Tentang materi
Terjemahan harfiah dan keterangan bahasa Indonesia merupakan susunan pembelajaran baru dengan bantuan AI, bukan terjemahan resmi atau kutipan utuh syarah tertentu. Matan karya Ibnu Ruslan dibedakan dari penjelasan penyusun.
Matan tersedia per 10 bait atau sekaligus. Ketuk kata Arab untuk arti kata/frasa. Dalam pop-up, pilih Bacaan, Bahasa, Pemahaman, atau Latihan. Ukuran tulisan dapat diubah melalui Pengaturan tampilan dan tersimpan di peramban.
Materi pendamping
Tujuh bagian pendamping ini disusun dalam bahasa Indonesia dengan bantuan AI untuk belajar bait 1–539. Analisis bahasa merupakan uraian pembelajaran; pada susunan syair, takdir atau wajah i‘rab lain dapat ditemukan. Sharaf membahas kata kunci, bukan analisis setiap partikel. Dalil dibedakan melalui catatan kaitannya: dalil langsung, penguat tema, atau dasar umum yang masih memerlukan perincian syarah. Materi belum mengklaim pengesahan pengajar.
Catatan matan dan penomoran
Penomoran mengikuti urutan naskah PDF pembanding: 1–76 pengantar, 77–87 hukum air, dan 88–100 najis. Basmalah dan judul bab tidak dihitung sebagai bait. Bait 100 dimulai dengan “وليعف عن نزر دم وقيح”.
Salinan teks pada kumpulan Mutun Syar‘iyyah melompat dari 76 langsung ke 78 tanpa adanya bait tambahan. Nomor 78–101 di salinan itu dipetakan ke 77–100 agar sesuai naskah PDF; tidak ada bait isi yang sengaja dihilangkan.
Teks Arab dicocokkan dengan matan yang tercantum dalam salinan Ghayat al-Bayan. Pemanjangan dekoratif huruf dihapus dan spasi kata dirapikan. Harakat mengikuti salinan yang tersedia dengan koreksi jelas pada ar-Rahim (bait 17) dan ash-shahab (bait 41); ini bukan klaim edisi tahqiq baru dengan harakat lengkap.
Bait 49 menggunakan “عند إلهه” sesuai lafaz yang diterangkan dalam Ghayat al-Bayan; salinan daring kehilangan kata ganti terakhir. Perbedaan bacaan pada bait 35 (التالي / الثاني), 62 (أحكام شرع الله / أقسام فعل العبد), dan ukuran pada bait 84 dikenal dalam salinan; aplikasi memakai redaksi yang ditampilkan, tanpa menggabungkannya menjadi bait baru.
Terjemahan harfiah diberikan per kata atau frasa, bukan klaim analisis morfologi setiap imbuhan. Terjemahan rangkaian kalimat membantu melihat sambungan antar-bait; kata dalam kurung menjelaskan unsur yang dipahami dari konteks.
Keterangan fikih mengikuti kerangka mazhab Syafi‘i dan keterangan akidah mengikuti istilah pengarang. Pendapat pilihan, pengecualian, serta perkara yang diperselisihkan diterangkan ketika memengaruhi pemahaman. Penjelasan Indonesia dan contoh masa kini merupakan susunan penyusun.
Angka halaman rujukan Ghayat al-Bayan memakai nomor halaman tercetak 5–146 (urutan halaman PDF 1–142). Sebagian salinan memiliki beda redaksi dan catatan penyunting; rujukan per bait diarahkan ke halaman tempat bait terkait dibahas.
Bait 101–200 melanjutkan penomoran naskah PDF. Nomor 102–201 pada salinan daring dipetakan ke 101–200; lompatan nomor sebelumnya tetap diperhitungkan tanpa menghilangkan isi.
Pada tambahan 101–200, spasi lafaz dirapikan pada bait 101, 116, dan 139; harakat yang jelas pada kata al-kumm (lengan pakaian) bait 107, harakat ganda bait 164, serta bi al-Muzdalifah bait 173 diperbaiki. Teks bukan klaim edisi tahqiq baru.
Rujukan tambahan bait 101–200 terdapat pada halaman tercetak 34–62 (urutan PDF 30–58). Tautan per bait mengarah ke halaman awal tempat teks bait tercetak; uraian dapat bersambung ke halaman sesudahnya.
Syarah Indonesia membedakan pilihan matan dari pendapat lain, termasuk tambalan emas (103–104), siwak orang berpuasa (108), dan wudu setelah daging unta (119). Pembahasan khitan perempuan (111–112) dibaca sebagai konteks teks klasik, dengan catatan kesehatan WHO yang terpisah.
Bait 169 menjelaskan niat wudu sunah yang menyertai mandi. Bait 175–176 membahas hammam sebagai pemandian umum klasik. Kalimat yang bersambung pada bait 141–142, 158–159, 160–161, 183–184, 189–191, 193–194, dan 199–200 dibaca bersama agar hukumnya tidak terpotong.
Bait 201–300 mempertahankan urutan isi sesudah 200. Nomor 202–301 pada salinan daring dipetakan ke 201–300. Angka cetak PDF memiliki pengulangan/ketidakteraturan sekitar 204–206 dan 264–300; urutan isi dan lafaz dipakai untuk memastikan tidak ada bait hilang atau ganda.
Pada tambahan 201–300, harakat ganda bait 204 dan harakat lam pada lam (205) dirapikan; spasi pada bait 224 dan 276 diperbaiki. Penulisan nazam lainnya dipertahankan; naskah ini bukan edisi tahqiq baru.
Sumber tambahan berada pada halaman tercetak 63–84 (urutan PDF 59–80). Tautan menuju halaman awal teks bait; penjelasan dapat berlanjut sesudahnya. Pemetaan dicocokkan dengan isi, bukan hanya angka cetak yang sebagian berulang.
Ketentuan kehamilan 206–207 disajikan sebagai rumusan klasik dengan catatan medis ACOG yang terpisah. Angka empat tahun tidak dijadikan fakta kebidanan masa kini; istilah tashawwur tidak dipakai untuk menyatakan organ baru terbentuk pada empat bulan.
Lafaz disiplin fisik pada bait 215 diterjemahkan secara jujur dalam konteks teks klasik. Contoh pendidikan memakai pendampingan tanpa kekerasan; catatan WHO ditautkan terpisah dari syarah fikih.
Rincian mazhab diperjelas, antara lain pembagian waktu Isya, pengecualian waktu larangan, jumlah tarawih dan Duha, qunut, turun sujud, dan isyarat telunjuk. Hadis pendukung tidak diklaim memuat semua rincian yang ditetapkan syarah.
Kalimat bersambung seperti 201–202, 208–212, 218–223, 250–253, 255–257, 267–269, 274–276, dan 296–297 perlu dibaca bersama. Tiga belas rukun dalam nazam mengelompokkan tumakninah, bukan menghapus kewajibannya.
Tambahan 301–539 melengkapi bagian ibadah sampai haji dan larangan ihram. Urutan aplikasi dipertahankan; salinan daring bernomor satu lebih tinggi. Angka judul bait pada PDF sebagian berulang, melompat, atau berbeda dari angka uraian; pencocokan memakai lafaz dan urutan isi.
Sumber tambahan 301–539 berada pada halaman tercetak 84–146 (urutan PDF 80–142). Tautan tiap bait menuju halaman awal matan; keterangannya dapat berlanjut ke halaman setelahnya.
Bait 424 dirapikan letak tanwinnya pada jadza‘ah; spasi kata diperjelas pada 439, 512, 514, dan 523. Penulisan lainnya mengikuti salinan matan; aplikasi bukan edisi tahqiq baru.
Matan dan tarjih syarah dibedakan secara terbuka: hukum jamaah pada 334, penggabungan siang–malam Arafah pada 506, siwak saat puasa pada 477, serta puasa wali pada 486–487. Pendapat mazhab lain tidak disamakan atau dihapus.
Satuan farsakh, hasta, rithl, sha‘, mud, mitsqal, dan dirham dijelaskan menurut konteks. Nisab panen bertumpu pada takaran lima wasaq; konversi berat hasil bumi dalam catatan cetakan yang tidak seragam tidak dijadikan angka kilogram universal.
Sharaf dan i‘rab adalah analisis kata serta struktur pilihan, bukan penguraian lengkap seluruh lafaz. Terjemahan harfiah mempertahankan kalimat yang bersambung antar-bait; keterangan menjelaskan makna dan batasnya.
Kategori perbudakan dibaca sebagai istilah hukum klasik, bukan dukungan terhadap perbudakan. Salat khauf diterangkan sebagai ibadah dalam bahaya, bukan petunjuk kekerasan; istilah anatomi puasa tidak menggantikan penilaian medis modern.
Cakupan berakhir pada bait 539, penutup larangan ihram dan lingkungan Haram. Bait 540 memulai Kitab Jual Beli dan sengaja belum dimasukkan.
Rujukan
Ghayat al-Bayan fi Syarh Zubad Ibn Ruslan — Syamsuddin ar-Ramli
Rujukan utama penjelasan lafaz, batas fikih, dan pembanding nomor bait. Matan dan syarah klasik pada halaman tercetak 5–146; salinan PDF memiliki catatan penyunting yang dibedakan dari teks asli.
Buka sumber ↗Shafwat az-Zubad — salinan matan, kumpulan Mutun Syar‘iyyah
Sumber pengetikan matan. Lompatan nomor sesudah 76 dan beberapa salah spasi dikoreksi terhadap pembanding; lihat catatan teks.
Buka sumber ↗Syarh al-Muwaththa’, pelajaran 35 — Habib Umar bin Hafizh
Rujukan tambahan bait 98 tentang syarat najis mukhaffafah dalam penjelasan mazhab Syafi‘i: bayi laki-laki belum dua tahun dan belum makan selain susu sebagai makanan.
Buka sumber ↗Syarh al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah — pembahasan bejana dan tambalan
Pembanding Syafi‘i tentang larangan tambalan emas dan perincian tambalan perak; membantu membedakan redaksi bait 103–104 dari rumusan kitab lain.
Buka sumber ↗WHO — Female genital mutilation
Lembar fakta WHO, 31 Januari 2025. Rujukan kesehatan yang terpisah dari matan klasik untuk catatan bait 111–112; bukan sumber teks Arab atau syarah fikih.
Buka sumber ↗ACOG — Abnormal Uterine Bleeding
Catatan kesehatan untuk membedakan klasifikasi darah dalam fikih dari penilaian perdarahan yang tidak lazim. Diakses 11 Oktober 2026; bukan sumber penomoran atau matan.
Buka sumber ↗ACOG — How long does pregnancy last?
Ditinjau November 2023; menjelaskan rata-rata sekitar 40 minggu dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Pembanding medis terpisah pada bait 206.
Buka sumber ↗ACOG — How Your Fetus Grows During Pregnancy
Ditinjau Maret 2026; perkembangan organ pada trimester pertama menjadi pembanding medis terpisah untuk istilah klasik bait 207.
Buka sumber ↗WHO — Corporal punishment of children and health
Lembar fakta 11 Mei 2026 tentang dampak hukuman fisik dan dukungan pengasuhan tanpa kekerasan. Catatan pendidikan/kesehatan terpisah untuk bait 214–215.
Buka sumber ↗Al-Ajurrumiyyah — Ibnu Ajurrum
Rujukan kaidah dasar nahwu. Analisis bait dalam aplikasi merupakan susunan pembelajaran, bukan kutipan i‘rab dari kitab ini.
Buka sumber ↗Shadha al-‘Arf fi Fann al-Sharf — Ahmad al-Hamlawi
Rujukan kaidah pembentukan kata, masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul, dan perubahan huruf. Penerapan pada kata kunci Zubad disusun untuk aplikasi.
Buka sumber ↗Al-Qur’an — teks Arab dan rujukan ayat
Teks Utsmani dihimpun dari AlQuran Cloud (quran-uthmani), 11 Oktober 2026. Setiap kartu dalil menautkan surah dan ayat yang tepat. Inti makna Indonesia ialah ringkasan penyusun.
Buka sumber ↗Koleksi hadis — Sunnah.com
Petikan Arab dicocokkan dengan nomor riwayat; tautan setiap hadis tersedia pada bait. Riwayat sahabat dibedakan dari sabda Nabi. Ringkasan Indonesia disusun untuk pembelajaran.
Buka sumber ↗