Ikhfa Syafawi
Menyamarkan mim sukun sebelum ba’ dengan ghunnah.
Bait hafalan
maka yang pertama ikhfa ketika bertemu ba
dan namailah ia syafawi (berkaitan dengan bibir) bagi para pembaca
Kaidah dalam bait
Pada mim sukun sebelum ب, kedua bibir bersiap menuju ba’ dan ghunnah dijaga dua harakat. Mim tidak dibuka menjadi vokal tambahan dan tidak ditekan berlebihan.
Ketelitian membaca
Ikhfa syafawi berbeda dari iqlab: huruf awalnya sudah mim sukun, sedangkan iqlab bermula dari nun atau tanwin.
Mim bertemu ba’
Jika mim sukun bertemu ba’, berlaku ikhfa syafawi dengan ghunnah dua harakat. Syafawi berarti berkaitan dengan bibir. Contohnya تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ. Perhatikan bahwa yang sedang dipelajari adalah mim sukun, bukan nun sukun. Walaupun sama-sama bertemu ba’ dan terdengar ghunnah, nama hukum serta huruf awalnya berbeda.
Mim bertemu mim
Jika mim sukun bertemu mim, keduanya dibaca sebagai mim bertasydid dengan ghunnah dua harakat. Hukum ini disebut idgham mimi atau idgham mitslain shaghir. Bibir bertemu dengan wajar. Jangan melepas mim pertama menjadi vokal tambahan sebelum mim kedua. Guru mencontohkan pertemuan dua kata terlebih dahulu, kemudian siswa menirukan dengan tempo tetap.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
Contoh dan penjelasan
Kapan terjadi ikhfa syafawi?
Ketika mim sukun bertemu ba’.
Latihan praktik
Baca bait 20, jelaskan kaidahnya, lalu setorkan contoh kepada guru.
Cek pemahaman
Kapan terjadi ikhfa syafawi?
Lihat panduan jawaban
Ketika mim sukun bertemu ba’.
Apa yang harus menyertai hafalan bait?
Lihat panduan jawaban
Pemahaman dasar dan praktik bacaan yang disimak guru.