Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 95
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Najis dan cara menyucikannya · Bait 95 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
نجاسة الخنزير
najis babi
مثل الكلب
seperti [najis] anjing
تغسل سبعا
dibasuh tujuh kali
مرة بترب
satu kali dengan tanah
Terjemahan bait 95

Najis babi seperti najis anjing: dibasuh tujuh kali, satu kali di antaranya dengan tanah.

Syarah · keterangan lengkap

Kategori najis berat

Dalam mazhab Syafi‘i, najis anjing dan babi serta yang mengikuti hukumnya disebut mughallazhah. Dasar pembasuhan tujuh kali dengan tanah terdapat dalam hadis tentang jilatan anjing; syarah menjelaskan penerapan hukumnya pada babi. Yang dicuci ialah tempat yang benar-benar terkena perpindahan najis, bukan semua benda yang kebetulan berada di dekat hewan tersebut.

Cara memahami tujuh basuhan

Hilangkan benda najisnya, lalu lakukan pembasuhan yang dihitung menurut ketentuan. Basuhan yang diperlukan sampai benda najis hilang diperhitungkan sebagai satu dalam rincian pencucian, sehingga sekadar menuang tujuh kali sementara kotorannya masih melekat belum mencukupi. Salah satu dari tujuh basuhan menggunakan tanah suci yang bercampur air dan menjangkau seluruh bagian yang terkena. Penggunaan tanah pada basuhan awal dianjurkan dalam penjelasan hadis.

Tanah dan sabun

Sabun membantu membersihkan, tetapi tidak otomatis menggantikan tanah dalam pendapat mazhab yang diajarkan pada matan. Produk pembersih yang mengandung tanah pun perlu diketahui kandungan dan penggunaannya. Rincian keadaan darurat atau pendapat berbeda tidak dihapus, tetapi tidak disisipkan sebagai pengganti aturan dasar tanpa penjelasan.

Menghindari waswas

Jika tangan dan bulu anjing sama-sama kering dan tidak ada perpindahan zat, jangan langsung menetapkan tangan najis. Jika air liur benar-benar mengenai bagian tertentu, cukup sucikan bagian yang terkena sesuai ketentuan. Tidak perlu mencuci seluruh rumah berdasarkan dugaan. Pengetahuan tentang sebab perpindahan sama pentingnya dengan mengetahui jumlah basuhan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 32. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

نجاسة الخنزير مثل الكلب

نجاسةُ mubtada dan الخنزيرِ mudhaf ilaih. مثلُ khabar dan الكلبِ mudhaf ilaih; ada kata yang dipahami menurut makna: seperti najis anjing, bukan zat najis disamakan dengan tubuh anjing secara gramatikal semata.

تغسل سبعا مرة بترب

تُغسلُ fi‘il pasif dengan na’ib fa‘il tersirat kembali kepada najis/tempat yang disucikan. سبعاً mewakili hitungan basuhan: tujuh kali. مرةً memperinci salah satu basuhan, dan بترب menunjukkan penyertaan tanah.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

نجاسة

Akar
ن ج س
Pola / bentuk
فَعَالَة

Masdar/isim keadaan yang menunjukkan kenajisan dalam istilah fikih.

تغسل

Akar
غ س ل
Pola / bentuk
تُفْعَلُ

Mudhari‘ pasif dari غسل. Terjemahannya dicuci, bukan ia mencuci orang lain.

Hubungan bait

Anjing dan babi telah disebut pada bait 88 dan dikecualikan dari penyamakan pada bait 94. Bait 95 kini menerangkan cara mencuci najisnya; bait 96 membandingkan najis selain keduanya.

Intisari & faedah
  1. Pencucian najis anjing dan babi dalam mazhab ini memerlukan tujuh basuhan, salah satunya dengan tanah yang memenuhi ketentuan.
  2. Benda najisnya perlu dihilangkan; angka basuhan bukan sekadar menuang tanpa memperhatikan hasil.
Contoh penerapan

Keadaan

Bejana dijilat anjing dan terkena air liurnya.

Cara memahami

Bejana disucikan menurut tujuh basuhan dengan penyertaan tanah pada salah satunya, sesuai rincian fikih.

Batas penerapan

Hadis menyebut anjing; penyamaan babi pada bait dijelaskan melalui penalaran fikih mazhab, bukan dianggap lafaz hadis yang sama.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih Muslim 279d

Hadis dalam Shahih Muslim. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ

Inti makna

Bejana yang dijilat anjing disucikan dengan tujuh kali pencucian, yang pertama dengan tanah dalam lafaz riwayat ini.

Kaitan dengan bait

Hadis secara langsung menyebut tujuh pencucian bejana yang dijilat anjing, yang pertama dengan tanah; matan menyatakan salah satunya dengan tanah dalam rincian mazhab.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah penyebutan babi pada bait ini merupakan lafaz yang sama dengan hadis bejana anjing?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Hadis menyebut anjing; penetapan terhadap babi dijelaskan melalui dasar dan penalaran fikih mazhab.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

نجاسة الخنزير

najis babi

مثل الكلب

seperti [najis] anjing

تغسل سبعا

dibasuh tujuh kali

مرة بترب

satu kali dengan tanah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

نجاسَةُ الخِنزيرِ مثلُ الكَلبِ

Buka penggal 2

تُغْسَلُ سَبْعَا مَرَّةً بِتُرْبِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 95 — Menyucikan najis anjing dan babiNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan