Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 8
الْعَوْدَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
تَجْوِيدُ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ

الشَّرْحُ الْمُيَسَّرُ لِتُحْفَةِ الْأَطْفَالِ

نَقْرَأُ وَنَفْهَمُ وَنُحْسِنُ التِّلَاوَةَ

مَعْهَدُ عِبَادِ الرَّحْمَنِ تِيمَاسَ · لِلصَّفِّ الثَّانِي مِنَ الْمَرْحَلَةِ الْمُتَوَسِّطَةِ

٦١ بَيْتًا٢٦ دَرْسًا٧٠ سُؤَالًاعَرَبِيَّةٌ بِحَرَكَاتٍ كَامِلَةٍ

اِضْغَطْ عَلَى كَلِمَةٍ لِمَعْنَاهَا بِالْإِنْدُونِيسِيَّةِ، أَوْ أَظْهِرْ مَعَانِيَ الْكَلِمَاتِ كُلَّهَا.

٢٤
الدَّرْسُ ٨ · الْأَبْيَاتُ ١٤–١٦

نُخْفِي مَعَ بَقَاءِ الْغُنَّةِ

أَنْ نَسْتَخْرِجَ حُرُوفَ الْإِخْفَاءِ وَنَفْهَمَ أَدَاءَهُ.

نَقْرَأُ الْمَتْنَ

١٤

dan yang keempat ikhfa (menyamarkan) ketika bertemu yang tersisa

dari huruf-huruf harus dilakukan oleh pembaca yang baik

١٥

pada lima dari setelah sepuluh lambangnya

pada kata-kata ini bait sungguh aku memuatnya

١٦

sifatilah pemilik pujian betapa banyak bermurah hati seseorang sungguh menjadi mulia

tetaplah baik bertambahlah dalam ketakwaan rendahkanlah orang zalim

نَفْهَمُ الشَّرْحَ

بَيْنَ الْإِظْهَارِ وَالْإِدْغَامِ

ikhfa pelafalan antara izhar dan idgham dengan tanpa tasydid disertai bertahannya dengung dua harakat tidak kita menjelaskan nun secara jelas sepenuhnya dan tidak memasukkannya ke dalam huruf berikutnya dengan peleburan sempurna kita bersiap untuk huruf berikutnya selama dengung

خَمْسَةَ عَشَرَ حَرْفًا

ambillah pertama huruf dari setiap kata pada bait keenam belas engkau mendapati huruf-huruf ikhfa sad dzal tsa kaf jim syin qaf sin dal tha zai fa ta dhad zha dan al-fadil pertama maknanya yang tersisa

نَفْهَمُ الْمِثَالَ

مِنْ شَرِّ

الْفَلَقُ: ٢

setelah nun syin dan ia termasuk huruf-huruf ikhfa maka kita menyamarkan nun dengan dengung

نَنْتَبِهُ

jangan ubah nun menjadi mim pada setiap ikhfa sebab perubahan menjadi mim terjadi ketika bertemu ba

نَتَدَرَّبُ

اُكْتُبْ أَوَائِلَ كَلِمَاتِ الْبَيْتِ السَّادِسِ عَشَرَ، ثُمَّ عُدَّهَا وَقَارِنْهَا بِالْقَائِمَةِ.

نُرَاجِعُ فَهْمَنَا

  1. كَمْ حَرْفًا لِلْإِخْفَاءِ؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    خَمْسَةَ عَشَرَ حَرْفًا.

  2. مَا الْفَرْقُ بَيْنَ الْإِخْفَاءِ وَالْإِقْلَابِ؟

    دَلِيلُ الْجَوَابِ

    فِي الْإِقْلَابِ نَقْلِبُ النُّونَ مِيمًا قَبْلَ الْبَاءِ؛ وَفِي الْإِخْفَاءِ نُخْفِي النُّونَ عِنْدَ حُرُوفِهِ الْخَمْسَةَ عَشَرَ.

الْمُرَاجَعَةُ ١: النُّونُ السَّاكِنَةُ وَالتَّنْوِينُ

مَعْنَى الْكَلِمَةِ فِي السِّيَاقِ

Catat bacaanmu

Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 8 — نُخْفِي مَعَ بَقَاءِ الْغُنَّةِ

Tersimpan di perangkat ini. Masuk agar progres dapat dibuka di perangkat lain.
Masuk untuk sinkronisasi

BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Syarah Tuhfatul Athfal · Pelajaran 8 — نُخْفِي مَعَ بَقَاءِ الْغُنَّةِTuhfatul Athfal · versi 70

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan