Tabel frekuensi dan diagram batang
TEMAS-MAT-VII-038
Menyusun tabel frekuensi serta membuat dan membaca diagram batang dengan skala yang jujur.
Bekal awal: Mengelompokkan data dan menggunakan sumbu.
Jejak Ponpes Temas
Literasi dan hemat perlengkapan dibahas dalam materi Ponpes Temas. Data siswa tetap dibatasi pada pengamatan yang relevan dan diizinkan.
Dari catatan ke frekuensi
Frekuensi adalah banyak kemunculan suatu nilai atau kategori. Data simulasi jumlah buku yang dibaca enam santri: 1,2,1,3,2,1. Nilai 1 muncul tiga kali, 2 dua kali, dan 3 sekali. Jumlah frekuensi harus sama dengan banyak pengamatan. Gunakan turus atau tanda hitung untuk mencegah terlewat, lalu periksa kembali catatan awal.
Membuat diagram batang
Satu sumbu memuat kategori dan sumbu lain frekuensi. Batang mempunyai lebar sama dan jarak yang konsisten. Sumbu frekuensi umumnya dimulai dari nol agar panjang batang mewakili jumlah secara proporsional. Judul, satuan, sumber, dan periode harus ditulis. Skala 0,2,4,6 berbeda dari 0,1,2,3; baca label sebelum menyimpulkan.
Membandingkan dengan bukti
Batang tertinggi menunjukkan frekuensi terbesar pada data itu. Selisih tinggi dinyatakan dalam jumlah sebenarnya. Untuk membandingkan dua kelompok yang ukurannya berbeda, jumlah mentah mungkin perlu dilengkapi proporsi. Pada survei bacaan Ponpes Temas, sebutkan bahwa data berasal dari kelompok atau sampel tertentu, dan hindari membuat peringkat pribadi dari satu pengamatan.
Telusuri contoh
Simulasi pilihan bacaan: matematika 8, bahasa 6, akhlak 10. Buat ringkasan.
- Total respons 8+6+10=24.
- Akhlak frekuensi terbesar, selisih terhadap bahasa 4.
- Buat tiga batang berawal nol; data ini simulasi, bukan hasil survei pondok.
Data 2,1,2,3,1,2,4,3. Susun frekuensi.
- Nilai 1 muncul 2 kali, 2 muncul 3 kali.
- Nilai 3 muncul 2 kali, 4 muncul 1 kali.
- Jumlah 2+3+2+1=8, sesuai banyak data.
Melupakan pemeriksaan jumlah frekuensi atau menyimpulkan proporsi dari jumlah kelompok yang berbeda.
Latihan mandiri
1 Susun frekuensi data 1,1,2,3,2,2.
Petunjuk awal
Tulis yang diketahui, pilih hubungan yang sesuai, lalu periksa kembali satuannya.
Pembahasan · buka setelah mencoba
1:2; 2:3; 3:1; jumlah 6.
2 Frekuensi A=12, B=7. Berapa selisih?
Petunjuk awal
Tulis yang diketahui, pilih hubungan yang sesuai, lalu periksa kembali satuannya.
Pembahasan · buka setelah mencoba
5.
3 Mengapa sumbu batang yang mulai dari 90 dapat membesar-besarkan perbedaan 100 dan 105?
Petunjuk awal
Tulis yang diketahui, pilih hubungan yang sesuai, lalu periksa kembali satuannya.
Pembahasan · buka setelah mencoba
Panjang tampak 10 dan 15 sehingga perbandingan visual terdistorsi; dari nol perbedaannya hanya 5 dari dasar sekitar 100.
4 Kelompok A: 8 dari 10 memilih buku, B:12 dari 20. Mana proporsi lebih besar?
Petunjuk awal
Tulis yang diketahui, pilih hubungan yang sesuai, lalu periksa kembali satuannya.
Pembahasan · buka setelah mencoba
A=80%, B=60%; A proporsinya lebih besar walaupun jumlah pemilih B lebih banyak.
Perluas pemahamanmu
Diagram batang horizontal berguna untuk label panjang. Orientasi berubah, tetapi nilai, titik nol, dan satuan harus tetap jelas. Pilih bentuk yang memudahkan pembaca.
Coba dengan umpan balik
Latihan otomatis membantu pemeriksaan; tuliskan alasan dan langkah untuk membuktikan pemahaman.
1 Frekuensi 5,8,7. Berapa total?
Petunjuk awal
Jumlahkan seluruh kategori.
Pembahasan · buka setelah mencoba
5+8+7=20.
2 Kategori berisi 8 dari 20. Berapa persen?
Petunjuk awal
Gunakan keseluruhan yang sama.
Pembahasan · buka setelah mencoba
8/20×100=40%.
3 Data 2,3,2,4,2,3. Berapa frekuensi 2?
Petunjuk awal
Hitung kemunculan, bukan jumlah nilainya.
Pembahasan · buka setelah mencoba
Nilai 2 muncul 3 kali.
Coba di Ponpes Temas
Gunakan daftar judul bacaan yang tersedia dan buat kategori yang tidak tumpang tindih untuk satu tujuan pengamatan. Susun tabel lalu diagram batang.
Penanda pribadi di perangkat ini; bukan nilai atau bukti penguasaan.