نَبدأ بِالذِّكر وَالشُّكر
أن نَعْرف طريقة افتتاح النَّظْم، وَنَربط العِلْم بالنية وَالشُّكر.
نَقْرَأُ الْمَتْنَ
aku memulai dengan nama Allah di nazam pada awal
Mahaberkah Dia Yang Maha Pengasih Maha Penyayang dan tempat berlindung
lalu aku menyusulkan semoga melimpahkan selawat Allah Tuhanku kepada yang diridai
Muhammad yang dianugerahkan kepada manusia sebagai utusan
dan keluarga beliau kemudian para sahabat kemudian orang yang
mengikuti mereka di atas kebaikan dengan kebaikan laksana hujan lebat
dan aku menjadikan ketiga bahwa segala puji bagi Allah selamanya
dan apa yang bukan dimulai dengannya terputus kemuliaannya
نَفْهَمُ الشَّرْحَ
٢ ـ الصلاة عَلَى النبي
setelah basmalah berselawat penyusun kepada nabi kita Muhammad yang mengutusnya Allah untuk memberi petunjuk manusia dan ar-ridha sifat pujian dan al-muhda menunjukkan bahwa sungguh pengutusannya rahmat bagi makhluk kita belajar mencintai Rasul dan mengikutinya dan kita berselawat kepadanya ketika menyebutnya dan jangan kita memisahkan mempelajari Al-Qur’an dari sunnahnya sebab dialah yang menyampaikan kepada kita Al-Qur’an dan mengajari para sahabatnya bagaimana mereka membacanya dan mengamalkan isinya
٣ ـ أهل البَيْت والصحابة
meliputi doa keluarga rumah Nabi kemudian para sahabat kemudian orang yang berjalan di atas jalan mereka dengan baik dan ‘itratuhu keluarga rumahnya dan wubbala bentuk jamak wabil yaitu hujan lebat ia mengumpamakan mereka dengan hujan karena banyaknya manfaat mereka kita belajar menghormati orang yang menyampaikan kepada kita agama dan kita meneladani kebaikan mereka dalam ilmu dan amal dan baiknya mengikuti terlihat dalam kejujuran dan kasih sayang dan melayani manusia
٤ ـ الحَمد وشكر النعمة
ia menempatkan penyusun hamdalah sesudah basmalah dan selawat dan tsallatstu berarti aku menjadikannya ketiga perkara-perkara pembukaan meskipun terletak dalam bait keempat dan hamd pujian kepada Allah atas kesempurnaan-Nya dan kebaikan-Nya dan ajdzam al-‘ula kurang kemuliaannya maksudnya mengagungkan zikir Allah dan mensyukuri-Nya dan jangan kita mengambil dari ungkapan semata-mata hukum batalnya setiap amal yang tidak memulai pelakunya dengan hamdalah
نَتَدَرَّبُ
اقرأ الأبيات الأربعة، ثُمّ اذكر أعمال الافتتاح بالترتيب، وفسر كَلِمة موئل.
نُرَاجِعُ فَهْمَنَا
مَا مَعنى النَّظْم؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
كلام موزون يساعد عَلَى الحفظ، وَنَتعلّم معناه لنعمل به.
لَم قال ثلثت مع أن الحَمد فِي البَيْت الرابع؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
لأنه ثالث أمور الافتتاح بعد البسملة والصلاة، وليس المَراد ترتيب الأبيات.
١ ـ نَبدأ باسم الله
memulai asy-Syathibi nazamnya dengan nama Allah seraya meminta pertolongan kepada-Nya dalam pekerjaannya dan nazam perkataan berirama membantu untuk menghafal dan makna tabaraka agung kebaikan-Nya dan banyak dan maw’ila tempat berlindung kita kembali kepada-Nya kita belajar bahwa kita memulai membaca dengan niat baik dan bahwa kita memohon pertolongan dari Allah maka menghafal bait-bait sarana untuk memahami dan mengamalkan dan bukan tujuan yang terpisah dari keduanya
سراج القارئ، ص ٤