Izhar Syafawi
Menjelaskan mim sukun sebelum selain ba’ dan mim.
Bait hafalan
dan yang ketiga izhar pada sisanya
dari huruf-huruf dan namailah ia syafawiyah
dan waspadalah ketika bertemu wau dan fa agar tidak ia tersamarkan
karena kedekatannya dan karena kesamaan (tempat keluar) maka pahamilah
Kaidah dalam bait
Mim sukun dibaca jelas sebelum 26 huruf selain ب dan م. Perhatian khusus diberikan sebelum ف dan و karena kedekatan makhraj dapat membuat mim terlalu samar.
Ketelitian membaca
Izhar tidak berarti memantulkan mim dan tidak boleh menambah vokal sesudahnya.
Mim bertemu ba’
Jika mim sukun bertemu ba’, berlaku ikhfa syafawi dengan ghunnah dua harakat. Syafawi berarti berkaitan dengan bibir. Contohnya تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ. Perhatikan bahwa yang sedang dipelajari adalah mim sukun, bukan nun sukun. Walaupun sama-sama bertemu ba’ dan terdengar ghunnah, nama hukum serta huruf awalnya berbeda.
Mim bertemu mim
Jika mim sukun bertemu mim, keduanya dibaca sebagai mim bertasydid dengan ghunnah dua harakat. Hukum ini disebut idgham mimi atau idgham mitslain shaghir. Bibir bertemu dengan wajar. Jangan melepas mim pertama menjadi vokal tambahan sebelum mim kedua. Guru mencontohkan pertemuan dua kata terlebih dahulu, kemudian siswa menirukan dengan tempo tetap.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
Contoh dan penjelasan
Mengapa mim sebelum waw dan fa perlu diperhatikan?
Agar mim tetap jelas meskipun makhrajnya berdekatan.
Latihan praktik
Baca bait 22–23, jelaskan kaidahnya, lalu setorkan contoh kepada guru.
Cek pemahaman
Mengapa mim sebelum waw dan fa perlu diperhatikan?
Lihat panduan jawaban
Agar mim tetap jelas meskipun makhrajnya berdekatan.
Apa yang harus menyertai hafalan bait?
Lihat panduan jawaban
Pemahaman dasar dan praktik bacaan yang disimak guru.