Membandingkan Alternatif dengan Kriteria Terbuka
PT-PP-VIII-030
Menghitung skor berbobot sambil menjelaskan asumsi serta batasnya.
Bekal awal: Menjumlahkan perkalian dan memahami pilihan yang layak.
Jejak Ponpes Temas
Kebiasaan mencatat lalu meninjau pada Hiwarut Thalabah PDF 133 menjadi konteks. Dua puluh buku, matriks, skor, dan hasil sebelum–sesudah adalah model, bukan laporan koleksi nyata.
Kartu Sumber dan Kasus
8B · Matriks Pilihan yang Terbuka untuk Revisi
Skor model dan pembobotan
Kasus dan angka rekaan untuk belajar di Ponpes Temas; bukan data, kejadian, fasilitas, transaksi, atau ketentuan nyata pondok.
| Alternatif | Hemat biaya | Akses | Perawatan |
|---|---|---|---|
| A · perbaiki/pakai ulang | 4 | 3 | 3 |
| B · bahan baru | 2 | 4 | 3 |
| C · giliran | 4 | 2 | 4 |
Alternatif A memperbaiki label serta memakai ulang bahan; B membeli bahan baru; C mengatur giliran. Sebelum skor dipakai, semua pilihan harus diperiksa kelayakan dasar, hak, kebutuhan minimum, dan izin. Kartu tidak menyatakan izin nyata telah diberikan.
Tiga kriteria memakai skala 1–4 dengan 4 berarti lebih baik menurut kriteria: hemat biaya, akses, dan kemudahan perawatan. Ini penilaian rekaan untuk latihan, bukan hasil survei atau data rupiah. Bobot awal 40%, 40%, 20% berjumlah 100%; skor akhir diperoleh dari jumlah skor dikali bagian bobot.
Dengan bobot awal, A mendapat 3,4; B 3,0; C 3,2. Jika bobot diganti menjadi 20%, 60%, 20%, hasilnya A 3,2; B 3,4; C 2,8. Perubahan prioritas dapat mengubah urutan. Keputusan nyata memerlukan alasan, bukti penilaian, serta pemeriksaan pihak terkait; skor tertinggi bukan perintah pelaksanaan.
Fokus pemeriksaan. Terangkan arti skor dan bobot, saring kelayakan, lalu uji bagaimana prioritas mengubah hasil.
Saring kelayakan sebelum memberi skor
Pilihan yang melanggar hak, tidak memenuhi kebutuhan minimum, atau di luar izin tidak dibuat layak hanya karena skor tinggi. Setelah batas diperiksa, bandingkan alternatif menurut kriteria yang dinyatakan. Kartu 8B memakai tiga pilihan model: A memperbaiki label dan memakai ulang bahan; B membeli bahan baru; C mengatur giliran. Semua masih usulan, bukan pengadaan nyata.
Bobot menyatakan prioritas
Tiga kriteria model ialah hemat biaya, akses, dan kemudahan perawatan. Skor 1–4 memakai arti 4 lebih baik menurut kriteria; skor hemat biaya bukan rupiah. Bobot awal 40%, 40%, dan 20% berjumlah 100%. Skor akhir adalah jumlah skor tiap kriteria dikali bobotnya sebagai bagian dari satu. Matriks membantu membuat alasan terbuka, bukan mengukur semua nilai manusia.
Uji kepekaan keputusan
Data skor kartu menghasilkan A 3,4; B 3,0; C 3,2 pada bobot awal. Jika bobot berubah, urutan bisa berubah. Jelaskan siapa menetapkan kriteria, bukti penilaian, serta alasan bobot. Hasil tertinggi adalah hasil model bersyarat; keputusan nyata tetap memerlukan data biaya, kebutuhan, izin, dan pembahasan pihak terkait.
Telusuri contoh
Hitung skor A dari 4, 3, 3.
- 4 × 0,4 = 1,6.
- 3 × 0,4 = 1,2 dan 3 × 0,2 = 0,6.
- Total 3,4 pada bobot awal.
Mengapa nilai 4 hemat biaya bukan Rp4?
- Angka 1–4 adalah skala penilaian.
- Makna tertinggi ialah lebih baik menurut kriteria model.
- Harga nyata memerlukan data rupiah terpisah.
Skor tinggi tidak membuat pilihan melanggar hak menjadi layak; skor kriteria bukan data harga.
Latihan mandiri
1 Hitung skor B dari 2, 4, 3 pada bobot awal.
Petunjuk awal
Tentukan sumber, konsep, dan bukti. Jelaskan alasan serta batas simpulan; jangan menambahkan data yang belum tersedia.
Pembahasan · buka setelah mencoba
2 × 0,4 + 4 × 0,4 + 3 × 0,2 = 0,8 + 1,6 + 0,6 = 3,0.
2 Hitung skor C dari 4, 2, 4 pada bobot awal.
Petunjuk awal
Tentukan sumber, konsep, dan bukti. Jelaskan alasan serta batas simpulan; jangan menambahkan data yang belum tersedia.
Pembahasan · buka setelah mencoba
4 × 0,4 + 2 × 0,4 + 4 × 0,2 = 1,6 + 0,8 + 0,8 = 3,2.
3 Apa yang dilakukan sebelum memberi skor?
Petunjuk awal
Tentukan sumber, konsep, dan bukti. Jelaskan alasan serta batas simpulan; jangan menambahkan data yang belum tersedia.
Pembahasan · buka setelah mencoba
Periksa batas hak, kebutuhan minimum, kelayakan, dan kewenangan/izin; skor tidak menghapus batas.
4 Mengapa urutan model bukan keputusan otomatis?
Petunjuk awal
Tentukan sumber, konsep, dan bukti. Jelaskan alasan serta batas simpulan; jangan menambahkan data yang belum tersedia.
Pembahasan · buka setelah mencoba
Skor serta bobot mempunyai asumsi, bukti terbatas, dan prioritas; keputusan memerlukan pemeriksaan pihak terkait.
Perluas pemahamanmu
Ubah bobot menjadi hemat 20%, akses 60%, perawatan 20%. Hitung A 3,2; B 3,4; C 2,8. Jelaskan mengapa prioritas akses dapat mengubah urutan tanpa mengubah skor dasar.
Coba dengan umpan balik
Latihan otomatis membantu pemeriksaan; tuliskan alasan dan langkah untuk membuktikan pemahaman.
1 Skor A pada bobot 40–40–20 ialah…
Petunjuk awal
Tentukan sumber, konsep, dan bukti. Jelaskan alasan serta batas simpulan; jangan menambahkan data yang belum tersedia.
Pembahasan · buka setelah mencoba
D. 3,4. Jumlah tertimbang adalah 1,6 + 1,2 + 0,6.
2 Bobot tiga kriteria pada model harus berjumlah…
Petunjuk awal
Tentukan sumber, konsep, dan bukti. Jelaskan alasan serta batas simpulan; jangan menambahkan data yang belum tersedia.
Pembahasan · buka setelah mencoba
B. 100%. Bobot membagi satu keseluruhan prioritas.
3 Pilihan melanggar hak tetapi skornya tinggi…
Petunjuk awal
Tentukan sumber, konsep, dan bukti. Jelaskan alasan serta batas simpulan; jangan menambahkan data yang belum tersedia.
Pembahasan · buka setelah mencoba
D. tetap tidak dibuat layak oleh skor. Batas mendasar diperiksa sebelum pemeringkatan.
Coba di Ponpes Temas
Gunakan matriks kartu 8B untuk menjelaskan dua prioritas berbeda. Tulis alasan bobot serta informasi yang masih diperlukan sebelum mengajukan pilihan.
Penanda pribadi di perangkat ini; bukan nilai atau bukti penguasaan.