Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Najis dan cara menyucikannya · Bait 96 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وما سوى ذين
- dan selain dua jenis itu
- ففردا يغسل
- maka dibasuh satu kali
- والحت
- dan menggosok / mengerik
- والتثليث فيه أفضل
- serta membasuh tiga kali padanya lebih utama
Terjemahan bait 96
Selain dua jenis itu dibasuh satu kali [yang menyucikan]; menggosok dan membasuh tiga kali lebih utama.
Syarah · keterangan lengkap
Satu basuhan yang memenuhi syarat
Satu kali cukup apabila benda najis serta sifat yang wajib dihilangkan telah hilang dan air digunakan dengan cara yang benar. Angka satu bukan izin berhenti sementara najis masih tersisa. Jika perlu beberapa kali untuk menghilangkannya, pembersihan dilanjutkan sampai syarat tercapai. Bait 97 menerangkan perbedaan najis yang masih terlihat dan yang hanya tersisa hukumnya.
Menggosok dapat berubah menjadi perlu
Al-hatt berarti menggosok atau mengerik bagian yang melekat. Ia disebut lebih utama bila kebersihan dapat tercapai tanpanya. Jika najis tidak dapat hilang kecuali dengan menggosok atau bantuan pembersih, cara tersebut menjadi diperlukan untuk mencapai kewajiban menyucikan. Demikian pula anjuran tiga kali berlaku setelah dasar penyucian diperhatikan, bukan menambah hitungan tanpa tujuan.
Ada pengecualian najis ringan
Penggal selain dua jenis itu adalah kaidah umum. Air kencing bayi laki-laki yang memenuhi syarat mendapat keringanan percikan pada bait 98. Karena itu, jangan mengabaikan pengecualian yang dijelaskan sesudahnya. Contoh praktis: noda urine pada lantai dibersihkan bendanya, lalu dialiri air yang menjangkau bagian terkena dan dipisahkan air bekasnya sesuai keadaan. Mengepel dengan kain yang terus membawa najis dari satu tempat ke tempat lain belum tentu menghasilkan penyucian yang dimaksud.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 32. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وما سوى ذين ففردا يغسل
ما maushul sebagai mubtada dan سوى ذين menerangkannya. ذين menunjuk dua jenis sebelumnya. ف menghubungkan khabar berupa يُغسل; فرداً menyatakan satu basuhan yang mencukupi jika syarat hilangnya najis terpenuhi.
والحت والتثليث فيه أفضل
الحتُّ mubtada, التثليث dihubungkan kepadanya. أفضلُ khabar dan فيه menerangkan tindakan pada penyucian yang sedang dibahas. ه kembali kepada pencucian tersebut.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
ذين kembali kepada anjing dan babi pada bait 95. Bait ini membahas selain keduanya, kemudian bait 97 membedakan najis hukmiyah dan ‘ainiyah.
Intisari & faedah
- Satu basuhan dapat mencukupi jika benar-benar menghilangkan najis sesuai syaratnya.
- Jika zat najis masih ada, tidak cukup berhenti hanya karena sudah sekali membasuh.
Contoh penerapan
Keadaan
Najis pada permukaan telah hilang dengan satu aliran air yang memenuhi ketentuan.
Cara memahami
Penyuciannya dapat mencukupi; mengulang tiga kali merupakan anjuran dalam keadaan yang dijelaskan.
Batas penerapan
Anjuran tiga kali tidak mengganti ketentuan tujuh basuhan pada najis anjing dan babi.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 227
Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
تَحُتُّهُ، ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ، وَتَنْضَحُهُ وَتُصَلِّي فِيهِ
Inti makna
Darah haid pada pakaian dikikis dan dicuci dengan air; sesudah disucikan pakaian dapat dipakai salat.
Kaitan dengan bait
Hadis darah haid menyebut mengikis dan mencuci; menjadi dasar penting perhatian pada penghilangan zat najis.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa syarat agar satu basuhan dapat mencukupi?
Lihat pembahasan jawaban
Zat najis dan sifat yang wajib dihilangkan benar-benar hilang, dengan seluruh ketentuan pencucian terpenuhi.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وما سوى ذين
dan selain dua jenis itu
ففردا يغسل
maka dibasuh satu kali
والحت
dan menggosok / mengerik
والتثليث فيه أفضل
serta membasuh tiga kali padanya lebih utama
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وما سِوَى ذَيْنِ فَفَرْدَا يُغْسَلُ
Buka penggal 2
والحَتُّ والتَثْليثُ فيه أفضَلُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 96 — Mencuci najis selain anjing dan babiNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.