Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Muqaddimah Syathibiyyah · Pelajaran ٢
الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
آدَابُ الْقُرْآنِ وَمَفَاتِيحُ الْقِرَاءَاتِ

الشَّرْح المُيَسَّر لمُقدِّمة الشَّاطِبِيَّة

نَقْرأ وَنَفْهم، وَنَتعلّم أدب القُرآن ومفاتيح القِراءات

مَعْهَد عِبَاد الرَّحْمَن تِيمَاس · للصفّ الثاني مِن المرحلة المتوسّطة

٩٤ بَيْتًا٢٦ دَرْسًا٦٤ سُؤَالًامَتْنٌ مَضْبُوطٌ وَشَرْحٌ بِحَرَكَاتٍ مُخْتَارَةٍ

اِضْغَطْ عَلَى كَلِمَةٍ لِمَعْنَاهَا بِالْإِنْدُونِيسِيَّةِ، أَوْ أَظْهِرْ مَعَانِيَ الْكَلِمَاتِ كُلَّهَا.

٢٤
الدَّرْسُ ٢ · الْأَبْيَاتُ ٥–٩

القُرآن يهذب صاحبه

أن نَفْهم صور الحبل والأترجة والوقار، ونربطها بسلوك يومي.

نَقْرَأُ الْمَتْنَ

٥

selanjutnya maka tali Allah di antara kita ialah kitab-Nya

maka berjuanglah dengannya melawan tipu daya musuh dengan menjeratnya melalui hujah

٦

dan alangkah layak dengannya karena tidak menjadi usang kebaruannya

menjadi mulia orang yang setia kepadanya kepada kesungguhan menghadap

٧

pembacanya yang diridai telah tetap perumpamaannya

seperti buah utruj dalam dua keadaannya memberi aroma harum dan memberi rasa yang lezat

٨

dialah yang disukai untuk dituju apabila ia menjadi teladan yang menghimpun kebaikan

dan menaunginya naungan ketenangan laksana bukit pasir yang kukuh

٩

dialah orang yang merdeka jika ia menjadi orang yang pantas sebagai penolong setia

baginya (Al-Qur’an) dengan sungguh-sungguh menjaganya sampai ia meninggal

نَفْهَمُ الشَّرْحَ

٥ ـ نتمسك بحبل الله

tali Allah di sini kitab-Nya maka siapa yang mengikutinya mendapat petunjuk adapun hibl al-‘ida dengan kasrah huruf ha dan maknanya muslihat besar dan tipu daya mengajak penyusun untuk menolak kebatilan dengan hujah-hujah Al-Qur’an yang jelas maka pengumpamaan dengan berburu gambaran kekuatan hujah dalam menampakkan kebenaran kita mempelajari dalil dan memperbagus penjelasannya dan berbicara kepada manusia dengan adil dan adab dan jangan kita menjadikan dialog caci maki atau pertengkaran pribadi

سراج القارئ، ص ٥

٦ ـ كِتاب لَا يبلى

akhliq bihi ungkapan kekaguman dan maknanya alangkah layaknya Al-Qur’an untuk diagungkan dan la yakhluq tidak usang meskipun banyaknya pembacaan adapun jadidan maknanya di sini pemilik kemuliaan dan kehormatan mengambil manfaat dari Al-Qur’an orang yang setia kepadanya dan menghadap kepadanya dengan sungguh-sungguh bacalah satu ayat dengan perenungan kemudian ulangi ia maka mungkin tampak bagimu makna yang belum engkau perhatikan padanya sebelumnya dan bertambah kukuhnya apa yang engkau pahami

سراج القارئ، ص ٥

٧ ـ طيب الظاهر والباطن

ia mengumpamakan mukmin pembaca dengan buah utruj yaitu buah baik aroma dan rasanya sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih maka baiknya rasa menyerupai iman dan harumnya aroma menyerupai bacaan yang bermanfaat dan muriihan harum aromanya dan muukila enak dimakan menggabungkan pelajar antara baiknya tilawah dan baiknya akhlak maka jangan ia menyakiti temannya dengan lisan yang ia membaca dengannya firman Allah

سراج القارئ، ص ٥

٨ ـ وقار يحمل الخَيْر

pembaca yang saleh layak untuk dituju manusia untuk belajar maka amma di sini tujuan dan ummah yang menghimpun sifat-sifat kebaikan dan ar-razanah ketenangan dan kewibawaan dan qanqala gambaran keteguhan dan kebesaran seperti bukit pasir besar bukanlah wibawa bermuka masam atau kesombongan tetapi tenang ketika ditanya dan adil ketika berbeda pendapat dan sabar terhadap orang yang belajar dengan lambat dengan sifat-sifat ini sifat-sifat menjadi ilmu bermanfaat bagi pemiliknya dan orang lain

سراج القارئ، ص ٦

٩ ـ حرية مِن الهوى

orang merdeka di sini orang yang tidak memperbudaknya hawa nafsunya atau keinginannya akan pujian manusia dan al-hariyy yang layak dan al-hawari penolong yang tulus ia menolong Al-Qur’an dengan mengikutinya dan mengajarkannya dan mengamalkan isinya dan tanabbala menafsirkannya para pensyarah di sini dengan kematian yakni ia teguh atas hal itu sampai akhir hidupnya tanyakan dirimu sebelum bertindak apakah aku mencari rida Allah ataukah aku meninggalkan kebenaran untuk menyenangkan manusia

سراج القارئ، ص ٦

نَتَدَرَّبُ

استخرج صِفات القارِئ الصالح، واختر واحدة تطبقها فِي حلقة الغد.

نُرَاجِعُ فَهْمَنَا

  1. مَا الفَرْق بَين حبل الله وحبل العدا فِي الضبط وَالمَعنى؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    الأول حَبْل بِفَتح الحاء وَهُو سبب الهداية، والثاني حِبْل بكسرها وَهُو الداهية والمكر.

  2. بم يشبه المؤمن القارِئ؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    بالأترجة ذات الرائحة الطيبة والطعم الطيب، فيجمع خير الظاهر والباطن.

مَعْنَى الْكَلِمَةِ فِي السِّيَاقِ

Catat bacaanmu

Syarah Muqaddimah Syathibiyyah · Pelajaran ٢ — القُرآن يهذب صاحبه

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Muqaddimah Syathibiyyah · Pelajaran ٢ — القُرآن يهذب صاحبهMuqaddimah Syathibiyyah · versi 73

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan