Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Najis dan cara menyucikannya · Bait 98 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وبول طفل
- dan air kencing anak kecil
- غير در ما أكل
- yang belum memakan selain susu
- يكفيه رش
- cukup baginya percikan air
- إن يصب كل المحل
- jika mengenai seluruh bagian yang terkena
Terjemahan bait 98
Air kencing anak kecil yang belum memakan selain susu cukup diperciki air, apabila percikan itu mengenai seluruh tempatnya.
Syarah · keterangan lengkap
Syarat yang dijelaskan syarah
Keringanan ini berlaku pada bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun hijriah dan belum mengonsumsi selain susu sebagai makanan untuk pertumbuhan. Kata anak kecil dalam matan bersifat singkat, sehingga jenis kelamin dan batasnya perlu dijelaskan melalui syarah serta fikih mazhab. Urine bayi perempuan dibasuh dengan cara biasa, bukan hanya diperlakukan dengan percikan yang dimaksud.
Arti belum makan
Yang diperhatikan adalah makanan yang dikonsumsi sebagai asupan, bukan setiap hal kecil yang pernah menyentuh mulut. Rincian tentang tahnik, obat, dan keadaan lain dijelaskan dalam fikih. Susu pada rumusan dasar tidak boleh begitu saja dipersempit menjadi satu merek atau satu sumber tanpa penjelasan. Jika kondisi makanan bayi tidak memenuhi syarat, gunakan pencucian biasa yang menyucikan.
Percikan harus merata
Rasy atau nadhh tidak berarti satu dua titik air mengenai sebagian noda. Air harus meliputi dan membasahi seluruh tempat yang terkena, dengan kadar yang mencukupi, walaupun tidak disyaratkan mengalir seperti pembasuhan biasa. Bila urine masih menggenang, hilangkan genangannya terlebih dahulu. Pembasuhan biasa tetap boleh dan menyucikan bila dilakukan benar; keringanan bukan larangan mencuci lebih tuntas.
Batas keringanan
Yang mendapat keringanan adalah urine dengan syarat tersebut, bukan tinja, muntah, atau semua kotoran bayi. Ini juga bukan pernyataan tentang tingkat kebersihan biologis bayi laki-laki dan perempuan. Pembahasannya adalah ketentuan ibadah yang diajarkan dalam fikih. Jangan memperluas pengecualian ke jenis najis lain hanya karena berasal dari bayi yang sama.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 33. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وبول طفل غير در ما أكل
بولُ mubtada dan طفلٍ mudhaf ilaih. غيرَ دَرٍّ objek yang didahulukan dalam kalimat negatif ما أكل; kalimat itu menerangkan keadaan bayi: belum makan selain susu sebagai makanan.
يكفيه رش إن يصب كل المحل
يكفيه kalimat khabar; ه kembali kepada بول dalam kaitan tempat yang terkena. رشٌّ fa‘il. إن يُصبْ syarat dan كلَّ objeknya, sedangkan المحلِ mudhaf ilaih: percikan harus merata ke seluruh tempat.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Ini pengecualian cara pencucian sesudah bait 97. Bait 99 kemudian membahas air yang telah terpisah setelah pencucian.
Intisari & faedah
- Keringanan ini berlaku bagi bayi laki-laki yang belum dua tahun hijriah dan memenuhi syarat makanannya.
- Percikan air harus merata pada seluruh tempat yang terkena.
Contoh penerapan
Keadaan
Pakaian terkena air kencing bayi laki-laki yang memenuhi syarat keringanan.
Cara memahami
Air dipercikkan hingga mencakup seluruh tempat yang terkena sesuai penjelasan fikih.
Batas penerapan
Bayi perempuan atau bayi yang tidak memenuhi syarat tidak otomatis memperoleh cara yang sama.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Shahih al-Bukhari 223
Riwayat Ummu Qais dalam Shahih al-Bukhari; petikan berupa penuturan peristiwa. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.
Baca petikan Arab
فَدَعَا بِمَاءٍ فَنَضَحَهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ
Inti makna
Dalam riwayat bayi laki-laki yang belum makan, Nabi meminta air lalu memerciki tempat yang terkena kencingnya.
Kaitan dengan bait
Riwayat bayi yang belum makan dan air kencingnya diperciki mendukung keringanan ini; batas penerapan dirinci dalam mazhab.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa fungsi إن يصب كل المحل?
Lihat pembahasan jawaban
Menetapkan syarat bahwa air percikan mengenai seluruh tempat yang perlu disucikan, bukan hanya sebagian kecilnya.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وبول طفل
dan air kencing anak kecil
غير در ما أكل
yang belum memakan selain susu
يكفيه رش
cukup baginya percikan air
إن يصب كل المحل
jika mengenai seluruh bagian yang terkena
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وبَوْلُ طِفلٍ غَيرَ دَرِّ ما أَكَلْ
Buka penggal 2
يَكْفِيه رَشٌّ إِنْ يُصِبْ كُلَّ المَحَلْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 98 — Keringanan air kencing bayi laki-lakiNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.