Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Belajar
Koleksi belajar
BAHASA INDONESIA · BELAJAR BERTAHAP

Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih

Dari Dasar hingga Analisis Lanjutan

62 bab348 pembahasan contoh45 kaidah124 soal & jawaban
BAB 18 DARI 62 · Menengah

Hakikat, majaz, dan kebiasaan pemakaian kata

Menghindari pemaknaan harfiah yang buta konteks dan pemaknaan kiasan yang bebas tanpa alasan.

Kata hidup dalam pemakaian

Hakikat berkaitan dengan pemakaian lafaz pada makna yang ditetapkan baginya dalam lingkungan penggunaan tertentu. Matan mengenal lingkungan bahasa, syariat, dan kebiasaan. Kata salat dalam bahasa memiliki latar makna yang lebih luas, sedangkan dalam syariat menunjuk ibadah dengan ketentuan tertentu. Saat membaca bab salat, kita tidak bebas mengembalikannya semata-mata kepada arti doa lalu menghapus rukun ibadah.

Majaz dalam kerangka yang dipakai matan ialah pemakaian pada makna di luar penetapan asal dengan hubungan dan petunjuk yang sesuai. Contoh “tanyakan kepada desa” dipahami terkait penduduknya, bukan kemampuan bangunan menjawab. Pembahasan majaz memiliki perdebatan dalam literatur; buku ini menjelaskan kerangka Al-Waraqat tanpa mengklaim semua ulama merumuskan batasnya secara sama.

Petunjuk mencegah permainan makna

Menyatakan suatu lafaz sebagai kiasan bukan jalan untuk menghindari semua tuntutan yang terasa berat. Harus ada hubungan makna dan qarinah yang dapat ditunjukkan. Begitu pula, memaksakan arti paling harfiah ketika petunjuk pemakaian jelas dapat menghasilkan kesimpulan aneh yang bukan maksud penutur.

Pada perjanjian sehari-hari, kebiasaan pemakaian membantu. “Satu porsi nasi” biasanya menunjuk paket yang dipahami dalam tempat itu, bukan satu butir. Tetapi kebiasaan tidak boleh dipakai untuk membatalkan batas yang telah dinyatakan dengan jelas. Bahasa, konteks, dan perjanjian bekerja bersama.

Contoh dan cara menalarnya 4

Tutup pembahasan untuk mencoba sendiri, lalu bandingkan alasan dan perubahan faktanya.

C069

Tanyakan kepada kantor

Pengasuh meminta santri “tanyakan kepada kantor”. Santri mengejek karena meja kantor tidak dapat menjawab.

Pembahasan

Pemakaian lazim menunjuk orang atau bagian yang berwenang di kantor. Hubungan dan konteks membuat makna dapat dipahami tanpa berpura-pura bahwa benda mati berbicara.

Ubah satu fakta

Jika pembicaraan mengenai kerusakan fisik bangunan, kata kantor dapat kembali menunjuk tempatnya.

C070

Salat hanya berarti doa

Murid menyatakan cukup berdoa bebas untuk memenuhi salat wajib karena mengetahui arti bahasa salat.

Pembahasan

Ia mengabaikan penggunaan syar‘i yang telah dijelaskan melalui tuntunan ibadah. Makna bahasa tidak boleh dipakai untuk menghapus makna teknis yang relevan dalam konteks.

Ubah satu fakta

Dalam teks yang jelas menggunakan kata itu sebagai doa, penjelasan mengikuti konteks tersebut; jangan memaksakan satu arti pada semua pemakaian.

C071

“Semua tangan bekerja”

Ketua panitia berkata bahwa semua tangan harus bekerja menyiapkan acara.

Pembahasan

Ungkapan itu menunjuk orang atau tenaga, bukan memisahkan tangan dari anggota badan lain. Hubungan makna dipahami dari kebiasaan bahasa.

Ubah satu fakta

Jika instruksi medis membahas latihan tangan setelah cedera, objeknya dapat benar-benar anggota tubuh, sehingga konteks menentukan.

C072

Paket makan berbeda kebiasaan

Koperasi menawarkan “nasi lengkap”, tetapi pembeli dan penjual memiliki pemahaman berbeda tentang lauknya.

Pembahasan

Sebelum berselisih, periksa kebiasaan yang diketahui bersama dan informasi yang disampaikan. Ketidakjelasan dapat dikurangi dengan menyebut isi paket secara tegas.

Ubah satu fakta

Jika daftar isi telah ditampilkan jelas, kebiasaan pribadi salah satu pihak tidak mengalahkan informasi yang disepakati.

Uji pemahaman

  1. Apa yang harus disertakan ketika mengusulkan makna majazi?

    Lihat jawaban

    Hubungan antara makna asal dan makna yang dimaksud serta petunjuk yang mendukung perpindahan pemaknaan. Tanpa itu, usulan menjadi permainan tafsir.

  2. Mengapa makna syar‘i perlu dibedakan dari makna bahasa?

    Lihat jawaban

    Karena syariat dapat menggunakan kata untuk pengertian teknis yang memiliki rukun dan ketentuan. Mengabaikannya dapat mengubah isi tuntunan.

Latihan pemahaman

Kumpulkan lima istilah yang berubah makna menurut lingkungan: salat, zakat, rekening, kelas, dan kantor. Minta peserta menjelaskan konteks yang menentukan, tanpa menyamakan semua contoh dengan istilah syar‘i.

Istilah dan rujukan

القرينة
Petunjuk yang membantu menentukan maksud suatu lafaz atau tindakan.
الحقيقة الشرعية
Pemakaian lafaz pada pengertian yang ditetapkan dalam penggunaan syariat.

Al-Waraqat dan syarah al-Mahalli: الحقيقة والمجاز ↗

Catat bacaanmu

Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Pelajaran 18 · Hakikat, majaz, dan kebiasaan pemakaian kata

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Pelajaran 18 · Hakikat, majaz, dan kebiasaan pemakaian kataVersi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan