الأَئمّة وَالرُّواة
أن نَفْهم سبب اختيار الأَئمّة وَالرُّواة، وأهمية الإِخلاص فِي النَّقْل.
نَقْرَأُ الْمَتْنَ
semoga membalas Allah dengan segala kebaikan atas jasa kepada kita para imam
kepada kita mereka menyampaikan Al-Qur’an dengan segar dan lancar
di antara mereka bulan-bulan purnama tujuh telah menempati tengah
langit keluhuran dan keadilan yang bercahaya dan sempurna
baginya bintang-bintang darinya mengambil cahaya lalu menerangi
hitamnya kegelapan malam hingga tercerai dan tersingkap
dan kelak engkau melihat mereka satu sesudah satu
bersama dua di antara murid-muridnya ditampilkan
memilih mereka para penilai ahli mereka setiap orang yang unggul
dan bukan dengan bacaan Al-Qur’annya pencari keuntungan dunia semata
نَفْهَمُ الشَّرْحَ
٢١ ـ سبعة أئمة
ia mengumpamakan tujuh dari imam-imam qiraat dengan bulan purnama bercahaya karena kemasyhuran mereka dan ilmu mereka dan amanah mereka dan mereka Nafi‘ dan Ibnu Katsir dan Abu Amr dan Ibnu Amir dan Ashim dan Hamzah dan al-Kisa’i mereka ini pokok pembahasan nazam dan tidak berarti pemilihan mereka bahwa setiap bacaan sahih terbatas pada mereka sebagaimana bahwa qiraat tujuh bukan ia ahruf tujuh yang disebutkan dalam hadis maka bagi setiap ungkapan pembahasannya dan maknanya
٢٢ ـ الرُّواة يحملون النور
bagi para imam para perawi menerima dari mereka dan menyebarkan ilmu mereka mengumpamakan mereka penyusun dengan bintang-bintang yang menerima cahaya kemudian menerangi kegelapan imam seperti sumber yang menerima darinya pelajar dan perawi membawa apa yang diterimanya kepada orang lain dan mungkin terjadi penerimaan melalui perantara sebagaimana akan datang maka penyebaran bacaan berdasarkan pada pembelajaran dan periwayatan yang teliti dan bukan pada kemiripan dalam suara atau sekadar meniru rekaman
٢٣ ـ إمام وراويان
akan menyebut asy-Syathibi setiap imam kemudian menyebut baginya dua perawi yang ia pilih keduanya untuk nazam ini nazam ini urutan memudahkan hafalan imam pertama kemudian perawi pertama kemudian kedua dan bukan makna hal itu bahwa bagi imam dua perawi saja dalam sejarah hafalkan kelompok-kelompok dengan urutan ini urutan karena lambang-lambang perorangan akan dibangun atasnya dan karena perubahan urutan mengubah pemahaman lambang
٢٤ ـ علم وأمانة وإخلاص
memilih para ahli pengetahuan mereka ini imam-imam dan para perawi karena kemahiran mereka dan ketelitian mereka dan muta’akkila orang yang menjadikan Al-Qur’an alat untuk ambisinya lalu mencari dengannya dunia semata maksudnya peringatan dari rusaknya niat dan mengeksploitasi agama dan bukan bait ini rincian hukum-hukum upah mengajar pelajarilah bacaan dengan ikhlas dan sampaikanlah apa yang engkau terima dengan amanah dan jangan nisbatkan kepada gurumu lafaz yang belum engkau dengar darinya
نَتَدَرَّبُ
احفظ أسماء الأَئمّة السبعة بالترتيب قبل حفظ أسماء الرُّواة.
نُرَاجِعُ فَهْمَنَا
هل القِراءات السبع هِي الأحرف السبعة نفسها؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
لَا؛ هذان مصطلحان مختلفان، وَلَا نحصر كل قِراءة صحيحة فِي هَذه القصيدة.
هل ذكر رَاوِيين لكل إمام يعني أنه لَم يكن له غيرهما؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
لَا؛ هما الراويان المختاران لهذا النَّظْم، وقد روى عنه غيرهما.
٢٠ ـ شكر ناقلي القُرآن
ia mendoakan penyusun para imam yang menyampaikan Al-Qur’an kepada kita dengan penyampaian yang terjaga dan ‘adzban wa salsala pengumpamaan bacaan dengan air manis mudah diminum tidak menciptakan para imam qiraat Al-Qur’an tetapi mereka menerimanya dan menyampaikannya sebagaimana mereka mempelajarinya dan di antara mensyukuri mereka doa bagi mereka dan mengetahui jasa mereka dan di antara mensyukuri gurumu ialah engkau hadir dengan siap dan mendengar koreksinya dan menjaga apa yang ia ajarkan kepadamu dengan amanah
سراج القارئ، ص ٨