Koleksi belajar
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
108
109
110
111
112
113
114
115
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
241
242
243
244
245
246
247
248
249
277
278
279
280
281
282
283
284
291
292
293
294
295
296
297
298
299
300
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351
352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390
391
392
393
394
395
396
397
398
399
400
401
402
403
404
405
406
407
408
409
410
411
412
413
420
421
422
423
424
425
426
427
449
450
451
452
453
454
455
456
457
458
459
471
472
473
474
475
476
477
478
479
480
481
482
483
484
485
512
513
514
515
516
517
518
519
520
521
526
527
528
529
530
531
532
533
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539
صَفْوَةُ الزُّبَدِMatan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
539 bait · Baca berurutan, buka penjelasan kapan saja.
Mukadimah dan adab ilmuBait 1–10
Selawat dan salam kepada Nabi
Nabi sebagai pembimbing, sahabat, dan keluarga beliau
Nama kitab dan bentuk nazam
Kitab ringkas untuk pemula berbagai usia
Tiga unsur: taufik, pemahaman, dan amal
Memulai amal dari yang mampu dikerjakan
Tanggung jawab orang yang berilmu
Amal membutuhkan pengetahuan yang benar
Memohon keikhlasan dan keselamatan
Iman, niat, dan amalBait 11–23
Mengenal Allah dengan keyakinan
Syahadat bagi yang mampu mengucapkan
Pembenaran hati dan kesempurnaan iman
Menumbuhkan iman dan membersihkan hati
Memperbanyak ketaatan dan mengendalikan keinginan
Nafsu yang diikuti dan dosa mengeraskan hati
Hati yang jauh dari rahmat dan petunjuk
Amal dan niat yang ikhlas
Membenahi niat dan menyertakannya pada awal amal
Menjaga niat sampai akhir
Ikhlas dan kesesuaian dengan sunah
Bertanya dan mencari guru
Penghasilan halal dan mutu ibadah
Mengenal Allah dan sifat-NyaBait 24–31
Alam adalah sesuatu yang diadakan
Allah mencipta tanpa kebutuhan
Kehendak Allah dan ketidakserupaan dengan makhluk
Kekuasaan dan ilmu Allah
Allah satu-satunya Pencipta dan pengatur
Beberapa sifat kesempurnaan Allah
Kalam Allah yang tidak bermula
Al-Qur’an ditulis, dibaca, dan dihafal
Nabi, sahabat, imam, dan waliBait 32–41
Rasul dan mukjizat
Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi
Keutamaan dan syafaat Nabi
Abu Bakar dan Umar dalam urutan keutamaan
Utsman, Ali, dan sahabat yang diberi keutamaan
Mengenali para imam fikih
Adab terhadap perbedaan ijtihad
Karamah para wali dan batas penjelasannya
Pembahasan klasik tentang pemberontakan
Adab membahas perselisihan para sahabat
Karunia, takdir, dan akhir kehidupanBait 42–53
Kebutuhan kepemimpinan dan Allah tidak dibebani makhluk
Pahala sebagai karunia, hukuman dengan keadilan
Ampunan, syirik, dan keadaan saat meninggal
Kemungkinan akal dan kepastian janji Allah
Penderitaan anak dan kesucian Allah dari kezaliman
Rezeki secara teologis dan kehalalan cara mendapatkannya
Akhir kehidupan diketahui Allah
Abu Bakar sebagai contoh dalam pembahasan ilmu Allah
Ketetapan azali tidak membatalkan usaha
Ajal dan kehidupan ruh
Jasad, ‘ajb adz-dzanab, nabi, dan syuhada
Beradab terhadap perkara ruh
Ilmu dan tanggung jawab belajarBait 54–61
Dasar hukum fikihBait 62–76
Tujuh kategori yang dipakai dalam matan
Makruh, mubah, batal, dan sah
Fardu: tuntutan yang tegas
Menjawab salam sebagai fardu kifayah
Sunah: anjuran yang diberi pahala
Memulai salam sebagai sunah kifayah
Haram dan niat meninggalkannya
Makruh dan pahala meninggalkannya
Mubah sebagai ruang pilihan
Niat baik memberi nilai pada kebiasaan
Sah dalam ibadah
Sah dalam muamalah
Batal dan fasid
Sesuatu ada secara fisik tetapi dianggap tidak tersedia
Sesuatu belum ada tetapi diperhitungkan telah ada
Thaharah dan hukum airBait 77–87
Air mutlak sebagai dasar bersuci
Air berubah karena campuran yang suci
Rasa, bau, warna, dan campuran yang dapat dihindari
Perubahan yang tidak menghilangkan sifat menyucikan
Air sedikit yang terkena najis
Najis yang dimaafkan pada air
Dua qullah dalam ukuran rithl Ramli
Ukuran Damaskus dan perbedaan satuan
Air banyak berubah karena najis dan air musyammas
Air yang berubah oleh najis kembali suci
Air musta‘mal yang sedikit
Najis dan cara menyucikannyaBait 88–100
Awal daftar najis
Bangkai dan pengecualiannya
Darah, muntah, dan yang keluar dari dua jalan
Bagian yang terpisah dari hewan hidup
Wol, bulu, cairan tubuh suci, dan misik
Khamr yang berubah menjadi cuka
Kulit bangkai dan penyamakan
Menyucikan najis anjing dan babi
Mencuci najis selain anjing dan babi
Najis hukmiyah dan ‘ainiyah
Keringanan air kencing bayi laki-laki
Hukum air bekas mencuci najis
Darah dan nanah sedikit yang dimaafkan
Bejana dan penelitian kesucianBait 101–107
Siwak dan perawatan tubuhBait 108–115
Siwak dan waktu orang berpuasa
Siwak sebelum salat dan alat yang digunakan
Celak, perawatan rambut, dan kuku
Kebiasaan fitrah dan istilah khitan
Batas redaksi khitan dan pengertian qaza‘
Kemakruhan qaza‘ dan perawatan rambut wajah
Rambut perempuan dan menerima hadiah wewangian
Mewarnai uban dengan warna hitam
Pembatal wudu dan kepastianBait 116–121
Rukun dan syarat wuduBait 122–126
Sunah dan adab wuduBait 127–140
Siwak, basmalah, dan membasuh telapak
Berkumur, membersihkan hidung, dan seluruh kepala
Mengusap telinga dengan air yang sesuai
Menyela jari dan janggut tebal
Tiga kali dan mendahulukan anggota kanan
Menjaga niat, menggosok, dan berkesinambungan
Hemat air dan memperluas basuhan
Wudu bagi orang yang sedang junub
Memperbarui wudu setelah dipakai salat
Dua rakaat dan doa setelah wudu
Menghadap kiblat dan memilih tempat bersuci
Memulai tangan dari telapak dan kaki dari jari
Tidak boros air meskipun berlimpah
Mendahulukan kiri dan melebihi tiga kali
Mengusap khufBait 141–147
Istinja dan adab buang hajatBait 148–159
Sebab istinja dan cara penyempurnanya
Air atau tiga usapan yang membersihkan
Tiga sisi bersih dan cakupan setiap usapan
Kapan pengusap kering tidak lagi mencukupi
Arah kiblat ketika buang hajat
Menjaga air, pohon, dan tempat hidup makhluk
Menjaga jalan, tempat berteduh, dan tulisan mulia
Ketika lupa membawa tulisan dan doa masuk
Kaki ketika masuk-keluar dan memohon ampun
Sikap tubuh, pakaian, dan menjaga privasi
Memastikan keluaran selesai dan menghindari percikan
Toilet yang disiapkan dan sifat alat pengusap
Sebab dan rukun mandiBait 160–166
Sunah mandi dan adabnyaBait 167–177
Basmalah, membersihkan kotoran, dan wudu sebelum mandi
Menggabungkan niat mandi wajib dan sunah
Niat wudu yang menyertai mandi
Rambut, lipatan, gosokan, dan sisi kanan
Penyempurna mandi dan awal daftar mandi sunah
Mandi sunah untuk hari raya dan beberapa keadaan
Mandi sunah dalam rangkaian haji
Mandi sesudah memandikan jenazah dan keadaan lain
Privasi dan pandangan di pemandian umum
Perempuan dan uzur memasuki hammam
Hak pengelola pemandian dan batas pemakaian air
Syarat dan rukun tayamumBait 178–184
Sunah dan pembatal tayamumBait 185–192
Sunah saat mengambil debu dan mengusap
Cincin pada pengambilan debu pertama dan kedua
Menghadap kiblat dan mengurangi debu berlebihan
Bahan milik masjid dan milik orang lain
Pembatal umum dan kemungkinan adanya air
Air sebelum salat dan ketika salat berlangsung
Akibat mampu memakai air di tengah salat
Pembatal khusus dan pembaruan untuk setiap fardu
Uzur, balutan, dan ketiadaan alat bersuciBait 193–200
Bersuci ketika memakai balutan
Syarat pemasangan dan balutan pada anggota tayamum
Urutan air dan tayamum bagi orang junub yang terluka
Urutan bagi orang berhadas kecil yang terluka
Fardu berikutnya ketika belum terjadi hadas baru
Pendapat utama dan pendapat lain tentang pembasuhan ulang
Ketika air dan bahan tayamum sama-sama tidak ada
Mengulangi salat setelah sarana bersuci tersedia
Haid, nifas, dan ketentuan masaBait 201–207
Hadas dan batas ibadahBait 208–212
Kewajiban dan pendidikan salatBait 213–216
Waktu salat dan keutamaannyaBait 217–226
Awal dan akhir waktu Zuhur
Awal Asar dan waktu pilihannya
Akhir Asar dan masuknya Magrib
Akhir Magrib dan hilangnya senja merah
Fajar sejati sebagai akhir waktu Isya
Waktu pilihan Isya dan masuk Subuh
Rentang waktu Subuh
Menyegerakan salat dengan persiapan wajar
Ibraad ketika panas sangat berat
Sasaran ibraad dan pengecualian Jumat
Waktu dan keadaan yang dihindariBait 227–234
Salat tanpa sebab sesudah Subuh
Sesudah Asar dan ketika matahari terbit
Istiwa dan menjelang terbenam
Salat dengan sebab yang mendahului
Contoh ibadah yang mempunyai sebab
Kekhususan Tanah Haram dan tempat makruh
Tempat yang mengganggu kesucian dan kekhusyukan
Menahan hajat dan makanan yang diinginkan
Salat sunah dan waktunyaBait 235–240
Tahiyat masjid, qada, dan pelaksanaan sunahBait 241–249
Salat malam dan tahiyat masjid
Dua rakaat tahiyat dan tercakupnya dalam salat lain
Yang tidak mencukupi bentuk tahiyat
Masuk berulang dan sunah sebelum Magrib
Qada sunah yang terikat waktu
Menyegerakan dan mengurutkan qada
Qabliyah yang ditunda dan ba‘diyah yang didahulukan
Akhir waktu dua jenis rawatib
Duduk dalam salat sunah
Rukun, niat, dan takbirBait 250–257
Salat sesuai kemampuanBait 258–262
Al-Fatihah dan penggantinyaBait 263–268
Rukuk, sujud, dan penutup salatBait 269–273
Sunah ab‘adh dan qunutBait 274–276
Azan dan iqamahBait 277–284
Azan dan iqamah sebelum fardu
Urutan azan dan kualifikasi dasar muazin
Islam dan pengetahuan waktu bagi muazin tetap
Azan yang jelas dan iqamah yang lebih cepat
Menoleh pada hai‘alah dan menghadap kiblat
Amanah, suara, tatswib, dan tarji‘
Tempat tinggi dan menjawab azan
Hauqalah ketika menjawab hai‘alah
Sunah pembuka dan bacaan salatBait 285–290
Sunah gerakan dan salamBait 291–300
Takbir perpindahan dan tasmi‘ ketika bangkit
Sunah bentuk rukuk
Turun sujud dan arah jari
Merenggangkan badan ketika sujud
Duduk istirahat sebelum bangkit
Tasbih rukuk dan sujud serta tangan ketika tasyahud
Bentuk tangan ketika tasyahud
Isyarat telunjuk dan tauhid
Salam kedua, menoleh, dan niat keluar
Maksud salam imam dan jawaban makmum
Syarat salat dan penutupan auratBait 301–306
Ucapan, gerakan, dan pembatal salatBait 307–316
Sunah perjalanan dan awal pembahasan ucapan
Ukuran ucapan yang diperhitungkan
Lafaz zikir yang hanya dimaksudkan untuk berbicara
Menjawab orang bersin dan salam
Batuk dan berdeham yang tidak tertahan
Berdehamnya imam dan keberlanjutan jamaah
Gerakan banyak yang berurutan
Gerakan mencolok, makan, dan perubahan niat
Mengingatkan imam dalam salat
Hilangnya rukun atau syarat
Adab gerakan dan perkara makruhBait 317–322
Sujud sahwi dan perbaikan rukunBait 323–333
Dua sujud sahwi sebelum salam
Ab‘adh dan bacaan yang berpindah tempat
Urutan setelah rukun yang terlupa
Rukun sejenis menggantikan yang tertinggal
Lupa tasyahud awal setelah berdiri tegak
Kembali duduk karena tidak tahu atau lupa
Makmum kembali mengikuti imam
Ingat sebelum berdiri tegak
Sahwi makmum dan sahwi imam
Ragu hitungan sebelum salam
Membangun hitungan atas jumlah yang pasti
Jamaah, keutamaan, dan uzurBait 334–343
Hukum jamaah dan catatan pendapat mazhab
Mengulangi salat bersama jamaah
Jamaah lebih banyak dan masjid sekitar
Kualitas imam dan mendapatkan Jumat
Mendapat keutamaan takbir pembuka
Hujan, lumpur, dingin, dan panas berat
Sakit, lapar, haus, dan kantuk berat
Kelapangan waktu dan bau mengganggu
Bau yang belum hilang dan imam yang masih makmum
Imam yang wajib mengulang dan rakaat tambahan
Imam, makmum, dan keterhubungan safBait 344–352
Mengetahui perpindahan imam
Kedekatan dan penghalang di luar masjid
Batas tiga ratus hasta
Keabsahan imam dan pilihan yang lebih utama
Jenis jamaah dan kemampuan Al-Fatihah
Mendahului atau tertinggal dua rukun
Rukun panjang dan keterlambatan beruzur
Contoh uzur tertinggal dari imam
Niat makmum dan niat imam
Salat musafir, qasar, dan jamakBait 353–362
Qasar salat empat rakaat
Jarak dan perjalanan yang dibolehkan
Niat qasar dan konsistensi pelaksanaan
Pasangan salat yang boleh dijamak
Jamak karena hujan bagi mukim
Saat hujan harus ada
Kesulitan menuju jamaah karena hujan
Niat, urutan, dan kesinambungan jamak takdim
Memilih waktu yang lebih memudahkan
Pendapat yang membolehkan jamak karena sakit
Salat khauf dan ketentuan pakaianBait 363–371
Pengantar salat khauf
Giliran jamaah pertama dalam salat khauf
Giliran kelompok berikutnya
Salam kelompok kedua dan bentuk berikutnya
Pembukaan bersama dalam dua saf
Kelompok yang menyusul sujud
Salat menurut kemampuan dalam bahaya sangat berat
Emas bagi laki-laki dalam uraian pakaian
Sutra murni atau dominan
Kewajiban Jumat dan dua khutbahBait 372–380
Kewajiban Jumat dua rakaat
Tempat, jamaah, dan empat puluh orang
Sifat peserta dan waktu Jumat
Dua khutbah sebelum salat
Berdiri, hamdalah, dan selawat
Wasiat takwa pada kedua khutbah
Aurat, kesucian, dan kesinambungan khutbah
Duduk tenang dan membaca ayat
Doa bagi kaum mukmin pada khutbah kedua
Adab Jumat dan salat dua hari rayaBait 381–391
Kebersihan dan pakaian Jumat
Datang awal dan memperbanyak zikir
Mendengarkan khutbah dan tahiyat yang ringan
Dua rakaat Id dan waktunya
Tujuh dan lima takbir tambahan
Takbir dasar dan khutbah setelah Id
Takbir pada pembukaan khutbah Id
Makan sebelum Idulfitri dan menunda pada Adha
Berangkat awal dan berhias untuk Id
Takbir malam dua hari raya
Takbir sesudah salat pada Arafah dan tasyrik
Salat gerhana dan istisqaBait 392–399
Dua rukuk pada setiap rakaat gerhana
Memanjangkan bacaan, rukuk, dan sujud gerhana
Bacaan gerhana bulan dan matahari
Khutbah gerhana dan prioritas waktu
Istisqa: salat, tobat, dan pengembalian hak
Kebajikan dan puasa menjelang istisqa
Kesederhanaan dan kerendahan hati
Khutbah istisqa dan istigfar
Pengurusan jenazah dan takziahBait 400–413
Empat kewajiban pengurusan jenazah
Fardu kifayah dan pengecualian syahid pertempuran
Syahid akhirat tetap dimandikan dan disalatkan
Pengurusan janin yang gugur
Tanda hidup dan adab memandikan
Daun bidara dan kapur barus
Tiga lembar kain putih bagi laki-laki
Susunan kafan perempuan
Niat, takbir pertama, dan Al-Fatihah
Selawat dan doa untuk jenazah
Takbir keempat, salam, dan berdiri
Pemakaman menghadap kiblat
Takziah dan penghiburan keluarga
Air mata dibolehkan, tindakan merusak dilarang
Dasar zakat dan jenis hartaBait 414–419
Nisab dan zakat untaBait 420–427
Nisab awal unta lima ekor
Unta sampai dua puluh empat dan usia kambing
Dua puluh lima unta dan awal tingkat berikutnya
Bint labun dan hiqqah
Enam puluh satu dan tujuh puluh enam unta
Sembilan puluh satu dan seratus dua puluh satu
Tiga bint labun dan kelipatan empat puluh
Kelipatan lima puluh dan waqash
Zakat sapi, kambing, dan khulthahBait 428–434
Emas, perak, hasil bumi, dan perdaganganBait 435–441
Zakat fitrahBait 442–448
Golongan penerima dan penyaluran zakatBait 449–459
Delapan golongan penerima zakat
Membedakan fakir dan miskin
Amil dan mualaf
Riqab dan orang yang berutang
Fi sabilillah dan ibnu sabil
Jumlah penerima tiap golongan
Batas penerima dan dua sifat dalam satu orang
Keluarga Nabi dan kecukupan harta
Penerima yang sudah dicukupi nafkahnya
Tempat penyaluran zakat
Pemindahan zakat berbeda dari kafarat dan nazar
Sedekah sunah dan hak tanggunganBait 460–462
Kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelakuBait 463–470
Pembatal dan adab puasaBait 471–477
Benda masuk melalui jalan terbuka
Contoh jauf dalam istilah kitab
Hubungan intim, sengaja muntah, dan istimna
Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur
Kurma, air, dan mandi sebelum fajar
Mengunyah, mencicipi, dan tindakan yang melemahkan
Siwak sesudah zawal dan larangan wisal
Puasa sunah, hari larangan, dan kafaratBait 478–485
Puasa Arafah dan kemampuan jemaah haji
Enam Syawal, Tasu‘a, dan Asyura
Senin, Kamis, dan ayyamul bidh
Memutus puasa sunah dan puasa wajib
Hari raya, tasyrik, dan hari syak
Kebiasaan, nazar, dan puasa yang tersambung
Kafarat hubungan intim pada siang Ramadan
Urutan kafarat dan pengulangan hari
Qada, fidyah, dan uzur puasaBait 486–491
Iktikaf dan kesinambungannyaBait 492–497
Kewajiban serta rukun haji dan umrahBait 498–504
Wajib dan sunah manasikBait 505–511
Rangkaian manasik dan tahallulBait 512–521
Dua rakaat sesudah tawaf
Malam Arafah di Mina dan jamak manasik
Muzdalifah, Masy‘ar, dan Muhassir
Tujuh lemparan Jamrah Aqabah pada hari Nahr
Takbir, akhir talbiyah, dan hadyu
Mencukur atau memendekkan dan tawaf ifadah
Tiga jamrah pada hari tasyrik
Dua amalan untuk tahallul pertama
Tahallul kedua dan batas wilayah Haram
Zamzam, wada, dan doa di Multazam
Dam tamattu‘, qiran, fawat, dan ihsharBait 522–525
Larangan ihram dan jenis penggantinyaBait 526–533
Pakaian terbentuk dan penutup kepala laki-laki
Wajah perempuan, rambut, parfum, dan kuku
Sentuhan syahwat dan fidyah pilihan
Enam penerima pangan atau tiga hari puasa
Hubungan intim yang merusak manasik
Segera mengganti pelanggaran dan status qada
Qada anak dan awal urutan dam berat
Tujuh kambing, nilai pangan, lalu puasa
Satwa, lingkungan Haram, dan penutup ibadahBait 534–539
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Matan 1–539Naskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.