Lam Fi‘il, Lam Allah, dan Ra’
Membedakan beberapa jenis lam serta menerapkan dasar tafkhim dan tarqiq ra’.
Bait hafalan
dan jelaskanlah lam kata kerja secara umum (lihat pengecualian)
pada contoh katakanlah ya dan kami berkata dan bertemu
Kaidah dalam bait
Lam fi‘il merupakan bagian kata kerja, seperti lam pada قُلْ. Asalnya dibaca jelas, tetapi dapat mengalami idgham pada tempat yang diriwayatkan, seperti قُلْ رَبِّ. Lam lafaz Allah ditebalkan setelah fathah atau dhammah dan ditipiskan setelah kasrah.
Ketelitian membaca
Ra’ tidak diputuskan hanya dari bentuk huruf. Periksa harakat ra’, harakat sebelumnya, sukun asli atau sementara, serta huruf isti’la sesudahnya dalam kata yang sama.
Lam lafaz Allah
Lam pada lafaz Allah dibaca tebal jika didahului fathah atau dhammah, dan tipis jika didahului kasrah saat sambung. Bandingkan contoh pada بِسْمِ اللَّهِ dengan lafaz Allah setelah fathah. Lam pada kata lain tidak otomatis memakai aturan khusus ini. Harakat sebelum lafaz harus benar-benar diperiksa dalam bacaan yang sedang disambung.
Ra’ tipis atau tarqiq
Ra’ dibaca tipis ketika berkasrah. Ra’ sukun juga dibaca tipis apabila didahului kasrah asli dan sesudahnya tidak ada huruf isti’la dalam kata yang sama, seperti فِرْعَوْنَ. Saat waqaf, ra’ akhir dibaca tipis jika didahului ya’ sukun seperti خَيْرٌ, atau didahului huruf sukun yang sebelumnya berkasrah seperti الذِّكْرِ. Hubungan harakat dan keadaan sambung–waqaf harus diperiksa bersama.
Petikan Al-Qur’an untuk latihan
بِسْمِ اللَّهِ
Kasrah sebelum lafaz Allah menyebabkan lam dibaca tipis saat sambung.
Petikan QS 1:1 · Buka ayat lengkapContoh dan penjelasan
Apa hukum lam pada قُلْ رَبِّ?
Idgham ke ra tanpa ghunnah.
Latihan praktik
Baca bait 29, jelaskan kaidahnya, lalu setorkan contoh kepada guru.
Cek pemahaman
Apa hukum lam pada قُلْ رَبِّ?
Lihat panduan jawaban
Idgham ke ra tanpa ghunnah.
Apa yang harus menyertai hafalan bait?
Lihat panduan jawaban
Pemahaman dasar dan praktik bacaan yang disimak guru.