نجمع الرُّموز وَنَعْرف البَاقين
أن نَفْهم اجتماع الرَّمْز الحرفي والكلمي، ومبدأ الأَضْداد.
نَقْرَأُ الْمَتْنَ
kapan pun datang dari sebelum atau sesudah sebuah kata
maka tetaplah pada ketentuanku dan tetapkanlah huruf waw sebagai pemisah
dan apa yang memiliki suatu lawan maka aku dengan lawannya
merasa cukup maka berlombalah dengan kecerdasan agar engkau unggul
نَفْهَمُ الشَّرْحَ
٥٧ ـ نَعْرف قِراءة البَاقين
apabila ia menyebut bentuk bacaan bagi imam dan ada baginya lawan diketahui ia mencukupkan dengannya dari menyebut bacaan yang lain maka orang yang ia sebut mereka membaca dengan bentuk yang disebutkan dan yang lain dengan lawannya sesuai istilahnya contoh dalam pikiran apabila ia menetapkan penetapan huruf untuk kelompok dan ada lawannya penghapusan kita mengetahui penghapusan bagi yang lain jangan kita menciptakan lawan dari diri kita tetapi kita merujuk kaidah-kaidah penyusun dan batasan dan konteks kemudian kita menerima pelafalan dari guru
نَتَدَرَّبُ
فِي تمرين مصنوع اجمع حق مع رَمْز حَفْص، ثُمّ اجمع صحبة مع رَمْز حَفْص، واحذف تكرار الأسماء.
نُرَاجِعُ فَهْمَنَا
مِن تدل عليهم حق مع العين؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
ابن كثير وأبو عمرو وَحَفْص عَن عَاصِم.
هل نَختار الضِّدّ بمجرد التخمين؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
لَا؛ نَرجع إِلَى اصطلاح النّاظِم وقيده والسياق، ثُمّ نتلقى الأداء الصَّحيح.
٥٦ ـ إذا اجتمع نوعا الرَّمْز
kadang menggabungkan penyusun lambang huruf bersama lambang kata dan mendahulukan salah satunya atau mengakhirkannya kita mempertahankan bagi setiap lambang maknanya kemudian menggabungkan para pemilik keduanya dan memperhatikan waw pemisah contoh buatan untuk latihan haqq bersama kata awalnya ain maka kita menghimpun Ibnu Katsir dan Abu Amr dan Hafsh ini latihan tentang nama-nama para imam qiraat saja dan bukan penetapan bacaan pada ayat tertentu
سراج القارئ، ص ١٧