تواضع يَحفظ الكرامة
أن نجمع الإيمان بالقدر ومحاسبة النفس والوفاء مع صيانة الحقوق.
نَقْرَأُ الْمَتْنَ
ia memandang semua manusia sebagai hamba Allah karena mereka
sesuai apa yang menetapkannya Allah menjalankan perbuatan-perbuatan
ia melihat dirinya untuk dicela lebih layak karena ia
untuk kemuliaan belum mencicipi dari tanaman pahit shabr dan tanaman pahit ala’
dan sungguh pernah dikatakan jadilah seperti anjing yang dijauhkan pemiliknya
dan tidak ia mengurangi usaha dalam kesetiaan kepada mereka dengan mengerahkan dirinya
نَفْهَمُ الشَّرْحَ
٨٩ ـ نحاسب أنفسنا
ia melihat kepada kekurangannya sebelum mencari-cari aib-aib orang lain karena ia belum mengerahkan dalam mencari kemuliaan apa yang mencukupi dan ash-shabr di sini tumbuhan pahit dan al-ala tumbuhan pahit juga dan maksudnya menanggung kesulitan jalan evaluasi yang sehat menentukan kesalahan kemudian memperbaikinya dan tidak berarti membenci diri atau menghinakannya katakanlah aku salah pada ini tempat dan aku akan mempelajarinya dan jangan katakan aku tidak berguna untuk apa pun
٩٠ ـ نَفْهم المِثال فِي حدوده
mengutip penyusun perkataan tentang terus-menerusnya ketulusan dan kesetiaan dan mengumpamakannya dengan kesetiaan anjing kepada pemiliknya meskipun mereka menjauhkan dirinya dan ma ya’tali tidak melalaikan dan mutabadzdzila mengerahkan usahanya sisi perumpamaan kesetiaan saja dan bukan menyerupakan manusia dengan hewan dalam nilainya dan bait ini bukan hadis Nabi tidak membolehkan memukul pelajar atau merendahkannya dan tidak mewajibkannya untuk tetap tinggal bersama orang yang menyakitinya maka ketulusan dan kebaikan berkumpul keduanya bersama menjaga kehormatan dan meminta perlindungan
نَتَدَرَّبُ
أعد صياغة مَعنى البَيْت ٩٠ بعبارة تربوية، وحدد وجه الشبه وحدوده.
نُرَاجِعُ فَهْمَنَا
هل القدر حجة تبيح ظلم الآخرين؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
لَا؛ الإنسان مسؤول عَن اختياره، ونرد الظلم بالوسائل المشروعة.
هل البَيْت ٩٠ حديث، وهل يجيز إهانة الطّالب؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
ليس حديثا، وَلَا يجيز الإهانة. وجه المِثال الوفاء فِي النصح، مع حفظ الكرامة وطلب الحماية.
٨٨ ـ تواضع مع الإيمان بالقدر
di antara makna-makna mawla di sini bahwa manusia hamba-hamba Allah berjalan perbuatan mereka di bawah ketetapan-Nya dan ditafsirkan juga dengan tuan yakni tidak merendahkan siapa pun dan merendahkan hati kepada semua iman kepada takdir mengurangi kedengkian dan mencegah kesombongan tetapi ia tidak menggugurkan tanggung jawab manusia atas pilihannya dan tidak menjadikan kezaliman boleh kita merendahkan hati kepada manusia dan menuntut hak dan menolak gangguan dengan sarana-sarana yang dibenarkan dan jangan kita berdalih dengan takdir untuk maksiat
سراج القارئ، ص ٢٤