مُقَدِّمَةُ الشَّاطِبِيَّةِ كَامِلَةً
نَظْمُ الإِمام القاسم بن فِيرُّه الشَّاطِبي · ٩٤ بَيْتًا
اِقْرَأِ الْمَتْنَ أَوَّلًا، وَاضْغَطْ عَلَى رَقْمِ الْبَيْتِ لِفَتْحِ شَرْحِهِ.
اِفْتَحْ فِهْرِسَ الشَّرْحِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
aku memulai dengan nama Allah di nazam pada awal
Mahaberkah Dia Yang Maha Pengasih Maha Penyayang dan tempat berlindung
lalu aku menyusulkan semoga melimpahkan selawat Allah Tuhanku kepada yang diridai
Muhammad yang dianugerahkan kepada manusia sebagai utusan
dan keluarga beliau kemudian para sahabat kemudian orang yang
mengikuti mereka di atas kebaikan dengan kebaikan laksana hujan lebat
dan aku menjadikan ketiga bahwa segala puji bagi Allah selamanya
dan apa yang bukan dimulai dengannya terputus kemuliaannya
selanjutnya maka tali Allah di antara kita ialah kitab-Nya
maka berjuanglah dengannya melawan tipu daya musuh dengan menjeratnya melalui hujah
dan alangkah layak dengannya karena tidak menjadi usang kebaruannya
menjadi mulia orang yang setia kepadanya kepada kesungguhan menghadap
pembacanya yang diridai telah tetap perumpamaannya
seperti buah utruj dalam dua keadaannya memberi aroma harum dan memberi rasa yang lezat
dialah yang disukai untuk dituju apabila ia menjadi teladan yang menghimpun kebaikan
dan menaunginya naungan ketenangan laksana bukit pasir yang kukuh
dialah orang yang merdeka jika ia menjadi orang yang pantas sebagai penolong setia
baginya (Al-Qur’an) dengan sungguh-sungguh menjaganya sampai ia meninggal
dan sungguh kitab Allah paling dapat dipercaya sebagai pemberi syafaat
dan paling mencukupi kecukupannya sebagai pemberi yang melimpahkan karunia
dan sebaik-baik teman duduk tidak dibosankan tuturannya
dan pengulangannya bertambah di dalamnya keindahan
ketika pemuda itu merasa takut di kegelapannya
di dalam kubur ia menjumpainya sebagai cahaya yang berseri-seri
di sanalah ia menggembirakannya sebagai tempat istirahat dan taman
dan karena dia (Al-Qur’an) di puncak kemuliaan ia ditampakkan
dia memohon sungguh-sungguh untuk memperoleh keridaan baginya demi sahabat tercintanya
dan alangkah pantas baginya permohonan kepadanya disampaikan
maka wahai wahai pembaca kepadanya yang berpegang teguh
yang mengagungkan baginya pada setiap keadaan yang memuliakan
selamat bahagia dengan kebahagiaan yang baik akibatnya kedua orang tuamu pada keduanya
pakaian bercahaya berupa mahkota dan perhiasan
maka bagaimana perkiraan kalian terhadap anak itu ketika pemberian balasannya
mereka itulah orang-orang dekat dengan Allah dan orang pilihan yang mulia
para pemilik kebajikan dan ihsan dan kesabaran dan ketakwaan
perhiasan mereka dengannya datang Al-Qur’an secara terperinci
berpeganglah kepadanya (sifat-sifat itu) selama engkau hidup di dalamnya berlomba-lomba
dan tukarkanlah jiwamu yang rendah dengan keharumannya yang luhur
semoga membalas Allah dengan segala kebaikan atas jasa kepada kita para imam
kepada kita mereka menyampaikan Al-Qur’an dengan segar dan lancar
di antara mereka bulan-bulan purnama tujuh telah menempati tengah
langit keluhuran dan keadilan yang bercahaya dan sempurna
baginya bintang-bintang darinya mengambil cahaya lalu menerangi
hitamnya kegelapan malam hingga tercerai dan tersingkap
dan kelak engkau melihat mereka satu sesudah satu
bersama dua di antara murid-muridnya ditampilkan
memilih mereka para penilai ahli mereka setiap orang yang unggul
dan bukan dengan bacaan Al-Qur’annya pencari keuntungan dunia semata
adapun yang mulia batinnya dalam keharuman ialah Nafi‘
maka dialah yang memilih Madinah sebagai tempat tinggal
dan Qalun ialah Isa kemudian Utsman ialah Warsy mereka
dengan berguru kepadanya kemuliaan yang tinggi keduanya meraih
adapun Makkah Abdu (hamba; unsur nama) Allah (unsur nama) di sana tempat tinggalnya
dialah Ibnu Katsir yang mengungguli kaumnya dalam ketinggian kedudukan
meriwayatkan Ahmad al-Bazzi baginya dan Muhammad
melalui sanad dan dialah yang dijuluki Qunbul
dan adapun imam al-Mazini yang murni nasab Arabnya di antara mereka
Abu Amr al-Bashri maka ayahnya al-‘Ala’
ia melimpahkan kepada Yahya al-Yazidi pemberiannya
lalu ia menjadi dengan yang segar lagi manis disirami berulang kali
Abu Umar ad-Duri dan Shalih mereka Abu
Syu‘aib dialah as-Susi darinya (al-Yazidi) keduanya menerima
dan adapun Damaskus di Syam tempat tinggal Ibnu Amir
maka kota itu dengan Abdu (hamba; unsur nama) Allah (unsur nama) menjadi baik sebagai tempat menetap
Hisyam dan Abdu (hamba; unsur nama) Allah (unsur nama) dan dia penisbatannya
kepada Dzakwan dengan sanad darinya (Ibnu Amir) keduanya menerima melalui perantara
dan di Kufah yang cemerlang di antara mereka tiga
mereka menyebarkan ilmu maka sungguh ia semerbak dengan wewangian dan cengkih
adapun Abu Bakr dan Ashim namanya
maka Syu‘bah perawinya yang unggul dalam keutamaan
dan itulah Ibnu Ayyasy Abu Bakr yang diridai
dan Hafsh dan dalam ketelitian bacaan ia diunggulkan
dan Hamzah alangkah bersihnya ia sebagai orang yang wara‘
sebagai imam yang sangat sabar terhadap Al-Qur’an yang membacanya dengan tartil
meriwayatkan Khalaf darinya dan Khallad apa yang
meriwayatkannya Sulaim dengan teliti dan menguasainya
adapun Ali maka al-Kisa’i julukannya
karena apa yang pernah dalam ihram dengannya (kain kisa’) ia mengenakannya
meriwayatkan Laits mereka darinya Abu al-Harits yang diridai
dan Hafsh dialah ad-Duri dan dalam penyebutan telah berlalu
Abu Amr mereka dan al-Yahshubi Ibnu Amir
murni nasab Arabnya dan yang lain dari mereka melingkupi dirinya ikatan wala’
bagi mereka jalur-jalur periwayatan diberi petunjuk dengannya setiap orang yang datang mencari ilmu
dan tidak seorang pendatang ditakuti di dalamnya sebagai pembuat tipu daya
dan itulah yang bagi orang yang menyetujui aku tegakkan
sebagai tanda-tanda kemuliaan maka bersungguh-sungguhlah dalam dasar dan niatmu meraih keutamaan
dan inilah aku ini berusaha semoga ragam bacaan mereka
tunduk dengannya susunan rima-rima dengan memudahkan
aku menjadikan aba jad (huruf abjad) bagi setiap imam pembaca
sebagai tanda sesuai yang dinazamkan yang pertama untuk yang pertama
dan dari sesudah penyebutanku lafaz yang diperselisihkan aku menyebut para pembacanya
ketika selesai aku mendatangkan kepadamu huruf waw sebagai pemisah
kecuali beberapa lafaz tidak ada keraguan pada ketersambungannya
dan dengan pengucapan aku merasa cukup dari keterangan tambahan jika telah jelas
dan kadang-kadang suatu tempat ia mengulang huruf lambang sebelumnya (waw)
karena suatu alasan yang muncul dan perkara itu bukanlah menakutkan
dan di antaranya untuk para imam Kufah huruf tsa bertitik tiga
dan enam imam mereka dengan huruf kha bukan tanpa titik
aku maksudkan mereka yang aku sebutkan sesudah Nafi‘
dan Kufah serta Syam huruf dzal mereka bukan tanpa titik
dan Kufah bersama imam Makkah dengan huruf zha bertitik
dan Kufah serta Bashrah huruf ghain mereka bukan tanpa titik
dan yang memiliki titik huruf syin untuk al-Kisa’i dan Hamzah
dan katakan untuk keduanya bersama Syu‘bah lambang shuhbah menyusul
lambang shihab keduanya bersama Hafsh mereka lambang ‘amma Nafi‘
dan imam Syam lambang sama untuk Nafi‘ dan putra al-‘Ala’
dan imam Makkah dan lambang haqq untuknya dan Ibnu al-‘Ala’ katakanlah
dan katakan untuk keduanya dan al-Yahshubi lambang nafar yang indah
dan lambang hirmi imam Makkah di dalamnya dan Nafi‘
dan lambang hishn untuk para imam Kufah dan Nafi‘ mereka tampak
kapan pun datang dari sebelum atau sesudah sebuah kata
maka tetaplah pada ketentuanku dan tetapkanlah huruf waw sebagai pemisah
dan apa yang memiliki suatu lawan maka aku dengan lawannya
merasa cukup maka berlombalah dengan kecerdasan agar engkau unggul
seperti mad dan penetapan huruf dan fath (tanpa imalah) dan yang diidghamkan
dan pengucapan hamzah dan naql dan ikhtilas yang dipahami
dan jazm dan bentuk mudzakkar dan bentuk orang ketiga dan bacaan ringan
dan jamak dan tanwin dan pemberian harakat terapkanlah
ketika berlaku pemberian harakat tanpa batasan
ia adalah fathah dan pemberian sukun ia menjadikannya saudaranya dalam kedudukan
dan aku menjadikan pasangan antara nun dan ya dan fathah mereka
dan kasrah dan antara nashab dan khafdh dengan menempatkan
ketika aku mengatakan dhammah dan rafa‘ sambil diam tentang yang lain
maka selain mereka dengan fathah dan nashab datang
dan pada rafa‘ dan bentuk mudzakkar dan orang ketiga sejumlah lafaz
sesuai pengucapannya aku membiarkan tanpa batasan orang yang meraih ketinggian
dan sebelum serta sesudah lafaz Al-Qur’an aku mendatangkan segala yang
aku jadikan lambang dengannya bagi kelompok karena tidak membingungkan
dan kelak aku menyebut nama ketika memungkinkan susunan nazamnya
dengannya dengan memperjelas leher yang indah yang mulia paman dari ayahnya dan paman dari ibunya
dan siapa yang memiliki suatu bab baginya di dalamnya cara bacaan
maka tidak boleh tidak bahwa ia disebut namanya agar diketahui dan dipahami
ia menyeru lalu menjawabnya makna-makna inti sarinya
dan aku merangkai di dalamnya apa yang mudah ditelan yang segar dan lancar
dan dalam kemudahannya kitab at-Taisir aku menghendaki meringkasnya
lalu ia menghasilkan buah dengan pertolongan Allah darinya yang diharapkan
dan pepohonan rindangnya bertambah dengan menyebarkan faedah-faedah
lalu ia menutupi karena malu wajahnya untuk diunggulkan
dan aku menamainya Hirz (wadah pelindung) al-Amani (harapan-harapan) mengharap keberkahan
dan Wajh (wajah) at-Tahani (ucapan selamat) maka berbahagialah dengannya seraya menerima
dan aku berseru ya Allah wahai sebaik-baik yang mendengar
lindungilah aku dari keinginan dipuji orang dalam ucapan dan perbuatan
kepada-Mu tanganku dari-Mu nikmat-nikmat mengulurkannya
lindungilah aku maka jangan aku melangkah dengan penyimpangan lalu keliru dalam berkata
kabulkanlah dan keamanan bagi yang amanah terhadap inti maknanya
dan jika ia tergelincir maka dialah yang kuat menanggungnya
aku mengatakan kepada orang berbudi dan keluhuran budi pemiliknya
bagi saudara-saudaranya adalah cermin yang mempunyai cahaya sebagai alat menjernihkan pandangan
saudaraku wahai yang melewati nazamku di pintunya
ditawarkan atasnya yang sepi pasarnya bersikaplah baik
dan berprasangkalah kepadanya baik dan maklumilah tenunannya
dengan berlapang dada dan cara yang baik meskipun ia renggang tenunannya
dan akuilah salah satu dua kebaikan ialah ketepatan
dan yang lain ialah kesungguhan mengharap hujan kebenaran namun mendapat kekeringan
dan jika ada lubang kesalahan maka perbaikilah ia dengan kelebihan
dari kelapangan hati dan hendaklah memperbaikinya orang yang bagus ucapannya
dan katakan dengan jujur seandainya bukan karena kerukunan dan ruhnya
tentu binasa manusia seluruhnya dalam perselisihan dan kebencian
dan hiduplah dengan bersih hati dan dari gunjingan menjauhlah
niscaya engkau dihadirkan di lingkungan kesucian lebih bersih dan disucikan
dan ini zaman kesabaran siapa bagimu dengan keadaan yang
seperti menggenggam di atas bara agar engkau selamat dari ujian berat
dan seandainya bahwa mata membantu niscaya menetes
awan-awannya dengan air mata terus-menerus dan deras
akan tetapi ia karena kerasnya hati mengalami kekeringan
maka alangkah sia-sianya umur-umur berlalu tanpa amal bermanfaat
dengan diriku (ungkapan penghargaan) orang yang mencari petunjuk kepada Allah semata
dan menjadi baginya Al-Qur’an minuman dan sarana membersihkan diri
dan menjadi baik baginya tanahnya lalu merekah
dengan setiap wewangian ketika ia menjadi dibasahi karunia
maka kebahagiaan baginya dan kerinduan membangkitkan tekadnya
dan pemantik penyesalan bergolak dalam hati menyalakan semangat
dialah yang terpilih berjalan pagi di antara manusia seluruhnya
dekat namun asing dicari kedekatannya dan diharapkan kebaikannya
ia memandang semua manusia sebagai hamba Allah karena mereka
sesuai apa yang menetapkannya Allah menjalankan perbuatan-perbuatan
ia melihat dirinya untuk dicela lebih layak karena ia
untuk kemuliaan belum mencicipi dari tanaman pahit shabr dan tanaman pahit ala’
dan sungguh pernah dikatakan jadilah seperti anjing yang dijauhkan pemiliknya
dan tidak ia mengurangi usaha dalam kesetiaan kepada mereka dengan mengerahkan dirinya
semoga Tuhan pemilik Arasy wahai saudara-saudaraku melindungi
kelompok kita dari seluruh perkara yang dibenci yang menakutkan
dan menjadikan kita di antara orang yang menjadi kitab-Nya
pemberi syafaat bagi mereka karena tidak mereka meninggalkannya sehingga menjadi penuntut
hanya dengan Allah dayaku dan perlindunganku dan kekuatanku
dan tidak ada bagiku selain penutupan aib oleh-Nya yang menyelimutiku
maka wahai Tuhanku Engkau Allah yang mencukupiku dan bekalku
kepada-Mu sandaran kepercayaanku dengan merendah seraya bertawakal