Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Belajar
Koleksi belajar
BAHASA INDONESIA · BELAJAR BERTAHAP

Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih

Dari Dasar hingga Analisis Lanjutan

62 bab348 pembahasan contoh45 kaidah124 soal & jawaban
BAB 13 DARI 62 · Dasar

Mutawatir, ahad, dan keandalan berita

Memisahkan jumlah jalur, kualitas riwayat, dan kekuatan pengetahuan yang dihasilkan.

Ahad bukan sinonim lemah

Pembagian mutawatir dan ahad berkaitan dengan pola penyampaian. Pembagian sahih, hasan, dan lemah berkaitan dengan penilaian kualitas menurut ilmu hadis. Sebuah riwayat ahad dapat sahih. Menolak seluruh ahad karena menerjemahkannya sebagai “hanya satu, pasti meragukan” adalah kekeliruan kategori.

Mutawatir melibatkan penyampaian oleh jumlah yang menurut kebiasaan tidak bersepakat berdusta, dengan syarat pada lapisan penyampaian dan dasar pengindraan yang dibahas ulama. Banyaknya orang yang mengulang satu unggahan tidak otomatis memenuhi pengertian itu. Jalur yang tampak banyak dapat kembali kepada satu sumber yang sama.

Pengetahuan dan pengamalan

Al-Waraqat menyebut kedudukan ahad dalam kewajiban pengamalan dan pembahasan ilmu. Rincian apakah suatu khabar menghasilkan ilmu dengan qarinah tertentu diperdebatkan dalam literatur. Yang perlu dihindari ialah dua penyederhanaan: menganggap semua ahad pasti lemah, atau menganggap semua berita populer mencapai tingkat kepastian tertinggi.

Hadis mursal juga memerlukan kehati-hatian. Dalam istilah yang lazim, tabi‘i menyampaikan dari Nabi dengan sahabat tidak disebut. Kehujahannya dibahas berbeda oleh ulama dan memiliki syarat pada beberapa pendekatan. Jangan menyamakan semua sanad terputus dengan satu penilaian tanpa mempelajari jenis dan pendukungnya.

Contoh dan cara menalarnya 4

Tutup pembahasan untuk mencoba sendiri, lalu bandingkan alasan dan perubahan faktanya.

C049

Satu riwayat sahih

Murid melihat hadis disebut ahad, lalu menolak karena menganggapnya pasti palsu.

Pembahasan

Label ahad belum memberi penilaian palsu atau lemah. Periksa kualitas sanad dan pembahasan kehujahan pada masalahnya.

Ubah satu fakta

Jika riwayat memang lemah karena cacat tertentu, penilaian itu datang dari cacat yang dibuktikan, bukan dari label ahad saja.

C050

Video viral dari satu akun

Ribuan akun membagikan video yang semuanya berasal dari satu pembuat, lalu menyebutnya mutawatir.

Pembahasan

Penyebaran salinan tidak sama dengan banyak jalur kesaksian yang mandiri. Periksa asal, keaslian, dan apa yang benar-benar disaksikan.

Ubah satu fakta

Rekaman tambahan dari sumber independen dapat menambah bukti, tetapi tetap perlu penilaian kesesuaian dan keaslian.

C051

Terjemahan tanpa sanad

Poster menampilkan kalimat indah dengan label “hadis”. Pembaca merasa cukup karena isinya baik.

Pembahasan

Kebaikan makna tidak membuktikan penisbatan kepada Nabi. Cari sumber dan penilaian riwayat sebelum menyampaikan sebagai hadis.

Ubah satu fakta

Kalimat dapat tetap disampaikan sebagai nasihat penyusun bila benar dan jelas tidak dinisbatkan tanpa dasar.

C052

Potongan jalur periwayatan

Pembaca melihat seorang tabi‘i menisbatkan ucapan langsung kepada Nabi dan belum mengetahui pembahasan mursal.

Pembahasan

Kenali jenis riwayat dan cara ulama menilainya. Jangan langsung menyimpulkan diterima mutlak atau ditolak pada semua keadaan.

Ubah satu fakta

Adanya jalur penguat yang layak dapat menjadi bagian penilaian menurut metode ahli hadis dan ushul.

Uji pemahaman

  1. Mengapa ahad tidak identik dengan lemah?

    Lihat jawaban

    Karena keduanya menjawab pertanyaan berbeda: pola jumlah penyampaian dan kualitas riwayat. Riwayat ahad dapat memenuhi syarat kesahihan.

  2. Apa yang kurang dari banyaknya salinan berita?

    Lihat jawaban

    Kemandirian sumber, keandalan penyampai, serta hubungan dengan kejadian yang disaksikan. Banyak salinan dapat berasal dari satu kesalahan.

Latihan pemahaman

Gambar pohon penyebaran pesan sampai sumber paling awal. Bandingkan sepuluh salinan satu sumber dengan beberapa kesaksian independen yang dapat diperiksa.

Istilah dan rujukan

خبر الآحاد
Berita yang tidak mencapai ketentuan mutawatir; label ini bukan penilaian lemah dengan sendirinya.
المتواتر
Berita yang memenuhi ketentuan penyampaian luas dan mandiri menurut pembahasan ushul.

Al-Waraqat dan syarah al-Mahalli: الخبر والمتواتر والآحاد ↗

Catat bacaanmu

Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Pelajaran 13 · Mutawatir, ahad, dan keandalan berita

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Pelajaran 13 · Mutawatir, ahad, dan keandalan beritaVersi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan