Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Muqaddimah Syathibiyyah · Pelajaran ٣
الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
آدَابُ الْقُرْآنِ وَمَفَاتِيحُ الْقِرَاءَاتِ

الشَّرْح المُيَسَّر لمُقدِّمة الشَّاطِبِيَّة

نَقْرأ وَنَفْهم، وَنَتعلّم أدب القُرآن ومفاتيح القِراءات

مَعْهَد عِبَاد الرَّحْمَن تِيمَاس · للصفّ الثاني مِن المرحلة المتوسّطة

٩٤ بَيْتًا٢٦ دَرْسًا٦٤ سُؤَالًامَتْنٌ مَضْبُوطٌ وَشَرْحٌ بِحَرَكَاتٍ مُخْتَارَةٍ

اِضْغَطْ عَلَى كَلِمَةٍ لِمَعْنَاهَا بِالْإِنْدُونِيسِيَّةِ، أَوْ أَظْهِرْ مَعَانِيَ الْكَلِمَاتِ كُلَّهَا.

٢٤
الدَّرْسُ ٣ · الْأَبْيَاتُ ١٠–١٤

صحبة القُرآن ورجاء الثواب

أن نَفْهم مَعنى الشفاعة بإذن الله، وَنَميّز الترغيب الشعري مِن إِثبات الغَيْب.

نَقْرَأُ الْمَتْنَ

١٠

dan sungguh kitab Allah paling dapat dipercaya sebagai pemberi syafaat

dan paling mencukupi kecukupannya sebagai pemberi yang melimpahkan karunia

١١

dan sebaik-baik teman duduk tidak dibosankan tuturannya

dan pengulangannya bertambah di dalamnya keindahan

١٢

ketika pemuda itu merasa takut di kegelapannya

di dalam kubur ia menjumpainya sebagai cahaya yang berseri-seri

١٣

di sanalah ia menggembirakannya sebagai tempat istirahat dan taman

dan karena dia (Al-Qur’an) di puncak kemuliaan ia ditampakkan

١٤

dia memohon sungguh-sungguh untuk memperoleh keridaan baginya demi sahabat tercintanya

dan alangkah pantas baginya permohonan kepadanya disampaikan

نَفْهَمُ الشَّرْحَ

١٠ ـ رجاء شفاعة القُرآن

Al-Qur’an memberi syafaat bagi para sahabatnya dengan izin Allah sebagaimana terbukti dalam Shahih Muslim dan sahabatnya membacanya dan beriman kepadanya dan mengamalkan apa yang di dalamnya dan aghna ghana’an paling sempurna kecukupan dan manfaatnya dalam petunjuk tidak berarti ungkapan itu bahwa pembaca tidak membutuhkan dari amal atau dari kebutuhan-kebutuhan kehidupan tetapi mengajaknya untuk percaya pada petunjuk Al-Qur’an dan mencari kebaikan dunia dan akhirat

سراج القارئ، ص ٦

١١ ـ صاحب نَرجع إليه

Al-Qur’an sebaik-baik teman duduk karena tuturannya petunjuk dan rahmat dan karena makna-maknanya tidak habis dan tardaduhu mengulang membacanya setiap kali membacanya pelajar dengan perenungan bertambah ilmunya dan kukuh hafalannya dan kuat keterikatannya dengannya jadikan bagimu waktu tetap untuk mengulang walaupun ia singkat dan jika berkurang semangatmu maka jangan tinggalkan bacaan rutinmu seluruhnya bacalah apa yang engkau mampu kemudian kembalilah kepada rencanamu dengan tenang

سراج القارئ، ص ٦

١٢ ـ نور عند الخوف

ia menggambarkan penyusun ketakutan manusia dalam kubur kemudian menyebutkan apa yang diharapkannya bagi sahabat Al-Qur’an berupa cahaya dan ketenteraman dan yarta‘ merasa takut dan sana cahaya dan mutahallila bersinar gembira ini bait-bait dorongan kepada iman dan amal dan keadaan-keadaan gaib diambil dari wahyu yang sahih maka jangan kita menjadikan gambaran puitis semata-mata dalil atas rincian-rincian yang tidak terbukti dengannya riwayat

سراج القارئ، ص ٧

١٣ ـ كرامة صاحب القُرآن

al-maqil tempat istirahat dan ar-raudhah tempat indah yang mempunyai tumbuhan dan adz-dzirwah bagian tertinggi sesuatu meneruskan penyusun menggambarkan ketenteraman pembaca saleh dan tingginya kedudukannya berkat Al-Qur’an bukanlah maksudnya menjanjikan seseorang tertentu hanya karena hafalannya tetapi kita mengharap karunia Allah dan menggabungkan bersama bacaan keikhlasan dan tobat dan ketaatan dan kita waspada agar tidak menyelisihi perbuatan kita apa yang kita baca dengan lisan kita

سراج القارئ، ص ٧

١٤ ـ شفاعة بإذن الله

yunasyid bersungguh-sungguh dalam memohon dan su’lan sesuatu yang diminta menggambarkan bait ini Al-Qur’an sebagai pemberi syafaat yang meminta kebaikan bagi pembacanya yang mencintai kepadanya dan ajdir bihi alangkah layaknya ia untuk itu kita memahami makna bersama prinsip penting syafaat seluruhnya dengan izin Allah dan rida-Nya maka kita berdoa kepada Allah agar memberi manfaat kepada kita dengan kitab-Nya dan memperbaiki persahabatan dengannya melalui tilawah dan perenungan dan amal dan jangan kita mencukupkan diri dengan mengharapkan pahala sambil meninggalkan kewajiban-kewajiban

سراج القارئ، ص ٧

نَتَدَرَّبُ

فسر جليس وسنا ومقيل، ثُمّ ضع لنفسك وقتا يوميا قصيرا للمراجعة.

نُرَاجِعُ فَهْمَنَا

  1. هل تكفي الأبيات وحدها لإثبات كل تفصيل مِن أحوال القبر؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    لَا؛ تشرح الأبيات رجاء النّاظِم وترغيبه، وتفاصيل الغَيْب تحتاج إِلَى دليل صَحيح.

  2. كَيْف نحسن صحبة القُرآن؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    بالإيمان وَالتِّلاوة والتدبر وَالعَمل وَالإِخلاص، مع رجاء رحمة الله.

مَعْنَى الْكَلِمَةِ فِي السِّيَاقِ

Catat bacaanmu

Syarah Muqaddimah Syathibiyyah · Pelajaran ٣ — صحبة القُرآن ورجاء الثواب

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Muqaddimah Syathibiyyah · Pelajaran ٣ — صحبة القُرآن ورجاء الثوابMuqaddimah Syathibiyyah · versi 73

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan