Qiyas: persamaan yang benar-benar memengaruhi hukum
Membangun analogi dengan empat unsur dan menghindari kemiripan yang hanya berada di permukaan.
Empat unsur yang harus terlihat
Qiyas menghubungkan kasus baru dengan kasus yang hukumnya telah diketahui karena adanya ‘illat yang sama menurut ketentuan penalaran. Sebutkan asal, cabang, hukum asal, dan ‘illat. Jika salah satu unsur hilang, analogi belum dapat diperiksa. “Keduanya mirip” belum menjelaskan sifat mana yang bekerja.
Misalnya dua benda sama-sama cair. Kesamaan ini terlalu luas untuk menyamakan seluruh hukum; air, minyak, dan minuman memabukkan tidak memiliki hukum identik. Sifat yang diajukan harus relevan terhadap hukum dan ditetapkan melalui jalan yang layak, bukan dipilih sesudah kita memutuskan hasil yang diinginkan.
Jenis hubungan dan kekuatannya
Al-Waraqat mengenalkan qiyas ‘illah, qiyas dalalah, dan qiyas syabah. Untuk pemula, pembagian ini memperlihatkan bahwa tidak semua analogi memiliki bentuk penunjukan yang sama. Qiyas syabah khususnya bukan izin memilih kemiripan visual secara bebas. Ia berada dalam pembahasan metodologis yang perlu dipelajari lebih lanjut.
Contoh keharaman zat memabukkan sering digunakan untuk mengajar qiyas. Tetapi jangan melupakan hadis umum tentang setiap yang memabukkan. Pada contoh tertentu, hukum juga tercakup langsung oleh keumuman dalil. Kegunaan contoh untuk mengerti struktur qiyas tidak berarti hukum objek itu hanya mungkin diketahui melalui qiyas.
Uji analogi dengan empat kotak dan satu sanggahan
Isi kotak asal dengan kasus yang hukumnya diketahui. Isi kotak hukum dengan penilaian yang hendak dihubungkan. Isi kotak ‘illat dengan sifat yang mempunyai dasar relevan. Isi kotak cabang dengan kasus baru yang hendak diperiksa. Kemudian tarik dua hubungan: sifat itu memang berkaitan dengan hukum pada asal, dan sifat itu benar-benar terdapat pada cabang. Kesalahan pada salah satu hubungan membuat kesimpulan belum terbukti.
Dalam contoh minuman memabukkan, jangan menulis ‘asalnya khamr, cabangnya minuman baru, maka haram’ tanpa menyebut alasan. Warna, negara produksi, atau harga bukan otomatis sifat yang menentukan. Sesudah sifat memabukkan diperiksa, ingat bahwa terdapat hadis umum tentang setiap yang memabukkan. Jadi, sebuah objek mungkin sudah tercakup oleh nash umum; ilustrasi qiyas hanya membantu mempelajari bentuk penalaran, bukan menutup adanya dasar langsung.
Sanggahan yang baik tidak harus menyerang seluruh ilmu qiyas. Ia dapat menunjukkan bahwa hukum asal belum terbukti, ‘illat yang dipilih tidak relevan, sifat belum ada pada cabang, atau ada perbedaan yang berpengaruh. Inilah mengapa keberatan ‘dua benda itu tidak sama’ belum cukup: tentu asal dan cabang berbeda sebagai benda; yang harus dijelaskan adalah apakah perbedaan itu memengaruhi hubungan hukum.
Contoh dan cara menalarnya 4
Tutup pembahasan untuk mencoba sendiri, lalu bandingkan alasan dan perubahan faktanya.
Cair sama dengan cair
Murid menyamakan air minum dengan khamr karena keduanya cair.
Pembahasan
Sifat cair tidak menjelaskan larangan khamr; ia terdapat pada banyak benda yang tidak dilarang. Analogi membutuhkan sifat yang berhubungan dengan hukum, bukan kemiripan sembarang.
Ubah satu fakta
Mengganti sifat menjadi memabukkan membawa kajian kepada alasan yang relevan, sekaligus perlu memperhatikan dalil umum yang tersedia.
Produk tanpa nama dalam kitab
Suatu zat baru tidak disebut dengan merek modern dalam kitab klasik. Pengguna menganggapnya otomatis bebas hukum.
Pembahasan
Tidak disebutnya merek tidak berarti sifatnya di luar cakupan dalil. Periksa kandungan, pengaruh, dan kategori hukum yang relevan bersama ahli.
Ubah satu fakta
Jika sifat faktual berbeda dari dugaan awal, hasil penggolongan juga harus diperiksa kembali.
Satu bentuk, hubungan berbeda
Dua orang memegang uang milik pihak lain: seorang penerima titipan dan seorang peminjam uang.
Pembahasan
Kesamaan memegang uang belum menyamakan hubungan hukum. Izin penggunaan dan kewajiban mengembalikan benda atau pengganti dapat berbeda.
Ubah satu fakta
Jika penyerahan yang disebut titipan ternyata mengizinkan penggunaan dengan pengembalian pengganti, penamaan hukumnya perlu diteliti.
Barang baru, bahaya lama
Alat modern dipakai untuk menipu ukuran timbangan. Pelaku menganggap larangan kecurangan hanya untuk timbangan tradisional.
Pembahasan
Bentuk alat tidak menghapus sifat penipuan. Periksa cakupan dalil umum sebelum merasa harus membuat hukum dari nol.
Ubah satu fakta
Kesalahan alat yang tidak disengaja dan segera diperbaiki memiliki unsur tanggung jawab berbeda dari manipulasi sengaja.
Uji pemahaman
Apa empat unsur qiyas?
Lihat jawaban
Kasus asal, kasus cabang, hukum yang diketahui pada asal, dan ‘illat yang menghubungkan. Masing-masing harus dijelaskan secara konkret.
Mengapa kesamaan rupa belum cukup?
Lihat jawaban
Karena sifat yang sama belum tentu relevan dengan hukum. Qiyas menuntut hubungan alasan hukum yang dapat dibuktikan.
Latihan pemahaman
Tuliskan analogi favorit Anda dalam empat kotak. Coba temukan benda lain yang memiliki sifat sama tetapi hukumnya berbeda untuk menguji ketepatan ‘illat.
Istilah dan rujukan
- القياس
- Menghubungkan hukum kasus cabang dengan kasus asal karena ‘illat yang sama menurut ketentuannya.