النسب وَالطَّريق وحدود النَّظْم
أن نَفْهم القِراءة وَالرِّواية وَالطَّريق، ونحسن السؤال عما نجهل.
نَقْرَأُ الْمَتْنَ
Abu Amr mereka dan al-Yahshubi Ibnu Amir
murni nasab Arabnya dan yang lain dari mereka melingkupi dirinya ikatan wala’
bagi mereka jalur-jalur periwayatan diberi petunjuk dengannya setiap orang yang datang mencari ilmu
dan tidak seorang pendatang ditakuti di dalamnya sebagai pembuat tipu daya
dan itulah yang bagi orang yang menyetujui aku tegakkan
sebagai tanda-tanda kemuliaan maka bersungguh-sungguhlah dalam dasar dan niatmu meraih keutamaan
dan inilah aku ini berusaha semoga ragam bacaan mereka
tunduk dengannya susunan rima-rima dengan memudahkan
نَفْهَمُ الشَّرْحَ
٤٢ ـ قِراءة وَرِواية وطريق
qiraat dinisbatkan kepada imam dan riwayat kepada perawi darinya dan thariq kepada orang yang menerima dari perawi lalu orang yang sesudahnya contoh hal itu qiraat Nafi‘ riwayat Qalun thariq Abu Nasyith dan mungkin ada antara perawi dan imam perantara dan ath-thariq dalam bait membawa makna pencari ilmu atau pendatang dan al-mutamahhil pembuat tipu daya maksudnya percaya pada periwayatan terjaga disertai merujuk kepada para ahli penguasaan untuk memahami jalur-jalurnya
٤٣ ـ نَعْرف حدود الكَتاب
menegakkan asy-Syathibi ini jalur-jalur sebagai tanda-tanda bagi orang yang ingin mempelajarinya sesuai istilahnya dan al-muwati yang menyetujui dan fanshab bersungguh-sungguhlah dan berusahalah dalam mendapatkan ilmu dan nishabika dasarmu dan termasuk di dalamnya memperbaiki niat tidak menghimpun ini nazam seluruh apa yang diriwayatkan dalam qiraat maka siapa yang mendengar bacaan yang tidak ia ketahui jangan bergegas mengingkarinya tetapi bertanya kepada ahli ilmu tentang kesahihannya dan jalurnya
٤٤ ـ لماذا نَظْم العِلْم؟
bersungguh-sungguh asy-Syathibi dalam menghimpun ragam-ragam bacaan dalam bait-bait mudah dihafal dan hurufihim mengandung di sini ragam-ragam bacaan mereka dan yathu‘ tunduk dan mudah dan rima-rima akhir-akhir bait-bait maka syair pelayan ilmu dan lambang-lambang sarana untuk meringkas kita menghafal lafaz bersama maknanya karena penghafal lambang yang tidak mengetahui maknanya kadang menisbatkan bacaan kepada selain pemiliknya
نَتَدَرَّبُ
صنف: نَافِع، قَالُون، أبو نشيط؛ إمام أم رَاو أم صاحب طريق؟
نُرَاجِعُ فَهْمَنَا
مَا المعيار فِي قبول النَّقْل: الأصل العائلي أم صحة النَّقْل؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
العبرة بصحة النَّقْل والإتقان، لَا بالأصل العائلي.
كَيْف نتصرف إذا سمعنا قِراءة ليست فِي علمنا؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
نسأل أهل العِلْم عَن ثبوتها وطريقها، وَلَا نبادر بالإنكار أو التقليد بِلَا تعلُّم.
٤١ ـ الأنساب لَا تصنع التفاضل
menyebutkan bait ini bahwa Abu Amr dan Ibnu Amir keduanya murni nasab Arab dan bahwa yang lain terkenal dengan wala’ dalam ini riwayat dan wala’ ikatan dengan kabilah dan bisa berbeda rincian-rincian nasab-nasab dalam kitab-kitab biografi ini informasi sejarah dan bukan ukuran penerimaan bacaan atau keutamaan manusia di sisi Allah yang diperhitungkan kesahihan periwayatan dan penguasaan dan kehormatan manusia tidak berkurang karena perbedaan asal-usulnya
سراج القارئ، ص ١٣