Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 17
الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
تَجْوِيدُ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ

الشَّرْحُ الْمُيَسَّرُ لِتُحْفَةِ الْأَطْفَالِ

نَقْرَأُ وَنَفْهَمُ وَنُحْسِنُ التِّلَاوَةَ

مَعْهَدُ عِبَادِ الرَّحْمَنِ تِيمَاسَ · لِلصَّفِّ الثَّانِي مِنَ الْمَرْحَلَةِ الْمُتَوَسِّطَةِ

٦١ بَيْتًا٢٦ دَرْسًا٧٠ سُؤَالًاعَرَبِيَّةٌ بِحَرَكَاتٍ كَامِلَةٍ

اِضْغَطْ عَلَى كَلِمَةٍ لِمَعْنَاهَا بِالْإِنْدُونِيسِيَّةِ، أَوْ أَظْهِرْ مَعَانِيَ الْكَلِمَاتِ كُلَّهَا.

٢٤
الدَّرْسُ ١٧ · الْأَبْيَاتُ ٣٥–٣٨

مَدٌّ طَبِيعِيٌّ وَمَدٌّ فَرْعِيٌّ

أَنْ نَفْهَمَ الْمَدَّ وَسَبَبَ زِيَادَتِهِ.

نَقْرَأُ الْمَتْنَ

٣٥

dan mad asli dan cabang darinya

dan namailah yang pertama alami dan ia

٣٦

sesuatu yang tidak bergantung baginya atas sebab (hamzah atau sukun)

dan tidak tanpanya huruf-huruf (mad) dapat diucapkan

٣٧

bahkan apa pun huruf selain hamzah atau sukun

datang setelah huruf mad maka mad alami jadinya

٣٨

dan yang lain mad cabang bergantung atas

sebab seperti hamzah atau sukun secara mutlak

نَفْهَمُ الشَّرْحَ

نُطِيلُ الصَّوْتَ بِقَدْرٍ

mad pemanjangan suara dengan huruf mad dan mad alami tidak membutuhkan kepada hamzah atau sukun agar ada ukurannya dua harakat dan dengannya tampak huruf mad secara benar dan dinamai juga mad asli

مَا سَبَبُ الْمَدِّ الْفَرْعِيِّ؟

mad cabang terkait dengan sebab yaitu hamzah atau sukun kita melihat kepada letak sebab dan jenisnya kemudian mengetahui nama mad dan ukurannya dan kadang mendahului hamzah atas huruf mad sebagaimana pada badal

نَفْهَمُ الْمِثَالَ

قَالَ

الْبَقَرَةُ: ٣٠

alif setelah fathah dan tidak setelahnya hamzah dan tidak sukun asli maka kita memanjangkannya dua harakat ketika menyambung

نَنْتَبِهُ

tidak kita mengukur mad dengan detik dan tidak menambah padanya semata-mata untuk memperindah lagu

نَتَدَرَّبُ

اِقْرَأْ «قَالَ» وَ«يَقُولُ» وَ«قِيلَ» بِمَدٍّ طَبِيعِيٍّ مُتَسَاوٍ، ثُمَّ عَيِّنْ حَرْفَ الْمَدِّ.

نُرَاجِعُ فَهْمَنَا

  1. مَا مِقْدَارُ الْمَدِّ الطَّبِيعِيِّ؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    حَرَكَتَانِ.

  2. مَا سَبَبَا الْمَدِّ الْفَرْعِيِّ؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    الْهَمْزُ وَالسُّكُونُ.

مَعْنَى الْكَلِمَةِ فِي السِّيَاقِ

Catat bacaanmu

Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 17 — مَدٌّ طَبِيعِيٌّ وَمَدٌّ فَرْعِيٌّ

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 17 — مَدٌّ طَبِيعِيٌّ وَمَدٌّ فَرْعِيٌّTuhfatul Athfal · versi 70

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan