Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Muqaddimah Syathibiyyah · Pelajaran ١٣
الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
آدَابُ الْقُرْآنِ وَمَفَاتِيحُ الْقِرَاءَاتِ

الشَّرْح المُيَسَّر لمُقدِّمة الشَّاطِبِيَّة

نَقْرأ وَنَفْهم، وَنَتعلّم أدب القُرآن ومفاتيح القِراءات

مَعْهَد عِبَاد الرَّحْمَن تِيمَاس · للصفّ الثاني مِن المرحلة المتوسّطة

٩٤ بَيْتًا٢٦ دَرْسًا٦٤ سُؤَالًامَتْنٌ مَضْبُوطٌ وَشَرْحٌ بِحَرَكَاتٍ مُخْتَارَةٍ

اِضْغَطْ عَلَى كَلِمَةٍ لِمَعْنَاهَا بِالْإِنْدُونِيسِيَّةِ، أَوْ أَظْهِرْ مَعَانِيَ الْكَلِمَاتِ كُلَّهَا.

٢٤
الدَّرْسُ ١٣ · الْأَبْيَاتُ ٤٥–٤٨

كَيْف نَقْرأ الرَّمْز؟

أن نَعْرف ترتيب رُموز الأفراد ووظيفة الفاصل والتكرار.

نَقْرَأُ الْمَتْنَ

٤٥

aku menjadikan aba jad (huruf abjad) bagi setiap imam pembaca

sebagai tanda sesuai yang dinazamkan yang pertama untuk yang pertama

٤٦

dan dari sesudah penyebutanku lafaz yang diperselisihkan aku menyebut para pembacanya

ketika selesai aku mendatangkan kepadamu huruf waw sebagai pemisah

٤٧

kecuali beberapa lafaz tidak ada keraguan pada ketersambungannya

dan dengan pengucapan aku merasa cukup dari keterangan tambahan jika telah jelas

٤٨

dan kadang-kadang suatu tempat ia mengulang huruf lambang sebelumnya (waw)

karena suatu alasan yang muncul dan perkara itu bukanlah menakutkan

نَفْهَمُ الشَّرْحَ

٤٥ ـ مفتاح رُموز الأفراد

ia menetapkan bagi setiap imam dan dua perawinya tiga huruf sesuai urutan nama-nama maka abaj untuk Nafi‘ dan Qalun dan Warsy dan dahaz untuk Ibnu Katsir dan al-Bazzi dan Qunbul dan demikian sampai rasat untuk al-Kisa’i dan Abu al-Harits dan ad-Duri darinya huruf pertama untuk imam dan kedua untuk perawinya pertama dan ketiga untuk yang kedua dan datang lambang umumnya awal kata bukan nama mandiri bagi huruf pelajarilah tabel lengkap dan jangan engkau menghitung al-Yazidi dan Sulaim di antara pemilik lambang-lambang

سراج القارئ، ص ١٤

٤٦ ـ اللَّفْظ ثُمّ أصحابه ثُمّ الفاصل

ia menyebut lafaz Al-Qur’an yang diperselisihkan padanya kemudian menyebut lambang-lambang orang yang membaca dengan bentuk yang dijelaskan kemudian mendatangkan huruf waw untuk memisahkan ketika selesainya masalah ini adalah kaidah dasar dalam lambang-lambang huruf dan al-harf di sini tempat bacaan bukan huruf tunggal saja contoh pembelajaran buatan sebutkan suatu lafaz kemudian kata yang dimulai dengan ain maka ain menunjukkan kepada Hafsh dan jangan kita mengambil dari ini contoh bacaan Al-Qur’an tetapi kita mempelajari urutan tanda-tanda

سراج القارئ، ص ١٤

٤٧ ـ حين يغني الوضوح

kadang ia tidak memerlukan dari waw pemisah dalam tempat-tempat dipahami keterhubungannya dan akhirnya dari ucapan dan kadang menyebut lafaz dengan harakat maka mencukupi pengucapannya dari menjelaskan harakat satu kali lagi dan al-qaid keterangan yang menghilangkan kemungkinan makna lain seperti ucapannya dengan dhammah atau dengan kasrah ini kelonggaran dalam cara nazam ketika jelasnya maksud maka jangan kita menghilangkan dengannya keterangan yang membutuhkan kepadanya pemahaman dan jangan kita menebak bacaan dari tulisan tanpa harakat

سراج القارئ، ص ١٥

٤٨ ـ تكرار الرَّمْز لَا يكرر القارِئ

kadang ia mengulang huruf lambang sebelum pemisah untuk memperindah ungkapan atau melengkapi irama maka apabila berulang lambang tidak menjadi imam pembaca dua orang dan tidak menunjukkan pengulangan sendiri kepada bentuk bacaan baru dan kadang menyebut lambang untuk kelompok kemudian lambang untuk seseorang yang termasuk di dalamnya kita menghimpun nama-nama yang dimaksud dengan tanpa pengulangan kemudian memahami hukum dan ucapannya laisa muhawwila dorongan untuk belajar dengan tenang

سراج القارئ، ص ١٥

جَدَاوِلُ تُعِينُ عَلَى هَذَا الدَّرْسِ

الأَئمّة وَالرُّواة وَرُموز الأفراد

الترتيب: الإِمام، ثُمّ الراوي الأول، ثُمّ الثاني. الرَّمْز «أ» لنافع يشمل الأَلِف وَالهَمْزة فِي استعمال النّاظِم. والهاء رَمْز البَزِّي. الواو للفصل، وليست رمزا لقارئ.

الإِمام ورمزهالبلدالراوي الأول ورمزهالراوي الثاني ورمزه
نَافِع ـ أالمدينةقَالُون ـ بوَرْش ـ ج
ابْن كَثِير ـ دمكةالبَزِّي ـ هـقُنْبُل ـ ز
أَبُو عَمْرو ـ حالبصرةالدُّورِي عنه ـ طالسُّوسِي ـ ي
ابْن عَامِر ـ كدمشقهِشَام ـ لابْن ذَكْوَان ـ م
عَاصِم ـ نالكوفةشُعْبَة ـ صحَفْص ـ ع
حَمْزَة ـ فالكوفةخَلَف ـ ضخَلَّاد ـ ق
الكِسَائِي ـ رالكوفةأَبُو الحَارِث ـ سالدُّورِي عنه ـ ت

نَتَدَرَّبُ

غط أسماء الجدول، ثُمّ اختبر رُموز أ وب وج، ون وص وع، ور وس وت.

نُرَاجِعُ فَهْمَنَا

  1. عَلَى مِن تدل العين، وَعَلَى مِن تدل الطاء والتاء؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    العين لحفص عَن عَاصِم، والطاء للدوري عَن أبي عمرو، والتاء للدوري عَن الكِسَائِي.

  2. مَا وظيفة الواو فِي الأصل؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    الفصل عند انتهاء المَسْألة وَرُموز أصحابها، وقد يستغنى عنها عند وضوح السياق.

مَعْنَى الْكَلِمَةِ فِي السِّيَاقِ

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Muqaddimah Syathibiyyah · Pelajaran ١٣ — كَيْف نَقْرأ الرَّمْز؟Muqaddimah Syathibiyyah · versi 73

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan