Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Belajar
Koleksi belajar
BAHASA INDONESIA · BELAJAR BERTAHAP

Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih

Dari Dasar hingga Analisis Lanjutan

62 bab348 pembahasan contoh45 kaidah124 soal & jawaban
BAB 27 DARI 62 · Menengah

Manthuq dan mafhum: yang disebut dan yang dipahami

Membaca penunjukan yang melampaui bunyi langsung tanpa membalik setiap kalimat secara sembarangan.

Makna tidak selalu berhenti pada objek yang disebut

Manthuq berhubungan dengan penunjukan pada yang dinyatakan, sedangkan mafhum membahas makna yang dipahami pada yang tidak disebut dalam susunan tertentu. Dalam mafhum muwafaqah, arah hukumnya sejalan, bahkan dapat lebih kuat. Larangan mengucapkan “ah” kepada orang tua (Al-Isra’ 17:23) menunjukkan perlindungan dari gangguan; menyakiti dengan cara lebih berat tidak menjadi dibolehkan hanya karena tidak disebut dengan kata yang sama.

Contoh ini bukan sekadar pemindahan hukum berdasarkan kesamaan fisik. Makna larangan yang dipahami dari bahasa memperlihatkan bahwa tindakan yang lebih menyakiti masuk dalam arah penilaian. Tradisi ushul berbeda dalam menamai sebagian hubungan ini, misalnya pembahasan dalalat al-nash dalam tradisi Hanafi.

Mafhum mukhalafah memerlukan syarat

Mafhum mukhalafah menilai apakah pembatas yang disebut memberi pengertian berbeda ketika pembatas itu tidak ada. Namun tidak setiap sifat berfungsi membatasi hukum. Sifat mungkin disebut karena menggambarkan keadaan yang lazim, menjawab pertanyaan khusus, atau tujuan lain. Jika demikian, membaliknya dapat keliru.

Contoh penting: penyebutan anak tiri yang berada dalam pemeliharaan pada An-Nisa’ 4:23 tidak dipahami bahwa anak tiri di luar pemeliharaan otomatis halal dinikahi ketika telah terjadi dukhul (hubungan suami istri) dengan ibu mereka. Sifat yang menggambarkan kebiasaan tidak serta-merta menghasilkan kebalikan hukum. Rincian larangan nikah tetap dibaca utuh.

Bahasa manusia dan dalil

“Diskon untuk anggota” mungkin membatasi penerima diskon dalam suatu promosi bila konteks jelas. “Saya membantu tetangga yang sedang sakit” belum tentu berarti tidak pernah membantu tetangga sehat. Yang satu dapat menetapkan syarat program; yang lain sekadar menceritakan kejadian. Perhatikan tujuan tuturan sebelum membalik makna.

Contoh dan cara menalarnya 4

Tutup pembahasan untuk mencoba sendiri, lalu bandingkan alasan dan perubahan faktanya.

C105

Larangan berkata kasar ringan

Pembaca melihat larangan mengucapkan ungkapan menyakiti orang tua lalu mencari celah untuk tindakan yang lebih menyakitkan.

Pembahasan

Arah makna justru menolak gangguan yang lebih berat. Tidak disebutnya bentuk tertentu bukan izin bila makna perlindungannya mencakup.

Ubah satu fakta

Perintah orang tua yang sendiri bertentangan dengan syariat memiliki pembahasan ketaatan berbeda; adab tetap dijaga.

C106

Sifat yang sekadar lazim

Pembaca menganggap setiap sifat pada ayat hukum pasti membuat keadaan tanpa sifat mendapat hukum kebalikan.

Pembahasan

Periksa fungsi sifat. Ada yang keluar sesuai keadaan lazim dan tidak dimaksud sebagai pembatas. Contoh anak tiri perlu dibaca bersama seluruh ketentuan ayat.

Ubah satu fakta

Sifat yang memang berfungsi membatasi menurut dalil dan metode yang diikuti mempunyai pembahasan berbeda.

C107

Program khusus anggota

Toko mengumumkan potongan harga khusus anggota dengan ketentuan yang jelas.

Pembahasan

Dalam konteks program ini, pembatas keanggotaan mempunyai fungsi yang dapat ditunjukkan. Orang bukan anggota tidak otomatis berhak pada potongan tersebut.

Ubah satu fakta

Promosi lain untuk umum dapat memberi hak melalui dasar berbeda; tidak menerima satu program bukan berarti tidak pernah mendapat potongan.

C108

Cerita bantuan

Seseorang berkata ia membantu tetangga sakit. Pendengar menyimpulkan ia melarang membantu tetangga sehat.

Pembahasan

Kalimat berita tentang kejadian tidak otomatis menetapkan syarat eksklusif. Ia tidak sedang merumuskan seluruh aturan bantuan.

Ubah satu fakta

Jika lembaga membuat bantuan khusus biaya pengobatan, pembatas sakit dapat mempunyai fungsi dalam kriteria program.

Uji pemahaman

  1. Apa syarat berpikir sebelum menggunakan mafhum mukhalafah?

    Lihat jawaban

    Pastikan pembatas memang dimaksud untuk membatasi hukum, bukan sekadar menyebut keadaan lazim atau menjawab konteks tertentu, serta perhatikan dalil lain dan metode mazhab.

  2. Mengapa larangan “ah” tidak membuka izin memukul orang tua?

    Lihat jawaban

    Karena arah makna larangan gangguan mencakup tindakan yang lebih menyakiti. Membaca kata secara terisolasi akan merusak maksud perlindungannya.

Latihan pemahaman

Buat dua kalimat dengan sifat sama: satu aturan dan satu berita. Jelaskan mengapa kebalikan maknanya tidak selalu diperlakukan sama.

Istilah dan rujukan

مفهوم الموافقة
Penunjukan kepada yang tidak disebut dengan hukum searah karena makna yang dipahami.
مفهوم المخالفة
Pengertian berbeda bagi keadaan yang tidak memenuhi pembatas, dengan syarat kehujahannya.

Al-Mustashfa — Abu Hamid al-Ghazali ↗

Catat bacaanmu

Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Pelajaran 27 · Manthuq dan mafhum: yang disebut dan yang dipahami

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Pelajaran 27 · Manthuq dan mafhum: yang disebut dan yang dipahamiVersi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan