Ilmu, dugaan kuat, ragu, dan rasa yakin
Membedakan kekuatan bukti dari kuatnya perasaan orang yang memegang keyakinan.
“Saya yakin” belum menjelaskan buktinya
Dalam percakapan sehari-hari, yakin kadang berarti merasa sangat mantap. Dalam kajian pengetahuan, yang diperiksa ialah kesesuaian pengetahuan dengan kenyataan dan dasar yang mendukungnya. Orang dapat sangat percaya pada informasi yang ternyata salah. Kuatnya suara dan banyaknya pengulangan bukan ukuran kuatnya dalil.
Matan membedakan ilmu, kebodohan, pengetahuan yang diperoleh tanpa penalaran tertentu, pengetahuan melalui penalaran, dugaan yang lebih kuat, dan keraguan ketika dua kemungkinan berimbang. Uraian ini memberi kita kosakata untuk menyatakan tingkat kesimpulan. Tidak semua ketidakpastian berarti dua kemungkinan sama kuat. Bukti dapat lebih mendukung salah satunya tanpa menghilangkan seluruh kemungkinan lain.
Zann tidak selalu tercela
Dalam beberapa konteks, prasangka tanpa dasar dilarang. Namun istilah zann dalam ushul juga dipakai untuk dugaan kuat yang bertumpu pada bukti dan dapat menjadi dasar tindakan menurut ketentuan syariat. Jangan mengambil celaan terhadap prasangka buruk lalu menggunakannya untuk menolak semua pengetahuan yang tidak mencapai kepastian mutlak.
Bedakan pula kepastian sumber dan kejelasan makna. Teks Al-Qur’an pasti dari sisi penyampaiannya, tetapi sebagian lafaznya memiliki ruang penafsiran. Sebuah hadis sahih dapat memiliki kedudukan tertentu dari sisi jalur periwayatan, sementara maknanya dalam satu masalah sangat jelas. Dua sumbu ini tidak boleh dilebur menjadi satu label tanpa penjelasan.
Kebiasaan memperbarui kesimpulan
Pemahaman yang sehat terbuka terhadap bukti baru. Namun keterbukaan bukan berarti mengganti pendapat setiap kali ada bisikan. Nilai informasi baru: apakah hanya kemungkinan kosong, dugaan yang beralasan, atau bukti yang benar-benar menggugurkan dasar sebelumnya? Kaidah kepastian dan keraguan akan memperdalam pekerjaan ini.
Dua sumbu kepastian yang harus dibaca terpisah
Bayangkan sebuah tabel dengan baris ‘asal teks’ dan ‘makna yang ditunjuk’. Pada baris pertama kita bertanya apakah teks benar berasal dari sumber yang dinisbatkan. Pada baris kedua kita bertanya apakah teks hanya menunjuk satu makna atau menerima beberapa pemahaman yang layak. Dua baris ini dapat mempunyai jawaban berbeda. Jangan mengisi keduanya dengan satu kata sahih lalu menganggap seluruh persoalan selesai.
Ayat Al-Qur’an pasti dari sisi penyampaiannya. Namun adanya lafaz yang mempunyai lebih dari satu penggunaan bahasa dapat membuka pembahasan tentang makna yang dimaksud pada satu rincian. Sebaliknya, sebuah kalimat dalam riwayat dapat sangat jelas maknanya, tetapi jika penisbatan riwayat belum terbukti, kejelasan makna tidak memperbaiki sumbernya. Kalimat palsu yang terang tetap tidak menjadi sabda Nabi.
Ketika berbeda pendapat, tanyakan sumbu mana yang dipersoalkan. Jika teman mempertanyakan keabsahan riwayat, menjelaskan arti kamus belum menjawabnya. Jika ia menerima riwayat tetapi berbeda dalam cakupan makna, mengulang bahwa hadisnya sahih juga belum menyelesaikan perbedaan. Menjawab pertanyaan yang tepat membuat diskusi jauh lebih singkat dan dalam.
Contoh dan cara menalarnya 4
Tutup pembahasan untuk mencoba sendiri, lalu bandingkan alasan dan perubahan faktanya.
Seratus unggahan, satu sumber
Seratus akun mengunggah kabar libur pondok, tetapi semuanya menyalin satu pesan tanpa nama.
Pembahasan
Jumlah salinan tidak menghasilkan seratus sumber mandiri. Periksa asal informasi dan otoritas yang menetapkan libur. Kepercayaan kolektif dapat bertambah secara psikologis tanpa penambahan bukti yang sebanding.
Ubah satu fakta
Jika pengumuman resmi pengelola muncul, kualitas dasar berubah karena sumbernya, bukan sekadar karena jumlah unggahan.
Ingatan utang
Santri yakin pernah berutang, tetapi hanya merasa mungkin sudah membayar.
Pembahasan
Pisahkan kepastian adanya kewajiban dari dugaan pelunasannya. Rasa tidak nyaman tidak menjadi bukti pembayaran. Cari catatan atau pengakuan pihak terkait sebelum menyatakan tanggungan telah selesai.
Ubah satu fakta
Bukti pembayaran yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan mengubah keadaan; kaidah tidak menolak bukti tersebut.
Menentukan arah kiblat
Dalam perjalanan, seorang santri memakai petunjuk yang layak untuk memperkirakan kiblat ketika tidak dapat melihat Ka‘bah. Ia menolak salat karena tidak memiliki kepastian visual.
Pembahasan
Tuntutan pengetahuan mengikuti keadaan dan ketentuan babnya. Tidak semua pelaksanaan menuntut melihat objek secara langsung. Periksa cara penentuan yang diakui dan kemampuan yang tersedia.
Ubah satu fakta
Bila alat diketahui rusak, keyakinan terhadap hasilnya perlu ditinjau; masalahnya terletak pada keandalan petunjuk.
Curiga kepada teman sekamar
Barang hilang dan seorang santri menuduh temannya karena teman itu tampak gugup.
Pembahasan
Perilaku gugup memiliki banyak penjelasan. Kecurigaan bukan bukti yang cukup untuk mengumumkan pencurian. Bedakan alasan memulai pemeriksaan yang wajar dari dasar menimpakan tuduhan.
Ubah satu fakta
Rekaman yang jelas dan telah diperiksa keasliannya merupakan jenis bukti berbeda; tetap perlu prosedur adil dalam menanganinya.
Uji pemahaman
Apakah semua zann ditolak dalam hukum?
Lihat jawaban
Tidak. Dugaan tanpa dasar dan prasangka buruk berbeda dari dugaan kuat yang dihasilkan melalui bukti yang diakui pada bidangnya. Tingkat bukti yang dibutuhkan juga bergantung pada persoalan.
Apa beda pasti sumber dan pasti makna?
Lihat jawaban
Pasti sumber menyangkut kejelasan asal atau penyampaian teks. Pasti makna menyangkut penunjukan teks terhadap pengertian tertentu. Sebuah teks dapat kuat pada sumbu pertama dan memerlukan kajian pada sumbu kedua.
Latihan pemahaman
Minta peserta memberi label: pasti, lebih kuat, berimbang, atau belum cukup data. Mereka wajib menyebut alasan label tersebut dan bukti yang dapat mengubahnya.
Istilah dan rujukan
- الظن
- Salah satu kemungkinan lebih kuat berdasarkan pertimbangan tertentu, tanpa mencapai kepastian.
- الشك
- Keraguan ketika dua kemungkinan berimbang dalam pengertian teknis yang dipakai matan.