Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 4
الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
تَجْوِيدُ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ

الشَّرْحُ الْمُيَسَّرُ لِتُحْفَةِ الْأَطْفَالِ

نَقْرَأُ وَنَفْهَمُ وَنُحْسِنُ التِّلَاوَةَ

مَعْهَدُ عِبَادِ الرَّحْمَنِ تِيمَاسَ · لِلصَّفِّ الثَّانِي مِنَ الْمَرْحَلَةِ الْمُتَوَسِّطَةِ

٦١ بَيْتًا٢٦ دَرْسًا٧٠ سُؤَالًاعَرَبِيَّةٌ بِحَرَكَاتٍ كَامِلَةٍ

اِضْغَطْ عَلَى كَلِمَةٍ لِمَعْنَاهَا بِالْإِنْدُونِيسِيَّةِ، أَوْ أَظْهِرْ مَعَانِيَ الْكَلِمَاتِ كُلَّهَا.

٢٤
الدَّرْسُ ٤ · الْأَبْيَاتُ ٧–٨

نُظْهِرُ النُّونَ بِوُضُوحٍ

أَنْ نَتَعَرَّفَ حُرُوفَ الْإِظْهَارِ السِّتَّةَ وَنُطَبِّقَهُ.

نَقْرَأُ الْمَتْنَ

٧

maka yang pertama izhar (membaca jelas) sebelum huruf-huruf

dari tenggorokan enam telah diurutkan maka hendaklah engkau mengenalinya

٨

hamzah lalu ha kemudian ain ha tebal tenggorokan (ح)

keduanya tanpa titik kemudian ghain kha

نَفْهَمُ الشَّرْحَ

سِتَّةُ حُرُوفٍ

huruf-huruf izhar ialah hamzah dan ha dan ain dan ha (ح) dan ghain dan kha keluar ini huruf-huruf dari tenggorokan karena itu kita menamainya izhar halqi dan makna keduanya tanpa titik bahwa ain dan ha (ح) tidak ada titik pada keduanya

كَيْفَ نَقْرَأُ؟

apabila datang huruf darinya setelah nun bersukun atau tanwin kita menjelaskan nun kita mengeluarkannya dengan jelas kemudian berpindah kepada huruf berikutnya dengan mudah tidak kita meleburkannya dan tidak menambah dalam durasi dengungnya

نَفْهَمُ الْمِثَالَ

مَنْ آمَنَ

الْبَقَرَةُ: ٦٢

nun bersukun dan sesudahnya hamzah maka kita menjelaskan nun ketika menyambung

أَنْعَمْتَ

الْفَاتِحَةُ: ٧

datang ain setelah nun dalam kata satu dan hukumnya izhar juga

نَنْتَبِهُ

menjelaskan nun tidak berarti memantulkannya maka jangan tambahkan sesudahnya harakat pendek

نَتَدَرَّبُ

اِقْرَأِ الْمِثَالَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَاطْلُبْ مِنْ مُعَلِّمِكَ أَنْ يَتَأَكَّدَ مِنْ وُضُوحِ النُّونِ.

نُرَاجِعُ فَهْمَنَا

  1. لِمَاذَا سُمِّيَ الْإِظْهَارُ حَلْقِيًّا؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    لِأَنَّ حُرُوفَهُ السِّتَّةَ تَخْرُجُ مِنَ الْحَلْقِ.

  2. مَا حُكْمُ النُّونِ فِي «أَنْعَمْتَ»؟ وَلِمَاذَا؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    إِظْهَارٌ؛ لِأَنَّ بَعْدَهَا عَيْنًا.

مَعْنَى الْكَلِمَةِ فِي السِّيَاقِ

Catat bacaanmu

Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 4 — نُظْهِرُ النُّونَ بِوُضُوحٍ

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 4 — نُظْهِرُ النُّونَ بِوُضُوحٍTuhfatul Athfal · versi 70

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan