Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Belajar
Koleksi belajar
BAHASA INDONESIA · BELAJAR BERTAHAP

Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih

Dari Dasar hingga Analisis Lanjutan

62 bab348 pembahasan contoh45 kaidah124 soal & jawaban
BAB 7 DARI 62 · Dasar

Wajib itu beragam: siapa, kapan, berapa, dan pilihan apa?

Mengurai kewajiban menurut pelaku, waktu, kadar, dan bentuk pilihan.

Empat dimensi yang sering hilang

Wajib ‘aini dituntut dari setiap orang yang memenuhi syarat, sedangkan wajib kifayah berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan oleh jumlah atau pihak yang memadai. Kifayah bukan berarti siapa pun boleh mengabaikan tanpa peduli kebutuhan telah terpenuhi. Jika tidak ada yang melaksanakan padahal mampu dan dituntut, persoalannya justru menjadi tanggung jawab serius.

Waktu kewajiban dapat sempit atau mempunyai keluasan. Pada waktu yang luas, penundaan memiliki batas dan syarat; ia bukan izin menunda sampai pasti tidak terlaksana. Dari sisi objek, kewajiban dapat ditentukan atau memberi pilihan yang sah. Dari sisi kadar, ada yang telah ditentukan dan ada yang pemenuhannya berkaitan dengan kebutuhan menurut rincian bab.

Pilihan yang diberikan berbeda dari kebebasan mencipta

Dalam kewajiban yang memberi pilihan, pihak yang dituntut memilih dari alternatif yang diakui, bukan membuat alternatif baru sesuka hati. Begitu pula, adanya beberapa sarana yang sah tidak berarti tujuan wajib berubah menjadi pilihan untuk dikerjakan atau ditinggalkan.

Pada kewajiban kolektif, kemampuan khusus memengaruhi tanggung jawab. Ketika hanya satu orang mampu memberi pertolongan mendesak, kebutuhan yang semula dipahami secara kolektif dapat mengenai dirinya secara khusus. Penilaian bergantung pada keadaan, bukan label kifayah yang dihafal sekali.

Contoh dan cara menalarnya 4

Tutup pembahasan untuk mencoba sendiri, lalu bandingkan alasan dan perubahan faktanya.

C025

Jenazah belum diurus

Penduduk mengira pengurusan jenazah akan dikerjakan orang lain, tetapi tidak ada yang memastikan.

Pembahasan

Kifayah menuntut tercapainya pekerjaan secara memadai. Dugaan bahwa orang lain mungkin bertugas belum menjamin kebutuhan terpenuhi.

Ubah satu fakta

Jika tim yang cakap telah melaksanakan kebutuhan sesuai ketentuan, tuntutan pihak lain dinilai berbeda.

C026

Satu ahli pertolongan

Dalam keadaan darurat, hanya satu orang di tempat yang mampu memberi bantuan yang diperlukan dengan aman.

Pembahasan

Ketersediaan kemampuan khusus dapat membuat tugas mengenai dirinya secara lebih langsung. Periksa kemampuan dan kebutuhan nyata, serta hubungi bantuan berwenang.

Ubah satu fakta

Bila banyak petugas telah menangani secara cukup, pembagian tugas dapat berubah.

C027

Waktu salat masih luas

Seseorang menunda salat ketika waktunya masih cukup, lalu terus menunda hingga hampir habis.

Pembahasan

Keluasan waktu tidak berarti kebebasan mengabaikan batas akhir. Kemungkinan pelaksanaan dan penghalang yang diketahui perlu diperhitungkan.

Ubah satu fakta

Kewajiban lain yang waktunya mendesak memerlukan pengaturan tanpa membiarkan salat keluar waktu tanpa alasan yang diakui.

C028

Memilih di luar alternatif

Seseorang membaca ketentuan kafarat yang memberi beberapa pilihan tertentu, lalu mengganti dengan pilihan buatannya sendiri.

Pembahasan

Pilihan syar‘i dibatasi alternatif dan syarat pada babnya. Jangan menganggap semua bentuk kebaikan dapat saling menggantikan.

Ubah satu fakta

Ketidakmampuan terhadap alternatif tertentu memiliki urutan atau pengganti yang perlu dipelajari sesuai jenis kafarat.

Uji pemahaman

  1. Mengapa fardu kifayah bukan kewajiban “yang tidak perlu saya pikirkan”?

    Lihat jawaban

    Karena kebutuhan harus benar-benar terpenuhi. Kemampuan, pengetahuan, dan keadaan dapat membuat tanggung jawab seseorang lebih besar.

  2. Apa beda pilihan sarana dan pilihan meninggalkan kewajiban?

    Lihat jawaban

    Beberapa sarana memungkinkan tujuan wajib tercapai. Keluasan sarana tidak menjadikan tujuan itu boleh ditinggalkan.

Latihan pemahaman

Ambil lima kewajiban yang dikenal. Untuk masing-masing, tanyakan siapa yang dituntut, batas waktunya, kadarnya, dan apakah alternatifnya ditetapkan.

Istilah dan rujukan

فرض الكفاية
Kewajiban yang menuntut tercapainya pekerjaan oleh pihak yang memadai menurut ketentuannya.

Al-Mustashfa — Abu Hamid al-Ghazali ↗

Catat bacaanmu

Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Pelajaran 7 · Wajib itu beragam: siapa, kapan, berapa, dan pilihan apa?

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Memahami Ushul Fikih dan Kaidah Fikih · Pelajaran 7 · Wajib itu beragam: siapa, kapan, berapa, dan pilihan apa?Versi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan