Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 23
الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
تَجْوِيدُ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ

الشَّرْحُ الْمُيَسَّرُ لِتُحْفَةِ الْأَطْفَالِ

نَقْرَأُ وَنَفْهَمُ وَنُحْسِنُ التِّلَاوَةَ

مَعْهَدُ عِبَادِ الرَّحْمَنِ تِيمَاسَ · لِلصَّفِّ الثَّانِي مِنَ الْمَرْحَلَةِ الْمُتَوَسِّطَةِ

٦١ بَيْتًا٢٦ دَرْسًا٧٠ سُؤَالًاعَرَبِيَّةٌ بِحَرَكَاتٍ كَامِلَةٍ

اِضْغَطْ عَلَى كَلِمَةٍ لِمَعْنَاهَا بِالْإِنْدُونِيسِيَّةِ، أَوْ أَظْهِرْ مَعَانِيَ الْكَلِمَاتِ كُلَّهَا.

٢٤
الدَّرْسُ ٢٣ · الْأَبْيَاتُ ٤٧–٥٢

الْمَدُّ اللَّازِمُ وَأَقْسَامُهُ

أَنْ نَعْرِفَ السُّكُونَ الْأَصْلِيَّ وَالْأَقْسَامَ الْأَرْبَعَةَ.

نَقْرَأُ الْمَتْنَ

٤٧

dan lazim jika sukun bersifat asli

ketika menyambung dan ketika berhenti setelah mad dipanjangkan

٤٨

bagian-bagian mad lazim menurut mereka empat

dan itu kilmi (pada kata) dan harfi (pada ejaan huruf) bersamanya

٤٩

keduanya ringan (tanpa peleburan) berat (dengan peleburan)

maka inilah empat yang diperinci

٥٠

maka jika dalam satu kata sukun berkumpul

bersama huruf mad maka ia kilmi terjadinya

٥١

atau dalam yang ejaannya tiga huruf keduanya ditemukan

dan mad di tengahnya maka harfi tampak

٥٢

keduanya berat jika dileburkan

ringan masing-masing apabila tidak dileburkan

نَفْهَمُ الشَّرْحَ

سُكُونٌ لَا يَزُولُ بِالْوَصْلِ

apabila datang setelah huruf mad sukun asli tetap dalam menyambung dan berhenti maka mad lazim ukurannya enam harakat dan huruf bertasydid tersusun dari huruf bersukun dan berharakat karena itu menjadi sebab bagi lazim apabila datang setelah mad

سُؤَالَانِ يَكْشِفَانِ النَّوْعَ

di mana terletak mad jika berada dalam kata maka ia kilmi dan jika berada dalam ejaan huruf dari pembuka-pembuka surah maka ia harfi dan apakah setelahnya peleburan jika ada maka ia berat dan jika tidak maka ia ringan

أَرْبَعَةُ أَقْسَامٍ

bagian-bagian ialah kilmi berat dan kilmi ringan dan harfi berat dan harfi ringan dan harfi berkaitan dengan nama huruf yang diucapkan seperti lam dan mim tidak dengan bentuk huruf tertulis saja kita akan merinci huruf-hurufnya pada pelajaran berikutnya

نَفْهَمُ الْمِثَالَ

الضَّالِّينَ

الْفَاتِحَةُ: ٧

alif sebelum lam bertasydid dalam kata maka ini lazim kilmi berat dan ukurannya enam

آلْآنَ

يُونُسُ: ٥١، ٩١

pada cara mengganti hamzah wasal dengan alif kita memanjangkan alif pertama enam karena sesudahnya lam bersukun tidak dileburkan dan ini kilmi ringan

نَنْتَبِهُ

pada al-ana cara lain dengan tashil dipelajari secara lisan dan contoh kita di sini pada cara penggantian saja

نَتَدَرَّبُ

اِسْأَلْ عَنْ كُلِّ مِثَالٍ: أَفِي كَلِمَةٍ أَمْ فِي هِجَاءِ حَرْفٍ؟ وَهَلْ فِيهِ إِدْغَامٌ؟

نُرَاجِعُ فَهْمَنَا

  1. مَا الْفَرْقُ بَيْنَ السُّكُونِ الْأَصْلِيِّ وَالْعَارِضِ؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    الْأَصْلِيُّ يَثْبُتُ وَصْلًا وَوَقْفًا، وَالْعَارِضُ هُنَا يَحْدُثُ بِالْوَقْفِ.

  2. مَا نَوْعُ مَدِّ الْأَلِفِ فِي «الضَّالِّينَ»؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    لَازِمٌ كِلْمِيٌّ مُثَقَّلٌ، يُمَدُّ سِتَّ حَرَكَاتٍ.

مَعْنَى الْكَلِمَةِ فِي السِّيَاقِ

Catat bacaanmu

Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 23 — الْمَدُّ اللَّازِمُ وَأَقْسَامُهُ

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 23 — الْمَدُّ اللَّازِمُ وَأَقْسَامُهُTuhfatul Athfal · versi 70

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan