الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
نَقْرَأُ الْمَتْنَ
٢٠ maka yang pertama ikhfa ketika bertemu ba
dan namailah ia syafawi (berkaitan dengan bibir) bagi para pembaca
نَفْهَمُ الشَّرْحَ
مِيمٌ وَبَاءٌ
apabila datang ba setelah mim bersukun kita menyamarkan mim dengan dengung ukurannya dua harakat dan dinamai ini ikhfa syafawi karena mim keluar dari kedua bibir kita membaca dengan lembut dengan tanpa paksaan dan tidak mentasydidkan mim
نُقَارِنُ بِالْإِقْلَابِ
pada iqlab kita mengubah nun menjadi mim disamarkan adapun di sini maka mim ada sejak awal kita menyamarkannya saja serupa cara baca ketika bertemu ba tetapi huruf asli berbeda
نَفْهَمُ الْمِثَالَ
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ
الْفِيلُ: ٤
mim pada akhir tarmihim bersukun dan setelahnya ba maka hukumnya ikhfa syafawi
نَنْتَبِهُ
jangan hapus mim dan dengung dan jangan masukkan mim ke dalam ba sebagai idgham
نَتَدَرَّبُ
قَارِنْ «مِنْ بَعْدِ» بِـ«تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ»، وَسَمِّ الْحَرْفَ الَّذِي قَبْلَ الْبَاءِ فِي كُلٍّ مِنْهُمَا.
نُرَاجِعُ فَهْمَنَا
مَا حَرْفُ الْإِخْفَاءِ الشَّفَوِيِّ؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
الْبَاءُ.
مَا الْفَرْقُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْإِقْلَابِ؟
دَلِيلُ الْجَوَابِ
الْإِخْفَاءُ الشَّفَوِيُّ لِمِيمٍ أَصْلِيَّةٍ، وَالْإِقْلَابُ تَحْوِيلُ النُّونِ أَوِ التَّنْوِينِ إِلَى مِيمٍ مُخْفَاةٍ.
Catat bacaanmu
Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 11 — إِخْفَاءٌ مِنَ الشَّفَتَيْنِ
Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKACatatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 11 — إِخْفَاءٌ مِنَ الشَّفَتَيْنِTuhfatul Athfal · versi 70
Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.
Beri masukan