Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Hadas, Najis, dan Wudu yang Tertib · Ponpes Temas
← Kembali ke Pustaka
PAI dan Budi Pekerti Kelas VII — Memahami Iman, Menjaga Ibadah dan Adab · Ponpes TemasPelajaran 9 / 24
BAB 3 · Dasar kelas VII · semester 1

Hadas, Najis, dan Wudu yang Tertib

PT-PAI-VII-009

Tujuan belajar

Membedakan hadas dari najis serta memperagakan rukun wudu menurut penjelasan mazhab Syafi‘i.

Bekal awal: Mengenali bagian anggota wudu dan kebutuhan air yang menyucikan.

Jejak Ponpes Temas

Zubad di Pustaka menjadi dasar fikih Syafi‘i. Hiwarut Thalabah halaman PDF 27 memberi konteks penggunaan air; bukan laporan ketersediaan air saat ini.

Kartu Sumber dan Kasus

3A · Bersuci dan Air yang Dipakai Secukupnya

Fikih dan konteks pondok

Rukun merujuk Zubad 122–126. Konteks air diparafrasakan dari Hiwarut Thalabah PDF 27; bukan laporan persediaan air saat ini.

RukunPemeriksaan dasar
NiatBersamaan awal membasuh wajah
WajahSeluruh batas wajah yang wajib
TanganKedua tangan beserta siku
KepalaMengusap sebagian kepala
KakiKedua kaki beserta mata kaki
TertibUrutan sebagaimana ketentuan

Dialog menggambarkan air bak yang tinggal sedikit sebelum wudu. Santri membahas penggunaan secukupnya, menutup keran yang masih mengalir, dan menyampaikan kebutuhan kepada petugas. Pelajaran yang diambil ialah perhatian pada kebutuhan bersama, bukan klaim ukuran bak atau jumlah pemakai.

Tabel memuat enam rukun menurut penjelasan Syafi‘i. Niat berada di hati dan menyertai awal membasuh wajah. Tidak perlu menunggu selesai niat sebagai tahap terpisah baru membasuh wajah. Tertib berarti susunan anggota dijaga. Basuhan wajib harus mencapai bagian yang diwajibkan; pengulangan tiga kali adalah sunah.

Bengkel urutan memakai empat kartu anggota: wajah disertai niat, tangan, kepala, kaki. Susunan kartu mewakili tertib, sehingga empat kartu bukan pernyataan bahwa rukunnya hanya empat. Guru mengamati praktik dengan tetap menjaga pakaian dan kenyamanan peserta.

Fokus pemeriksaan. Bagaimana enam rukun diwakili empat kartu tanpa menghilangkan niat serta tertib?

Kotor, najis, dan hadas tidak sama

Debu atau noda tanah tidak otomatis najis. Najis ialah benda yang menurut syariat perlu disucikan, seperti air kencing. Hadas ialah keadaan yang menghalangi ibadah tertentu sampai bersuci sesuai ketentuan. Mengelap noda tidak menggantikan wudu setelah hadas; berwudu juga tidak otomatis membersihkan najis pada pakaian. Pembelajaran dasar ini mengikuti fikih Syafi‘i yang dijelaskan dalam Zubad di Pustaka.

Enam rukun dan syarat yang diperhatikan

Rukun wudu: niat bersamaan awal membasuh wajah, membasuh wajah, kedua tangan beserta siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki beserta mata kaki, dan tertib. Air harus menyucikan dan mencapai bagian yang diwajibkan tanpa penghalang. Membasuh tiga kali termasuk sunah; satu basuhan yang merata memenuhi rukun basuhan. Kartu 3A membedakan rukun, sunah, serta hemat air tanpa mengurangi bagian wajib.

Pembatal dan kepastian

Keluar sesuatu dari qubul atau dubur termasuk pembatal, dengan pembahasan khusus mani yang berkaitan dengan mandi. Hilang kesadaran serta tidur dengan rincian posisinya, sentuhan kulit lawan jenis bukan mahram yang memenuhi ketentuan, dan sentuhan kemaluan dengan bagian dalam telapak tanpa penghalang dibahas dalam mazhab ini. Guru menerangkan batasnya; jangan menguji dengan menyentuh teman. Yakin sudah wudu lalu sekadar ragu batal berbeda dari yakin batal lalu ragu sudah wudu.

Telusuri contoh

Pakaian terkena air kencing, lalu pemakainya berwudu. Apa yang masih diperiksa?

  1. Najis pakaian harus disucikan sesuai ketentuan.
  2. Wudu mengangkat hadas kecil jika syarat serta rukunnya terpenuhi.
  3. Kedua kebutuhan tidak saling menghapus.

Santri yakin berwudu, lalu hanya merasa ragu. Apa dasar penilaiannya?

  1. Pertahankan keadaan yang diyakini sampai ada pembatal yang diketahui.
  2. Jangan mengulang karena dugaan tanpa dasar.
  3. Bila faktanya belum dipahami, tanyakan guru dengan tenang.
Waspadai kekeliruan

Menganggap semua noda najis, niat hanya ucapan, atau hemat air berarti boleh membiarkan anggota wajib tidak terbasuh.

Latihan mandiri

1 Apa beda hadas dan najis?

Petunjuk awal

Tentukan fakta yang tersedia, konsep yang dipakai, dan alasan yang mendukung keputusanmu.

Pembahasan · buka setelah mencoba

Hadas adalah keadaan yang memerlukan bersuci; najis adalah benda yang harus disucikan menurut ketentuan.

2 Sebutkan enam rukun wudu.

Petunjuk awal

Tentukan fakta yang tersedia, konsep yang dipakai, dan alasan yang mendukung keputusanmu.

Pembahasan · buka setelah mencoba

Niat saat awal wajah, wajah, tangan beserta siku, sebagian kepala, kaki beserta mata kaki, dan tertib.

3 Apakah tiga basuhan termasuk rukun?

Petunjuk awal

Tentukan fakta yang tersedia, konsep yang dipakai, dan alasan yang mendukung keputusanmu.

Pembahasan · buka setelah mencoba

Tidak; pengulangan tiga kali sunah, sedangkan basuhan wajib harus merata.

4 Apa pelajaran dari air terbatas dalam Hiwarut Thalabah?

Petunjuk awal

Tentukan fakta yang tersedia, konsep yang dipakai, dan alasan yang mendukung keputusanmu.

Pembahasan · buka setelah mencoba

Gunakan secukupnya, tutup keran, dan laporkan kebutuhan tanpa meninggalkan rukun bersuci.

PENDALAMAN WEB

Perluas pemahamanmu

Buat dua kartu kasus: yakin suci lalu ragu batal, dan yakin batal lalu ragu sudah wudu. Jelaskan bahwa kaidah mengikuti keadaan pasti, bukan selalu memilih jawaban yang terasa ringan.

Coba dengan umpan balik

Latihan otomatis membantu pemeriksaan; tuliskan alasan dan langkah untuk membuktikan pemahaman.

1 Noda tanah biasa…

Pilih satu jawaban

Petunjuk awal

Periksa semua pilihan sebelum menjawab. Cari alasan, bukan sekadar kata yang terdengar baik.

Pembahasan · buka setelah mencoba

B. tidak otomatis najis. Kotor menurut kebiasaan berbeda dari najis secara fikih.

2 Niat wudu disertakan pada…

Pilih satu jawaban

Petunjuk awal

Periksa semua pilihan sebelum menjawab. Cari alasan, bukan sekadar kata yang terdengar baik.

Pembahasan · buka setelah mencoba

A. awal membasuh wajah. Niat berada di hati dan menyertai awal basuhan wajah.

3 Siku dan mata kaki…

Pilih satu jawaban

Petunjuk awal

Periksa semua pilihan sebelum menjawab. Cari alasan, bukan sekadar kata yang terdengar baik.

Pembahasan · buka setelah mencoba

C. termasuk bagian yang dibasuh. Batas anggota perlu diperhatikan.

Coba di Ponpes Temas

Guru memperagakan wudu pada tempat yang diizinkan. Santri mencoba dengan pakaian tetap terjaga dan mencatat koreksi; tidak memakai najis sungguhan sebagai alat latihan.

Penanda pribadi di perangkat ini; bukan nilai atau bukti penguasaan.

Pondok Pesantren Ibadurrahman TemasVersi 1 · 13 Oktober 2026

Catat bacaanmu

PAI dan Budi Pekerti Kelas VII — Memahami Iman, Menjaga Ibadah dan Adab · Pelajaran 9 · Hadas, Najis, dan Wudu yang Tertib

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk PAI dan Budi Pekerti Kelas VII — Memahami Iman, Menjaga Ibadah dan Adab · Pelajaran 9 · Hadas, Najis, dan Wudu yang TertibVersi 1

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan