih. السور adalah ejaan nazam bagi السؤر, sisa minum; khabar najis dipahami dari judul pembahasan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Setelah hukum air, bait 88–90 memulai daftar najis. Rincian pencucian anjing dan babi baru diterangkan pada bait 95.
Intisari & faedah
- Membedakan haram dan najis tetap penting; keduanya tidak selalu identik pada setiap benda.
- Istilah sisa minum di sini mengikuti hewan yang sedang dibahas, bukan semua hewan.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar mengira semua benda yang haram dikonsumsi pasti najis secara fisik.
Cara memahami
Ia mempelajari klasifikasi najis pada babnya dan batas المائع pada bait.
Batas penerapan
Contoh benda memabukkan yang bukan cair memerlukan rincian, tidak diambil hanya dari satu kata المسكر.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Maaida 5:90
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Inti makna
Khamr, perjudian, persembahan berhala, dan undian nasib diperintahkan untuk dijauhi sebagai perbuatan keji dari pekerjaan setan.
Kaitan dengan bait
Ayat melarang khamr dan menyebutnya rijs; penetapan teknis najis cairan memabukkan mengikuti penjelasan fikih mazhab.
Buka sumber lengkap ↗Shahih Muslim 279d
Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ
Inti makna
Bejana yang dijilat anjing disucikan dengan tujuh kali pencucian, yang pertama dengan tanah dalam lafaz riwayat ini.
Kaitan dengan bait
Hadis pencucian bejana yang dijilat anjing mendukung bagian daftar tentang anjing; ketentuan babi dibahas dengan dasar fikih terkait.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa fungsi المائع setelah المسكر?
Lihat pembahasan jawaban
Sifat yang membatasi zat memabukkan dalam rumusan ini pada yang cair.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
المسكر المائع
sesuatu yang memabukkan dalam bentuk cair
والخنزير
dan babi
والكلب
dan anjing
مع فرعيهما
beserta keturunan keduanya
والسور
dan sisa yang berasal dari mereka / sisa minumnya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
المُسْكِرُ المائِعُ والخِنْزِيرُ
Buka penggal 2
والكلبُ مع فَرْعَيْهِمَا والسُّورُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 88 — Awal daftar najisNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.