نتلقى النقد ونحسن الإصلاح
أن نَميّز حُسْن الظن مِن قبول الخطأ، والاجتهاد مِن القول بِلَا علم.
نَقْرَأُ الْمَتْنَ
saudaraku wahai yang melewati nazamku di pintunya
ditawarkan atasnya yang sepi pasarnya bersikaplah baik
dan berprasangkalah kepadanya baik dan maklumilah tenunannya
dengan berlapang dada dan cara yang baik meskipun ia renggang tenunannya
dan akuilah salah satu dua kebaikan ialah ketepatan
dan yang lain ialah kesungguhan mengharap hujan kebenaran namun mendapat kekeringan
dan jika ada lubang kesalahan maka perbaikilah ia dengan kelebihan
dari kelapangan hati dan hendaklah memperbaikinya orang yang bagus ucapannya
نَفْهَمُ الشَّرْحَ
٧٦ ـ حُسْن الظن ليس إلغاء للنقد
ia mengajak kepada baiknya prasangka dan kelembutan terhadap apa yang mungkin lemah dari ungkapan dan an-nasij kiasan tentang nazam dan halhala lemah tenunannya dan al-ighdha’ memaafkan kekeliruan kecil dengan lapang hati tidak berarti hal itu menerima setiap perkataan tanpa dalil kita memahami maksud penulis lebih dahulu kemudian membedakan yang benar dari yang salah dan menyampaikan catatan dengan adab disertai mengakui apa yang ia bagus di dalamnya
٧٧ ـ إصابة واجتهاد
ia mengharap penyusun salah satu dua kebaikan mencapai kebenaran atau kesungguhan tulus ia mengusahakan dengannya ketepatan namun tidak mencapainya dan mengumpamakan pencari ketepatan dengan orang yang mengharap hujan namun tidak menemukannya keutamaan ijtihad tidak menjadikan kesalahan kebenaran dan tidak membolehkan berkata tanpa ilmu orang yang berijtihad mengerahkan kemampuannya dalam apa yang ia mengetahui alat-alatnya dan apabila jelas kesalahannya ia kembali darinya kita belajar dan bertanya dan jangan mengaku tingkatan yang belum kita capai
٧٨ ـ نصلح الخلل بحلم
apabila menemukan pembaca kekurangan dalam nazam maka hendaklah memperbaikinya dengan kesabaran dan hendaklah memperbaikinya orang yang membaguskan ucapan dan mengetahui ilmu dan al-kharq lubang pada kain dipinjamkan maknanya untuk kesalahan dalam penulisan perhatikan bahwa penyusun mengizinkan untuk perbaikan maka tidak ia meminta diam tentang kekurangan kita mengatakan misalnya barangkali yang benar begini dan ini dalilnya kemudian kita mendengar jawaban maka mungkin ada kesalahan dalam pemahaman kita sendiri
نَتَدَرَّبُ
تبادل مع زميلك شرح بَيْت، ثُمّ قدم ملاحظة محددة ودليلها، واشكره عَلَى تصحيحه.
نُرَاجِعُ فَهْمَنَا
مَا وجه صورة الخرق فِي النَّظْم؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
شبه الخطأ بثقب فِي الثوب يَحتاج إِلَى إصلاح.
هل فضل الاجتهاد يَجعل كل رأي صوابا؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
لَا؛ يبذل المؤهل وسعه، ويصحح خطأه إذا تبين، وَلَا يقول المرء بِلَا علم.
٧٥ ـ انظر إِلَى العَمل بإنصاف
ia mengumpamakan penyusun nazamnya dengan barang yang ditawarkan dan mungkin tidak menyambut atasnya manusia dan meminta dari pembaca baiknya penilaian ini termasuk kerendahan hatinya bukan penilaian bahwa nazam sedikit nilainya dan ajmila datangkanlah ucapan baik kita belajar agar tidak kita mengukur nilai ilmu dengan jumlah orang yang memujinya dan agar tidak kita mengejek terhadap upaya bermanfaat yang belum terkenal tetapi kita melihat pada kesahihannya dan manfaatnya
سراج القارئ، ص ٢٢