Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 93
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Najis dan cara menyucikannya · Bait 93 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وتطهر الخمر
dan khamr menjadi suci
إذا تخللت
apabila berubah menjadi cuka
بنفسها
dengan sendirinya
وإن غلت أو نقلت
meskipun bergolak atau dipindahkan
Terjemahan bait 93

Khamr menjadi suci apabila berubah menjadi cuka dengan sendirinya, meskipun bergolak atau dipindahkan.

Syarah · keterangan lengkap

Perubahan hakikat zat

Takhallul berarti berubah menjadi cuka. Dalam pembahasan ini, hilangnya sifat khamr melalui perubahan yang memenuhi ketentuan membuatnya suci. Perubahan ini berbeda dari sekadar mengencerkan minuman dengan air atau menambahkan aroma sehingga rasa aslinya tersamarkan. Yang dibicarakan ialah perubahan zat serta sifat yang menjadi dasar hukum.

Arti dengan sendirinya

Mazhab Syafi‘i memberi rincian penting tentang perubahan tanpa memasukkan benda tertentu yang menajiskan hasilnya. Memindahkan wadah dari tempat teduh ke tempat terkena matahari atau sebaliknya tidak selalu merusak status perubahan yang dibolehkan. Namun, mencampurkan bahan ke dalam khamr memiliki rincian lain. Bait tidak dapat dijadikan keputusan otomatis atas semua proses industri tanpa mengetahui tahap serta bahannya.

Bergolak dalam konteks wadah

Ghalat dijelaskan dalam syarah sebagai naik atau bergolaknya isi wadah, kemudian turun dan mengalami perubahan. Pembahasannya mencakup bagian wadah yang sebelumnya terkena cairan. Kata ini tidak berarti sekadar merebus khamr sebentar pasti menyucikannya. Pelajar perlu membedakan proses yang benar-benar mengubahnya menjadi cuka dari perlakuan yang hanya mengubah suhu. Ketika menilai produk, keterangan proses yang dapat dipercaya lebih berguna daripada menebak berdasarkan nama dagang.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 31. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وتطهر الخمر إذا تخللت

تطهرُ fi‘il mudhari‘ dan الخمرُ fa‘il. إذا mengandung syarat; تخللت fi‘il madhi dengan pelaku tersirat khamr, yakni berubah menjadi cuka.

بنفسها وإن غلت أو نقلت

بنفسها menerangkan bahwa perubahan terjadi dengan sendirinya. وإن غلت menyertakan keadaan mendidih; أو نُقلت menyertakan dipindahkan. Keduanya tidak otomatis berarti ditambahkan bahan yang dipakai membuatnya menjadi cuka.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

تخللت

Akar
خ ل ل
Pola / bentuk
تَفَعَّلَتْ

Fi‘il madhi dari تخلّل, dalam konteks ini berubah menjadi cuka. Ta akhir menyesuaikan الخمر.

نقلت

Akar
ن ق ل
Pola / bentuk
فُعِلَتْ

Dalam bacaan نُقِلَتْ, nun adalah huruf akar dari نقل, bukan tambahan pola. Bentuknya pasif: dipindahkan.

Hubungan bait

Bait 88 menyebut cairan memabukkan dalam daftar najis. Di sini dibahas salah satu keadaan perubahan yang mengubah hukumnya; bait 94 memberi contoh penyucian kulit melalui penyamakan.

Intisari & faedah
  1. Khamr yang berubah sendiri menjadi cuka mempunyai ketentuan kesucian.
  2. Perubahan alami dibedakan dari proses dengan memasukkan bahan, yang mempunyai rincian berbeda.
Contoh penerapan

Keadaan

Cairan khamr berubah menjadi cuka dengan sendirinya tanpa penambahan bahan yang menghalangi ketentuan penyucian.

Cara memahami

Kasus dibaca menurut syarat perubahan alami dalam mazhab.

Batas penerapan

Tidak semua produk yang diberi nama cuka otomatis memenuhi contoh ini; proses dan keadaannya perlu diketahui.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 1983

Riwayat Anas dalam Shahih Muslim; petikan penuturan dan jawaban Nabi. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

سُئِلَ عَنِ الْخَمْرِ تُتَّخَذُ خَلاًّ فَقَالَ لاَ

Inti makna

Nabi ditanya tentang khamr yang sengaja dijadikan cuka, lalu menjawab tidak.

Kaitan dengan bait

Hadis tentang larangan menjadikan khamr sebagai cuka membantu membedakan tindakan sengaja memprosesnya dari perubahan sendiri yang dibahas dalam fikih.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah nun pada نُقلت merupakan huruf tambahan seperti pada kata kerja kami?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Nun itu huruf akar ن ق ل. Kata tersebut berbentuk pasif, bukan mudhari‘ pelaku kami.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وتطهر الخمر

dan khamr menjadi suci

إذا تخللت

apabila berubah menjadi cuka

بنفسها

dengan sendirinya

وإن غلت أو نقلت

meskipun bergolak atau dipindahkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وتَطْهُرُ الخَمرُ إذا تَخَلَّلَتْ

Buka penggal 2

بنَفسِهَا وإِن غَلَتْ أو نُقِلَتْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 93 — Khamr yang berubah menjadi cukaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan